Apa Untungnya Hafal Al-Qur’an? Ini Jawabannya
Jika seluruh umat Islam mengetahui keuntungan bagi orang yang hafal Al-Qur’an, pasti ia akan bersegera menghafal dan bersemangat dalam menghafalnya; serta siap menghadapi segala kendala dan rintangan selama menghafal Al-Qur’an.
Orang yang hafal Al-Qur’an adalah orang yang beruntung, baik di dunia maupun di akhirat. Banyak sekali firman Allah Swt dan hadis nabi Muhammad Saw yang menerangkan; keutamaan dan keuntungan orang yang hafal Al-Qur’an, baik di dunia maupun di akhirat, di antaranya:
Orang yang hafal Al-Qur’an adalah orang yang paling baik
عن عثمان ابن عفان رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: خيركم من تعلم القرآن وعلمه (رواه البخاري)
Diriwayatkan dari Utsman bin Affan ra, nabi Saw bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori)
Orang yang hafal Al-Qur’an adalah keluarga Allah
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال رسول الله صل الله عليه وسلم: إن لله أهلين من الناس, قال يا رسول الله: من هم؟ قال: هم أهل القرآن آهل الله وخاصته (أخرجه أحمد وابن ماجه)
Dari Anas bin Malik ra berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas bertanya: “Siapa mereka itu wahai Rasulullah?.” Rasulullah Saw menjawab “Mereka adalah Ahlul Qur’an (orang yang membaca dan menghafal Al-Qur’an). Mereka adalalah keluarga Allah dan orang yang istimewa bagi Allah,”(HR. Ahmad dan IBnu Majah).
Orang yang hafal Al-Qur’an adalah kekasih Allah
Dari Umar ra, bahwa Nabi Saw bersabda: “Orang-orang yang hafal Al-Qur’an itu adalah wali-wali (kekasih) Allah. Siapa yang memusuhi mereka, berarti memusuhi Allah, dan siapa yang mengasihi mereka, berarti mengasihi Allah.” (HR. Dailami).
Mmemperoleh penghormatan dari Rasulullah Saw
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah Saw mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah Saw mengecek kemampuan mereka membaca dan hafalan Al-Qur’an mereka, bertanya pada setiap laki-laki dari mereka, sejauh mana hafalan Al-Qur’annya.
Kemudian Rasulullah Saw juga memberikan pertanyaan kepada seseorang yang paling muda, “Berapa banyak Al-Qur’an yang telah engkau hafal, hai fulan?” ia menjawab: aku telah menghafal surah ini dan ini, serta surat Al-Baqarah. Rasulullah Saw Kembali bertanya: “Apakah engkau hafal surah Al-Baqarah?” Ia menjawab: Betul. Rasulullah Saw bersabda. “Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu”.
Salah seorang dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan menghafal surah Al-Baqarah semata karena takut aku tidak dapat menjalankan isinya.
Mendengar komentar itu, Rasulullah Saw bersabda: “Pelajarilah Al-Qur’an dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajarinya kemudian dia tidur dan dalam dirinya terdapat hafalan Al-Qur’an-adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik.” (HR. Tirmidzi).
Akan dipakaikan mahkota dan kedua orangtuanya dipakaikan jubah kemuliaan di akhirat
Dari Buraidah ra Nabi Saw bersabda: “Siapa yang menghafal Al-Qur’an, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orangtuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orangtuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia.” Kemudian kedua orangtuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini? “Lalu disampaikan kepadanya, “disebabkan anakmu mengamalkan Al-Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah ra, Nabi Saw bersabda: “Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, “kamu kenal saya? Sayalah yang membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang hari… “kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya dan kedua orangtuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orangtuanya menannyakan, “Ya Allah, dari mana kami bisa diberikan pakaian seperti ini?” kemudian dijawab, “Karena anakmu belajar Al-Qur’an.” (HR. Thabrani)
Orang yang hafal Al-Qur’an adalah orang yang mulia
Nikmat menghafal Al-Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu.“Barang siapa yang membaca (hafal) Al-Qur’an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan padanhya.” (HR. Al-Hakim)
Mendapatkan pahala yang berlipat ganda
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan, dan kebaikan itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf”. (HR. At Turmudzi)
Karena begitu pentingnya menghafal Al-Qur’an, para salaf shalih tidak membolehkan seseorang mempelajari ilmu sebelum menghafal Al-Qur’an. Imam Auza’I memerintahkan seorang pemuda untuk menguasai Al-Qur’an terlebih dahulu sebelum mempelajari ilmu-ilmu yang lain.
Yuk, bagi kita yang belum mulai menghafal, mulailah segera mungkin. Dan bagi anda yang sudah mempunyai hafalan, maka rawatlah hafalan anda. Selayaknya sebuah tanaman, apabila mendapat perawatan dengan benar, mendapatkan air dan pupuk, pasti tumbuh menjadi indah dan kokoh.
Begitupun ayat-ayat yang anda tanam dalam ingatan, perlahan-lahan akan tumbuh menjadi banyak. Maka merawat hafalan juga perlu, agar kuat dan mengakar dalam ingatan. Hingga nanti anda membacakannya saat menghadap Rabbmu dengan senyum yang menawan.
Mahasiswa Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka, Jakarta
