Manusia adalah makhluk Allah Swt yang paling sempurna dalam penciptaannya dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya. Hal tersebut dapat kita lihat dari firman Allah pada surat At-Tin ayat 4 yang berbunyi:
(4) لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
Artinya : “Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Bentuk sebaik-baiknya yang diberikan oleh Allah Swt membuat kita dikaruniai oleh semua organ tubuh yang kita miliki sekarang. Dibandingkan dengan alam semesta dan seisinya, tubuh kita merupakan hal yang sangat kecil. Namun dengan ukuran sekecil ini Allah memberi kita organ tubuh yang canggih dan kompleks di dalamnya. Organ-organ ini menjadi suatu kesatuan yang membantu kita untuk melangsungkan hidup dari lahir hingga nanti kita kembali kepada-Nya.
Dari semua organ tubuh, otak merupakan salah satu bagian yang paling canggih. Bayangkan saja, semua aktivitas tubuh yang kita lakukan merupakan hasil kontrol dari otak. Bahkan sampai memori manusia juga tersimpan dengan rapi di dalam otak.
Meskipun ukurannya hanya 2% dari berat tubuh, otak kita menyimpan sel-sel fungsional yang sangat banyak. Sel-sel itu bisa kita sebut dengan neuron dan sel yang mendukungnya disebut dengan neuroglia. Otak kita memiliki 100 miliar neuron dan 5 triliun neuroglia di dalamnya, mereka bekerja secara terus menerus sepanjang kita hidup. Nah sekarang, mari kita bahas memori lebih lanjut untuk memahami secanggih apa otak kita!
Memori
Sejatinya, manusia akan senantiasa membuat memori sepanjang hidupnya. Tapi definisi memori yang sebenarnya itu apa sih? Apakah memori hanya menyimpan hal-hal rumit seperti rumus matematika yang pernah kita pelajari saja? Bahkan rumus matematika saat SMA saja sudah tidak ingat! Jadi memori kita menyimpan informasi atau hal seperti apa?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas kita perlu memahami dulu bahwa memori merupakan proses pengkodean, penyimpanan, dan pengambilan informasi. Hal ini mencakup informasi faktual dan umum yang kita dapatkan, pengalaman mengenai peristiwa yang kita alami, serta keterampilan yang kita miliki.
Nah dari penjelasan di atas sudah cukup jelas bahwa memori manusia tidak hanya menyimpan hal-hal rumit saja. Semua gambaran mengenai apa yang dapat diterima dan dirasakan oleh panca indera manusia akan tersimpan di dalam otak dan kemudian disebut sebagai memori.
Di samping itu, penyimpanan memori pada otak kita juga memiliki memiliki strukturnya sendiri. Beberapa hal mungkin akan kita simpan dalam memori sepanjang hidup, tetapi ada juga beberapa hal yang kita lupakan, bahkan mungkin kita tidak menyadari bahwa hal itu pernah terjadi di hidup kita.
Struktur Memori
Memori manusia terbagi menjadi tiga struktur, yakni sensory memory, working memory atau short-term memory, dan long-term memory. Struktur memori tersebut merupakan model paradigma dari Atkinson dan Shiffrin yang disempurnakan oleh Tulving dan Madigan.
Sensory memory adalah penyimpanan informasi yang singkat dalam suatu cara yang khusus. Sistem ingatan sensorik ini mencatat informasi yang masuk melalui salah satu atau kombinasi dari panca indra. Misalnya ketika kecil saat kita pertama kali membaca salah satu surat dalam Al Quran, kita tidak dapat dengan cepat mengingat kembali ayat-ayat dari surat yang kita hafal karena dalam satu surat terdapat banyak ayat di dalamnya. Namun bila kita terus berlatih atau sering membaca surat tersebut secara berulang, informasi tentang ayat-ayat tersebut akan berpindah ke sistem ingatan jangka pendek.
