f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
tumor payudara otak ganas

Hidup Bahagia Bersama Tumor di Dada

Tumor/kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi nomor dua di dunia. Sedangkan di Indonesia, 1 dari 6 kematian terjadi karena tumor/kanker atau menjadi penyebab kematian nomor lima di bawah stroke, hipertensi, diabetes, dan gagal ginjal kronis. Tumor/kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok banyak orang di Indonesia. Biasanya orang yang divonis terkena penyakit tersebut akan langsung down. Hal itu terjadi karena sampai saat ini tumor/kanker terkenal sebagai penyakit yang belum ada obatnya dan tidak dapat sembuh.

Pemikiran sebagian besar orang yang percaya bahwa penyakit tumor/kanker belum ada obatnya dan tidak dapat sembuh itu tidak semuanya benar. Banyak memang kasus penderita tumor/kanker yang pada akhirnya meninggal dunia setelah berjuang. Tetapi apakah tidak ada yang sembuh? Jawabannya tentu ada, dan tidak sedikit. Ada banyak orang yang bisa kita ambil sebagai contoh penderita tumor/kanker yang akhirnya mereka sembuh.

Mereka yang sembuh adalah orang-orang yang mau berjuang dan percaya bahwa mereka bisa sembuh. Di Indonesia, ada beberapa nama yang bisa kita jadikan sebagai contoh. Seperti Bapak Zainudin yang sembuh dari kanker laring, Ibu Martini Lim yang sembuh dari kanker payudara, Dr. Felicia Zahida, MSc yang sembuh dari kanker payudara, Ibu Indah yang sembuh dari kanker indung telur dan sekarang menjadi ketua Paguyuban Relawan Yayasan Kanker Indonesia cabang Yogyakarta.

***

Melalui nama-nama di atas kita bisa belajar dan percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, semua pasti bisa sembuh! Lebih jelasnya mengenai nama-nama tersebut kita bisa mencarinya di internet, pengalaman mereka sembuh dari tumor/kanker sudah ada di banyak tempat.

Mungkin, dari sekian banyak orang masih ada yang berpikir bahwa mereka yang sembuh jumlahnya tidak sebanding dengan yang meninggal. Ya, tidak bisa kita pungkiri memang demikian faktanya. Tetapi apakah lantas kita harus menyerah dengan keadaan? Tentu tidak! Bagi penderita tumor/kanker, semangat hidup bahagia adalah nomor satu dan itu adalah kuncinya.

Baca Juga  Mengenang Munir, Aktivis HAM yang Dicintai tapi Dilenyapkan

Kita bisa belajar dari Chadwick Boseman, aktor pemeran Black Panther yang tetap bisa hidup bahagia walaupun menderita kanker usus. Bahkan ia bisa berperan dan menyelesaikan beberapa film, salah satunya adalah Black Panther yang berhasil memecahkan rekor box office dengan meraup keuntungan sekitar 218 USD. Di Indonesia sendiri, kita bisa belajar dari Ria Irawan. Artis senior Indonesia ini begitu semangat dan gigih melawan kanker. Salah satu hal yang bisa membuat penderita kanker dari kalangan masyarakat biasa tetap percaya dan semangat adalah bagaimana Ria Irawan berobat. Ria Irawan berobat menggunakan BPJS kelas 3. Ya, anda tidak salah baca, BPJS kelas 3! Bahkan Ria Irawan mengatakan bahwa ketika menggunakan BPJS pelayanannya tetap bagus.

Belajar dari Ibu Suminar

Tumor/kanker tidak mengenal siapa yang mereka serang. Tidak memandang status sosial, pekerjaan, jabatan, maupun dari mana anda berasal. Siapapun bisa terkena tumor/kanker, tidak terkecuali di sebelah selatan kota Yogyakarta dan lebih tepatnya di daerah Bantul. Ada seorang ibu bernama Suminar yang pada akhir tahun 2019 memperoleh diagnosa tumor di rongga paru. Bayangkan, seorang ibu dari desa yang merasa badannya sehat-sehat saja dan tidak pernah sakit parah sama sekali tiba-tiba mendapatkan diagnosa tumor di rongga paru.

Sedih, pasti. Apalagi saat pertama kali mendengar hal tersebut. Tetapi, seiring berjalannya waktu. Ibu Suminar terus dan tetap semangat menjalani pengobatan. Pertama, beliau menjalani operasi pengangkatan tumor. Setelah itu menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali dan terapi sinar atau radioterapi. Beliau menghabiskan hari-harinya untuk menjalani pengobatan dengan semangat untuk sembuh. Pada saat menjalani pengobatan tersebut beliau juga masih aktif berkegiatan.

Tetangga dan sanak saudara banyak yang penasaran, mengapa Ibu Suminar tidak terlihat seperti orang yang sedang menderita tumor? Padahal itu adalah penyakit ganas dan mematikan. Jawaban beliau sungguh membuat orang yang mendengar akan sangat bersyukur apapun keadaannya dan tetap semangat apapun keadaannya. “Hidup bahagia bersama tumor di dada,” begitu jawaban beliau. Katanya lagi, beliau sudah ikhlas dengan adanya tumor di dalam rongga parunya. Ada atau tidak ada tumor di dalam tubuhnya tidak akan mengubah apapun, beliau akan tetap terus melanjutkan hidupnya.

Baca Juga  Bau Ketiak Berujung Syukur

Bahkan menurut beliau, dengan adanya tumor tersebut beliau malah bahagia. Beliau bahagia karena percaya bahwa Tuhan lebih sayang kepadanya daripada sebagian orang. Mengapa Tuhan lebih sayang kepadanya? Karena dengan tumor tersebut paling tidak beliau sudah tahu jika kemungkinan besar Tuhan sudah akan memanggilnya pulang. Hal itu membuat beliau menjadi sadar dan bisa menyiapkan diri lebih dari yang lain untuk kembali menghadap kepada yang menciptakannya.

***

Jadi, bagi Ibu Suminar menderita tumor bukanlah sebuah kerugian, musibah, maupun bencana. Tetapi sebuah keuntungan, karena beliau secara tidak langsung Tuhan telah memberitahunya untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya. Tidak ada orang yang lebih beruntung daripada orang yang telah memperoleh petunjuk terlebih dahulu jika waktunya pulang telah dekat.

Sebuah pemikiran serta pelajaran yang luar biasa dan seharusnya bisa membuat penderita tumor/kanker memiliki semangat hidup bahagia yang bahkan lebih dari sebelumnya. Hal ini menunjukan bahwa pelajaran bisa kita ambil dari mana saja. Bahkan dari pelosok selatan kota Yogyakarta, Bantul lebih tepatnya.

Lalu, bagaimana Ibu Suminar ini sampai bisa diketahui kisahnya dan dituliskan di sini? Ya, karena saya adalah anaknya. Ibu saya, Ibu Suminar telah meninggal dunia pada hari Rabu 13 Januari 2021 setelah berjuang kurang lebih satu tahun lamanya. Mohon doanya semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa, terampuni semua dosa-dosanya, dan semangat serta pemikiran-pemikirannya yang luar biasa bisa menginspirasi banyak orang. Aamiin.

Bagikan
Comments
  • Wurry Srie

    Ikut berduka cita, semoga almarhumah mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.

    Maret 27, 2021
  • Toriyan

    Tulisan yang inspiratif, penggugah semangat berjuang untuk hidup, lanjutkan dengan tulisan inspiratif lainnya bro,, selanjutnya nantinya dikumpulkan jadi satu buku inspirasi buat indonesia jaya, salam jas merah 😁

    Maret 28, 2021
Post a Comment