f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pjj

Aktivitas Paling Diminati Perempuan Milenial Selama di Rumah Saja

Oleh : Sri Ardiningsih*

“Ramadhan kali ini tidak seru, tidak ada sholat terawih berjama’ah, tidak bisa ngabuburit, bahkan tidak bisa kepasar untuk membeli kebutuhan sahur dan berbuka selama ramadhan” hal ini yang dikeluhkan oleh setiap orang saat-saat menyambut bulan ramadhan, baik itu dikalangan anak-anak, remaja dan orang tua.

Di samping itu, para orang tua dan remaja selama Ramadhan di rumah tidak melakukan aktifitas memasak, makan, minum, ngemil seperti hari-hari biasanya, terlebih lagi kondisi yang mengharuskan setiap orang berdiam diri di rumah saja semakin menanbah jumlah kaum rebahan. Terutama generasi-generasi milenial menjadikan puasa sebagai alasan malas gerak (Mager). Waktu seharian hanya digunakan untuk menunggu waktu sahur dan berbuka puasa.

Kondisi rebahan di rumah saja semakin didukung oleh teknologi yang menjadikan dunia dalam genggaman. Bahkan di era revolusi 4.0 ini orang-orang tidak harus bergeser dari tempat pembaringannya untuk mendapatkan informasi di berbagai belahan dunia. Melakukan aktifitas transaksi dan berniaga hanya menggunakan gadget di tangan mereka, membuka ruang diskusi dan pembelajaran secara daring tanpa harus bersusah payah keluar rumah. Era digital menjadikan aktifitas kaum milenial menjadi serba instant. Era di mana segalanya dapat diakses di rumah saja.

Aktivitas Paling diminati Perempuan Milenial

  1. Hobi Belanja Online

Sebuah fakta yang menelisik dari tulisan seorang digital marketer mengenai perilaku konsumsi milenial “Seluruh Milenial menghabiskan uang sekitar US$600 triliun setiap tahun. Diprediksi di tahun 2020 akan naik menjadi US$1400 triliun setiap tahun. Dari total Milenial yang ada di dunia, 58% Milenial bisa dibilang hobi banget berbelanja, 65% lebih doyan kuliner, dan sisanya 20% merambah dunia travelling.(Rasyid Sarwono, February 12, 2018).

Baca Juga  Saudagar Perempuan yang Suka Berderma (1)

Berbelanja adalah hobi yang sangat melekat dengan aktifitas kaum perempuan. Perempuan dan belanja adalah dua hal yang selalu disandingkan. Ketika ada pembicaraan tentang shopping perilaku belanja maka sudah barang tentu yang dibicarakan adalah perempuan, begitupun sebaliknya ketika pembicaraan perempuan maka shopping melekat dengan identitasnya. Maka tak heran apabila pandangan subyektif mengenai aktifitas berbelanja dilekatkan dalam diri perempuan.

  1. Gemar Menonton Film

Dilansir dari tulisan Rizky Ridho Pratomo di akun Rumah Millenials (2019) sebuah data survey menunjukkan bahwa dari 138 responden yang dilibatkan dalam survey ada sekitar 58,7 % perempuan sedangkan laki-laki sebanyak 41,3% yang gemar menonton film dengan responden terbanyak 54, 3 % merupakan mahasiswa dan 35,5 % adalah pekerja”. Dari data ini menunjukkan bahwa kebanyakan perempuan dan mahasiswa lebih gemar menonton televisi untuk mengisi waktu luang mereka.

  1. Bermain Handphone

Sebagaimana fenomena yang muncul di kalangan sosial saat ini bahwa pengguna handphone bukan hanya orang-orang berkepentingan saja, akan tetapi hampir setiap orang di berbagai kalangan usia sudah lekat dan bergantung pada benda elektronik yang satu ini. Bagi beberapa orang, handphone bisa digunakan untuk menanbah pundi-pundi perekonomian dengan membuka lapak jualan online. Beberapa di antaranya menggunakan handphone untuk membaca E-book dan article karena lebih mudah dibawa kemana-mana dan mempermudah access informasi. Namun kebanyakan di antaranya menggunakan handphone untuk aktifitas yang tidak produktif sama sekali, seperti hal nya menonton youtobe dengan konten-konten unfaedah, chattingan yang tidak penting, atau bermain game secara online maupun offline.

