f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kaum perempuan

Penghargaan untuk Kaum Perempuan

وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ

وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (71

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّٰتِ عَدْنٍ ۚ

(72) وَرِضْوَٰنٌ مِّنَ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

71.  Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

72.  Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (At Taubah ayat 71-72)

***

Begitu indah kalamNya, barangsiapa yang mampu mengambil sebuah pelajaran di dalamnya tentu akan berbahagia pada setiap langkah yang ia jalani di dunia. Pembukaan yang saya tuliskan dalam permulaan itu telah menjadi saksi, antara mukmin laki-laki dan mukmin perempuan agar memiliki peran yang sama.

Mereka dituntut menjadi mukmin sejati. Kemudian, apa sajakah yang patut kita garis bawahi dalam menapaki hidup ini, utamanya mindset yang kembali di hayati dan kita buktikan lewat laku dan tindakan.

Sebagaimana yang telah di tuliskan Prof. Hamka dalam bukunya berjudul “Buya Hamka berbicara tentang perempuan”, di sana beliau menjelaskan surat At Taubah ayat 71 bahwasannya, apabila kita pandang ayat-ayat ini dari seginya, niscaya akan kelihatan bahwa kedudukan perempuan mendapat jaminan yang tinggi dan mulia. Sama-sama memikul kewajiban dan sama sama mendapat hak. Pahit dan manis beragama sama-sama ditanggungkan.

Baca Juga  Pentingnya Prinsip Kesetaraan dalam Rumah Tangga Menurut Islam

Pertama ialah dalam menegakkan agama (amar makruf nahi munkar). Sebab Rasul telah mengingatkan berulang kali bahwasannya apabila amar makruf dan nahi munkar tidak tegak lagi dalam suatu masyarakat, akan berakibat pada keruntuhan masyarakat.

Kedua ialah kewajiban shalat dan mengeluarkan zakat. Di sinilah peran sosok teladan Umahatul Mukminin Khadijah yang telah mandiri secara finansial, istri Rasulullah ini bahkan telah melepaskan orang berniaga hingga ke negeri Syam dengan harta bendanya sendiri.  Maka di dalam Islam, hak atas harta benda tersebut tidak dicabut, dan berhak memilikinya sendiri. Yang dengan demikian, ia wajib berzakat.

Ketiga ialah kewajiban berpuasa dan berhaji. Dan hal ini tentu sudah sangat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa perempuan memilki andil yang sama ketika dia wajib berpuasa dan berhaji sesuai nunan syari’at pada waktu yang telah ditentukan pula.

***

Lalu, ketika sosok perempuan menjadi pendamping laki-laki, bagaimanakah perannya? Ba’dhuhum auliyaa’u ba’dhin, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Saling menjaga, saling membela dan saling menyemangati satu sama lain. Sehingga, bukan mukmin laki-laki saja yang bisa menaikkan martabat dalam jiwa dan imannya. Perempuan pun dapat melakukan hal yang serupa. Sehingga mereka kedua, bisa besar di bidang masing-masing.

Tercatatlah dalam sejarah Rasulullah, betapa penting artinya sikap yang diambil oleh istri tercinta di saat-saat yang menentukan. Istri mukminah tidak suka menonjolkan diri, seperti penggunting pita yang membuka suatu bangunan baru sebagai “show”. Akan tetapi, mereka mengambil peranan di saat yang penting dan genting, sebagaimana sikap yang diambil oleh Khadijah di zaman Mekkah dan Ummu Salamah di zaman Madinah. -Buya Hamka-

Sebagaimana ungkapan, “Perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya baik, baiklah negara. Dan jika mereka bobrok, bobrok pula negara” (Anonim) Hal ini menunjukkan begitu besar peran menjadi perempuan yang baik, yang mampu menjadikan sorotan, di mana mereka menjadi tonggak berdirinya kabaikan dalam suatu negara.

Baca Juga  Perbincangan Childfree dan Keterkaitannya dengan Isu Gender

Dan ketika kita sebagai perempuan mukmin mengetahui apa saja yang patut kita taati, maka akan ada buah kebaikan dari setiap gerakan yang dilakukan. Jangan pernah ragu atas apapun yang telah dijanjikan oleh Sang Pencipta kita, sebab itu benar adanya. Kini, giliran kita yang masih dianugerahi napas dan juga nikmat sehat untuk terus menebar kebaikan di dunia. Menghiasa dengan berbagai warna kebajikan, memaksimalkan peran.

Maka, ketika peran telah dipegang, kendalikanlah apa yang menjadi amanah dari Allah ini. Jadilah sosok perempuan yang menginspirasi, bahkan di sektor yang kasat mata. Telah tampak betapa dahsyat penghargaan kelak yang akan diterima oleh perempuan manakala ia dengan baik menjaga amanah yang telah Allah titipkan kepadanya. Semoga kita dimampukan untuk menjadi perempuan mukminah.

Bagikan
Post a Comment