f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pepaya,

Berbahagialah Jika Suami Tak Mesra di Whatsapp

Suatu pagi, saya gelagapan tatkala mendapati hp yang biasa diselipkan di bawah bantal tiba-tiba raib entah di mana. Seketika pula saya lompat dari ranjang dan tergopoh-gopoh keluar kamar untuk mencarinya. Dan, betapa terkejutnya ketika mendapatinya sedang lengket di tangan istri saya. “Aduh, aku lupa menghapus percakapan dengan dia semalam,” batin suami dengan sangat menyesal tentunya.

Untungnya, penggalan adegan di atas hanyalah mimpi. Mimpi yang sangat mengerikan, wabil khusus bagi pasangan yang terjebak dalam njlimet-nya kisah perselingkuhan. Seperti yang baru saja dialami oleh seorang kawan.

***

Belum lama ini, kawan saya (seorang suami) bercerita tentang prahara yang dialami dalam biduk rumah tangga yang dibangunnya. Ia terlibat dalam rumitnya hubungan asmara “gelap” dengan seorang perempuan. Dan karena sikap ketidakpiawaiannya dalam memainkan peran ganda, kebusukan yang dilakukan itu pada akhirnya tercium juga oleh istrinya.

Hanya saja, kawan saya ini bernasib sedikit lebih baik karena tidak sampai berujung pada perceraian. Keduanya hanya terlibat dalam percekcokan yang kemudian dapat diakhiri dengan jalan perdamaian. Si istri masih memberinya maaf dan kesempatan. Eits, bukan kesempatan untuk kembali berbuat demikian, tapi kesempatan untuk memperbaiki diri ke depan. Tetapi tentu saja dengan satu konsekuensi, yaitu lunturnya kepercayaan.

Kawan saya mulai menceritakan kejadian yang dialaminya. Awal mulanya sih hanya berbalas status whatsaap. Kemudian berlanjut dengan obrolan yang lebih panjang. Cerita macam-macam, dari mulai pekerjaan, keluarga, hingga akhirnya masing-masing tergugah untuk membuka aib rumah tangga.

Pada level inilah keduanya seolah mendapatkan pelarian atas persoalan yang dialami dengan pasangan mereka. Masing-masing seperti mendapatkan ruang baru untuk melampiaskan unek-unek yang mungkin selama ini mereka pendam. Ada kecocokan nasib yang barangkali mereka rasakan. Dan akhirnya menganggap bahwa permainan ini cukup sehat dilakukan.

Baca Juga  Bersyukur, Jalan Terbaik untuk Bahagia

Ketika dia lebih sering memegang hp daripada sebelum-sebelumnya, saya sejujurnya sudah menaruh curiga. Setiap kali berbincang dengan kawan-kawan lain, mata kawan saya ini tidak pernah lepas dari layar kaca mininya. Saya sendiri mau mengingatkan tidak cukup memiliki keberanian karena minimnya data yang dipunya. Ya sudah, selama masih dalam batas “kewajaran”, saya coba biarkan saja.

***

Karena bagaimanapun juga, hal-hal yang berbau perselingkuhan ini sungguh melenakan. Pada level yang sudah kebablasan, kita akan terjebak pada situasi yang membuat kita lupa diri dan akan semakin sulit keluar dari lubang ini.

Wasapan, meskipun hanya berisi candaan atau rayuan murahan ternyata bisa memberi efek candu yang sangat memabukkan. Dan akhirnya tanpa disadari akan mengubah perilaku keseharian.

Hape yang sebelumnya biasa diletakkan sembarangan, tiba-tiba jadi tak pernah lepas dari genggaman. Ke mana pun pergi, hape selalu turut serta. Bahkan ke kamar mandi pun dibawa. Ketika ditanya, pekerjaan selalu menjadi alasan utamanya. Padahal hanya menunggu pesan rahasia dari si rumput tetangga.

***

Pola komunikasi dengan istri  cenderung berubah. Tetapi perubahan ini justru positif. Biasanya menjadi lebih care dan lebih mesra dari sebelumnya. Pesan whatsapp yang biasanya cuma di-read saja atau paling mentok dijawab dengan huruf “Y” semata, kali ini bisa dibalas dengan panjang dan berbusa-busa. Tidak lupa disertai emoticon dan stiker penuh cinta.

Perihal emoticon ini, saya coba kupas kenapa hal ini bisa terjadi. Ketika kita mengetik pesan, sering kita sertakan emoticon untuk mengekspresikan perasaan. Emoticon ketika chatting dengan selingkuhan sudah barang tentu demikian. Bahkan lebih heboh mungkin malahan. Dan asal tahu saja, emoticon itu secara otomatis tersimpan dalam riwayat pengiriman.

Baca Juga  Tempe Mendoan dan Pencarianku (1)

Coba bayangkan, suatu ketika istri yang sudah kepalang curiga dengan perubahan tingkah laku suaminya, pura-pura kehabisan kuota pinjam hp kita. Katakanlah, untuk tanya resep masakan kepada ibu mertua. Lha, pas mau kirim emoticon peluk jauh buat mami tersayang, si istri mendapati riwayat emoticon di hp kita penuh dengan lope-lopenya. Bisa timbul prahara dong pastinya.

Akhirnya, untuk mengantisipasi hal terburuk ini terjadi, emoticon yang sudah dikirimkan kepada si doi dikirimlah pula kepada istri tercinta. Tentu saja agar istri tidak lagi curiga ketika membuka hape kita. Trik jitu kan?

Trik inilah yang rupanya dilakukan oleh kawan saya. Tetapi, sepinter-pinternya menyembunyikan bau keteknya, tetap akan tercium juga. Dan akhirnya, terbongkar sudah kebusukan yang beberapa bulan terakhir ini disembunyikan dari istrinya.

***

Jadi, jangan kepalang senang dan berbangga diri dengan sikap manis dan perhatian dari suami. Apalagi jika perubahan itu tiba-tiba terjadi. Bisa-bisa itu hanyalah kedok untuk menutupi kebusukan yang sudah dilakukan selama ini.

Sebaliknya, buat para istri yang memiliki suami yang cuek dan terlihat kurang perhatian atau sebaliknya, Anda layak berbahagia. Bisa jadi, di balik sifatnya yang menjengkelkan dan tidak wasapable ini tersimpan kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab besar terhadap keluarga. Asal di rumah dia tak mesra dengan hapenya, ada pertanda baik bahwa hati pasangan tidak mendua.

Bagikan
Post tags:
Comments
  • Desirahma

    Sebuah inspirasi yang menggugah😊

    November 28, 2020
Post a Comment