  1. Minat Baca

Sebuah hasil survey terhadap kebiasaan pengguna gadget di Indonesia yang dilansir dari tulisan Adhitya Wibawa Putra di akun Gadgetren (2019) yang melibatkan 1.120 responden menunjukan bahwa sebanyak 93% digunakan untuk mengambil foto. 87 % digunakan untuk menelepon, 72 % digunakan untuk chatting, dan 63% digunakan untuk mengambil video. Lalu pertanyaannya kemudian, adakah yang menggunakan dagdet untuk mengakses informasi dan membaca buku elektronik /e-book ?.

Baca Juga  Hearing VS Listening, Apa Bedanya?

Berikut ini fakta minat baca masyarakat Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara, dengan kata lain minat baca masyarakat Indonesia hanya sekitar 0,01 % (Suara.com). fakta-fakta dalam penelitian ini tidak sebanding dengan jumlah pengguna gadget dan internet yang digunakan oleh masyarakat Indonesia.

  1. Minat menulis perempuan millenials

“Cobalah jalan-jalan ke toko buku, lihat ribuan buku yang terpajang disana, lalu lihat nama penulisnya. Bandingkan, mana yang lebih banyak, penulis lelaki atau perempuan ?”. Pertanyaan menggelitik dari penulis best seller Ahmad Rifa’i Rif’an dalam bukunya yang berjudul “Perempuan nggak nulis buku ? Rugi banget”. Hal ini benar adanya bahwa hanya sebagian kecil saja buku-buku yang kita dapati di pasaran yang penulisnya adalah perempuan, walaupun itu buku-buku yang memuat tentang persoalan perempuan, yang seharusnya perempuan lebih paham mengenai hal tersebut. Seperti, Hermaneutika Gender ; Perempuan dalam Tafsir Bahr al-muhith ditulish oleh M. faisol. Buku “ Makin cantik dengan berhijab” ditulis oleh Abdul Malik Qashim. Kemudian beberapa buku motivasi lainnya seperti “The perfect Muslimah”, “Ketika Muslimah Jatuh Cinta”, “Shalihah, cerdas, Gaul”, “Muslimah Mandiri” buku-buku tersebut ditulis oleh Ahmad Rifa’i Rif’an.

Tulisan-tulisan semacam itu adalah hal-hal sederhana yang berkenaan dengan diri dan kepribadian perempuan yang bisa menjadi motivasi, dan seharusnya perempuan lebih paham dan lebih mahir menyajikkannya dalam karya tulis.

Membaca dan menulis adalah aktifitas yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang selama pandemi virus corona. Dibandingkan menonton, membaca jauh lebih efektif merancang kemampuan berimaginasi seseorang. Itulah yang dikatakan oleh salah seorang dosen sastra Universitas Negeri Mataram. Memanfaatkan waktu luang dengan membaca jauh lebih bermanfaat dan lebih efisien untuk meningkatkan kecerdasan. Di samping itu membaca juga mampu mengusir kejenuhan selama berdiam diri dirumah.

Baca Juga  Perlukah Alat Ukur Kebahagiaan?

Ada banyak manfaat membaca untuk kesehatan psikis seseorang. Di antaranya; membaca mampu menciptakan rasa empati pada sesama, mampu memberikan rasa nyaman dan ketenangan karena dengan membaca mampu memberikan sensasi rileks dan menurunkan tekanan darah sehingga menurunkan stress dan depresi; selain itu membaca juga dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi dan fokus (suara.com).

Semakin banyak dan semakin sering seseorang membaca maka akan termotivasi untuk menghasilkan karya-karya tulis. Sebab dari bacaan-bacaan tersebut merangsang imaginasi untuk melahirkan gagasan. Seseorang dapat menulis sesuai dengan minat dan kemampuannya masing-masing. Misalnya bagi yang hobi membaca karya sastra atau fiksi maka bisa menghasilkan tulisan-tulisan sastra seperti; diari, puisi, cerpen, atau bahkan menulis pengalaman pribadi. Bagi yang senang membaca tulisan-tulisan ilmiah atau karya-karya academik lainnya maka perpotensi untuk melahirkan karya-karya ilmiah. Begitupun yang senang membaca buku-buku motivasi maka akan mendorong untuk melahirkan karya-karya serupa. Pergunakan waktu selama di rumah dengan hal-hal produktif seperti menghasilkan karya-karya bermanfaat merupakan nikmat luar biasa selama ramadhan. Wallahu’alam

*) Sri Ardiningsih : Ketua Bidang IMMawati DPD IMM NTB

Bagikan
Post a Comment