f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
analisis swot layangan

Analisis SWOT, Ikhtiar Kecil sebelum Memutuskan Layangan

“Kamu bawa dia ke Cappadocia? It’s my dream! Not her! My dream, Mas!”

Siapa yang tidak tahu potongan dialog tersebut? Layangan Putus telah menjadi bahan pembicaraan di seluruh penjuru negeri. Tua, Muda, Wanita maupun Pria, semuanya telah menjadi penonton setianya. Meskipun bukan seseorang yang setia menunggu minggu demi minggu, pastilah kita menjadi salah satu orang terpapar potongan adegannya melalui sosial media. Serial ini menceritakan tentang perselingkungan yang dilakukan oleh seorang suami bernama Aris bersama Lidya (selingkuhan Aris) terhadap istrinya, Kinan.

Belakangan, banyak warganet yang mulai menyuarakan kekhawatirannya di linimasa media sosial. Para singelillah semakin takut untuk menikah, meragu pada kebaikan pasangannya sendiri, hingga was-was rumah tangganya akan hancur dihujam perselingkuhan seperti kisah cinta nyaris sempurna dalam serial “layangan putus”.

Sebelum berujung pada sebuah keputusan untuk melepaskan layangan yang sedang digenggam, ada beragam ikhtiar yang bisa dilakukan oleh pasangan suami istri untuk menyelamatkan sebuah pernikahan yang sedang dijalani.

Dalam ranah ilmu komunikasi, kami mengenal istilah analisis SWOT. Umumnya, analisis SWOT digunakan untuk merancang strategi bisnis dalam suatu perusahaan. Istimewanya, teknik ini juga bisa digunakan untuk menganalisis sisi positif dan negatif dalam hubungan suami istri. Melalui teknik ini, kita dapat saling mengenal visi misi pasangan, serta kekuatan dan kelemahannya.

Pernikahan memang bukan sebuah bisnis, tetapi analisis SWOT dapat menjadi alat yang berguna dalam menciptakan kesadaran dan memposisikan diri kita untuk kesuksesan pernikahan jangka panjang. Prioritas utama bagi pasangan manapun adalah menciptakan tujuan untuk hubungan yang dibangun. Tujuan-tujuan itu adalah deretan hal penting bagi pasangan, tetapi pada akhirnya harus mengarah pada pernikahan yang penuh cinta, kedamaian, dan kegembiraan. Tidak timpang.

Baca Juga  Pandemi Mengubah Tradisi Penghormatan Kita

Sebelum melakukan analisis SWOT, pasangan suami istri sebaiknya menentukan tujuan pernikahannya terlebih dahulu. Jika tujuan telah ditentukan, kita bisa melanjutkan ke bagian pembuatan matrix (bagan) SWOT.

Analisis SWOT dalam Pernikahan

SWOT terdiri dari empat bagian yakni, Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Kesempatan) dan Threat (Ancaman). Proses analisisnya biasa dilakukan dengan melihat semua kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada untuk mewujudkan tujuan dari pernikahan yang kita dambakan.

Poin pertama adalah Strength. Pada bagian ini, pasangan diharuskan untuk menuliskan kekuatan yang ada di dalam diri masing-masing. Misalnya, kita adalah seseorang yang komunikatif, mampu berdiskusi dengan baik, pekerja keras, memiliki latar belakang agama yang mumpuni maupun seorang pribadi penuh kasih sayang. Maka kekuatan dari dalam diri tiap pasangan harus dimaksimalkan dan digunakan untuk membangun rumah tangga yang sakinah.

Selanjutnya adalah Weakness. Pada bagian ini kita diarahkan untuk menuliskan kelemahan diri sendiri dan pasangan. Mungkin kita akan merasa gengsi atau sulit mengakui kelemahan diri sendiri, padahal hal ini cukup bermanfaat bagi sebuah hubungan. Menuliskan kelemahan bukan berarti menunjukkan kelemahan kita pada pasangan, lebih dari itu, kita sedang bertanggung jawab atas kelemahan diri sendiri dan bersedia melakukan upaya untuk menjadi lebih baik.

Berlanjut ke bagian Opportunity. Pada bagian ini, kita bisa saling mencari kemungkinan dari luar, yang bisa membantu menyelamatkan pernikahan kita. Misalnya, tujuan pernikahan kita adalah hidup bahagia berlandaskan agama. Kemudian kita mendapati lingkungan yang suportif, dekat dengan kegiatan kajian islami dan lain sebagainya. Hal itu dapat menjadi salah satu contoh yang dapat ditulis pada bagan opportunity.

Terakhir adalah Threat. Hal ini berisi tentang ancaman atau kemungkinan buruk yang terjadi dari sisi eksternal dalam hubungan yang kita bangun. Misalnya campur tangan orang lain dalam pernikahan kita, mantan kekasih yang masih berhubungan dekat dengan pasangan, dan lain sebagainya. Hal ini perlu diwaspadai. Setiap pasangan harus mampu terbuka pada pasangan lainnya agar terhindar dari kesalahpahaman. Jangan sampai kecurigaan tidak berdasar malah menjadi bumerang bagi pernikahan kita sendiri.

Baca Juga  Aborsi Bukanlah Kejahatan, Melainkan Hak bagi Perempuan
Menahan atau Memutus Layangan

Melakukan analisis SWOT serta memilah manfaat dan mudharat dalam sebuah hubungan merupakan sebuah upaya untuk menyelamatkan layangan yang hampir raib agar tidak terputus.

Islam memang mengizinkan perceraian, tetapi Allah membenci perbuatan tersebut. Itu artinya, bercerai adalah pilihan terakhir bagi pasangan suami istri ketika memang tidak ada lagi jalan keluar lainnya. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 227 yang berbunyi, “Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,” (2: 227)

Perceraian merupakan hal yang wajib dilakukan saat suami atau istri melakukan perbuatan keji dan tidak mau lagi bertaubat. Hingga perbuatan-perbuatan keji tersebut akhirnya mematahkan kepercayaan diantara suami dan istri.

Dalam contoh kasus layangan putus, Kinan telah berusaha menekan egonya dan memberikan kesempatan kedua pada Aris untuk memperbaiki hubungan yang hampir kandas tersebut. Namun, Aris tidak melakukan upaya untuk memberbaiki hubungan tersebut dan tetap mempertahankan Lidya sebagai selingkuhannya. Hal ini jelas bukan win win solution dan tidak memberikan banyak kemanfaatan bagi Kinan, maka dari itu, perceraian dirasa lebih baik dilakukan daripada mempertahankannya.

Pada akhirnya, menahan atau memutus layangan yang kita genggam adalah pilihan. Setiap pribadi berhak menentukan kebaikan bagi hubungannya dengan pasangan. Tidak pernah ada paksaan untuk mempertahankan atau melepaskan. Jika memang hal buruk tak kunjung menemukan jalan keluar, anggap saja memtutuskan layangan adalah sebuah pintu menuju kebaikan serta menyelamatkan dari hal buruk yang lebih berbahaya dan kerusakan yang lebih parah. Namun jika masih banyak hal baik yang bisa diwujudkan, maka mari kita tegakkan badan dan kembali bertahan melawan badai yang sesekali datang menerjang. Karena sejatinya, tak ada badai yang tak usai.

Bagikan
Post a Comment