f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
berkah

Cari Duit atau Memburu Berkah?

Ramadhan baru saja berlalu dengan segala keberkahan di dalamnya. Momentum Ramadhan kemarin, ada satu pengalaman yang selalu saya ingat saat ngobrol dengan seorang bapak penjual kerupuk Palembang. Beliau Bapak Usep, orang Sunda, domisili Banjaran, Kabupaten Bandung. 

Saat saya tanyakan mengenai penjualan di masa pandemi dan di Bulan Ramadhan, jawabannya jleb banget. “Neng, berkah banget bapak jualan di bulan Ramadhan ini, hasilnya bisa dua kali lipat. Bapak per dua hari ngambil kerupuk 100 bungkus, selalu habis. Padahal biasanya hanya 50 bungkus. Alhamdulillaah hasilnya bisa buat makan sehari-sehari sekeluarga Neng.” 

Bayangkan dengan mata berkaca dan wajah tersenyum, beliau menyampaikan wujud kesyukuran beliau terhadap hasil penjualan yang penuh keberkahan itu. Saya amazing, uang hasil penjualan yang hanya cukup untuk makan saja bisa membuat beliau sebahagia itu. 

Menurut beliau, pembeli akan datang sendiri, beliau hanya perlu ikhtiar mendorong gerobak penuh kerupuk dan melewati jalan yang sama setiap hari. 

***

Mungkin normalnya, kita akan berpikir kok bisa melewati jalan yang sama setiap hari tapi tetap laku? Masa sih orang gak bosan dengan jualan beliau? Wajar dong pemikiran seperti itu muncul, namun yang tidak boleh kita lupakan bahwa Allah telah berjanji dalam Al-Qur’an dan jangan sekalipun kita meragukan janjiNya.

Dalam Surah Hud ayat 6, Allah berfirman, “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rejekinya.” Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). Janji Allah sudah ada, sekarang tinggal kitanya aja mau ikhtiar atau tidak. 

Nah, di sini saya akan menyampaikan ikhtiar apa yang bisa kita lakukan sebagai penjual. Saya sendiri berprofesi sebagai seorang penjual sabun cair di rumah sambil momong anak-anak. Ikhtiar kita bisa dengan ikhtiar langit dan juga ikhtiar bumi. Langit, bumi, maksudnya apa nih?

Baca Juga  Semoga Syahid Untukmu, Ayah

Gini, gini… sebagai ciptaan Allah yang hidup di bumi, kita harus ingat bahwa tujuan penciptaan kita adalah untuk beribadah kepada Allah. Mau dari bangun tidur sampai tidur lagi, ya kita beribadah kepada Allah. Dalam Qur’an Surah Az-Zariyat (51:56), Allah telah berfirman, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKU”.

***

Nah, dalam ikhtiar beribadah kepada Allah itu, tidak terlepas dari usaha kita memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalau profesi kita adalah sebagai penjual, maka tugas kita pasti berjualan dong. Ikhtiar langit adalah bagaimana kita merayu Allah Maha Pencipta, Maha Pemilik Rejeki supaya semua urusan kita dalam berniaga memperoleh kemudahan. 

Karena semua aktivitas yang berkah bermula dengan niat yang baik, maka baiknya kita berniat Lillaahi Ta’ala dan mengucapkan Bismillah agar semua usaha kita kedepan berkah. Kemudian lanjut dengan do’a meminta keberkahan dan kemudahan usaha.

Kembali ke ikhtiar langit, yang paling utama sebagai seorang Muslim ialah jangan tinggalkan shalat wajib 5 waktu di awal waktu. Berikutnya Rasulullah sudah memberikan suri tauladan dengan mengetuk pintu langit lewat Shalat Dhuha (shalat mendatangkan rejeki) & Tahajud (shalat malam). Selain shalat, bisa lewat sedekah setiap hari, terutama sedekah subuh atau setiap Jum’at, membuka silaturahim dengan orang lain untuk memperpanjang rejeki. Yang terakhir tapi yang terpenting adalah bersyukur dengan apapun yang kita peroleh.

***

Setelah itu, kita bisa mulai dengan ikhtiar bumi, yaitu hubungan kita dengan manusia lainnya. Di antaranya membuat suasana tempat jualan kita menarik pembeli, bersih, wangi, dan nyaman. Kemudian mempromosikan dagangan baik lewat tetangga, keluarga, kenalan maupun online. 

Jangan lupa untuk selalu bersikap ramah kepada calon pembeli, jangan judes bila barang dagangan ditawar. Senyumin aja hehe dan bilang belum bisa. Kenapa harus senyum? Pertama karena senyum adalah ibadah, kedua karena tidak semua pembeli sama, berbeda tipenya. Namun perlakuan ramah kita harus selalu sama. 

Baca Juga  Sekularisme : Tantangan Kaffah dalam Islam

Ikhtiar bumi berikutnya yakni usahakan jualan tiap hari di waktu yang sama jadi orang bisa hafal waktu jualan kita, namun jangan lupa tutup setiap awal waktu untuk shalat. Oya, ingat-ingat ya kalau pembelinya mungkin ingin jadi reseller, baiknya disepakati bersama harga dan akad yang cocok untuk reseller. 

Terakhir yang termasuk paling penting dalam berjualan adalah membuat laporan keuangan dan stok barang dengan rapi dan detail agar bisa dikontrol.

Bila niat, do’a, ikhtiar langit dan bumi tersebut sudah kita jalankan, maka serahkan jalannya usaha kita kepada Allah. Insyaa Allah pembeli datang dengan sendirinya, usaha kita berkah dan bisa menjadi jalan silaturahim kita dengan orang lain. Karena tujuan kita yang penting bukanlah nyari duitnya aja, namun memburu keberkahannya hingga di akhirat kelak. 

Bagikan
Post a Comment