Working memory atau yang sering kita sebut juga sebagai short-term memory merupakan tempat dimana kita menyimpan memori jangka pendek yang diteruskan dari sensory memory. Beberapa bagian dari short-term memory bisa menghilang ketika yang lainnya diteruskan kepada long-term memory. Menghilangnya short-term memory ini dapat terjadi karena informasi yang kita dapatkan tidak kembali kita ingat secara berulang.
Long-term memory merupakan struktur terakhir yang kita punya. Memori jangka panjang ini dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama, bahkan bisa menjadi hal yang permanen. Ingatan yang disimpan pada long-term memory merupakan peristiwa atau hal yang sangat berarti bagi kita di sepanjang hidup. Misalnya seperti ketika kita pergi beribadah ke tanah suci. Kejadian tersebut akan menjadi memori yang berjangka panjang karena tentu sangat berkesan bagi kita semua untuk beribadah ke Baitullah.
*
Sayangnya sampai saat ini para psikolog belum menemukan batasan tentang seberapa banyak hal dan informasi yang dapat kita simpan dalam memori. Lalu mungkin selanjutnya kalian akan berfikir bahwa “Wah berarti wajar dong jika saya menjadi seseorang yang cepat lupa atau sulit untuk mengingat sesuatu? Kapasitas memori manusia saja belum ada yang tahu, sangat mungkin kan kalau beberapa ingatan saya menghilang?”
Jangan salah, meskipun kapasitas memori manusia belum diketahui, masih ada banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk memperkuat daya ingat kita. Bonusnya, kita malah bisa sekaligus beribadah kepada Allah Swt. Caranya yakni dengan membaca Al-Qur’an, memang apa sih korelasinya?
Mendengarkan atau membaca Al Quran dapat mengurangi pelepasan hormon norepinephrine dan kortisol. Hal ini menyebabkan adanya efek psikologis seperti tingkat kecemasan yang menjadi rendah dan efek fisiologis seperti menurunnya tekanan darah, detak jantung, serta meningkatnya asupan oksigen ke otak. Kemudian pada efek-efek tersebut dapat membuat kita merasakan ketenangan sehingga aliran darah ke korteks dapat berjalan maksimal.
Kondisi rileks atau tenang tersebut dapat meningkatkan kemampuan superlearning yang nantinya akan memudahkan kita dalam mempelajari informasi baru, mengingat informasi, serta menyimpan informasi tanpa mengeluarkan usaha yang berlebih. Jadi daya ingat kita menjadi meningkat dan akan bekerja secara maksimal.
Nah, sekarang sudah cukup mengerti kan betapa canggihnya otak kita? Selain itu kita juga dapat memahami sekarang bahwa Allah Swt memberi banyak sekali kemudahan bagi kita untuk mendapatkan apa yang kita tuju. Maka dari itu, hendaknya kita harus selalu bersyukur karena telah menjadi bagian dari Islam.
Referensi
Sabarini, Rini. (2018, Agustus 24). Re: 5 Contoh Kasus Memori Jangka Pendek. Retrieved from https://dosenpsikologi.com/contoh-kasus-memori-jangka-pendek
Lestari, D. (2017). Pengaruh Murrotal Al Quran Terhadap Working Memory Remaja. (Skripsi, Universitas Sumatera Utara, 2017). Diakses dari http://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/18072/121301022.pdf?sequencs=1
Julianto, V., Estem, M. B. (2011). The effect of reciting holy qur’an toward short-term memory ability analysed trought the changing brain wave. Jurnal Psikologi, 38 (01), 17-19. doi: 10.22146/jpsi.7661
Kalat, J.W., (2014). Biopsikologi: edisi 9 buku 2 (Terjemahan). Jakarta: Penerbit Salemba Humanika
Bhinnety, M. (2015). Struktur dan proses memori. Buletin Psikologi, 16 (02), 74-88. doi: 10.22146/bpsi.7375
Thoha, S. T. (2019, Desember 3). Re: 5 Komputer yang Tercanggih Itu Bernama Otak. Retrieved from https://albinaa.sch.id/komputer-yang-tercanggih-itu-bernama-otak
