f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
dalam

Rasionalisasi Cinta dalam Islam (1)

Banyak orang yang berkata dalam banyak bentuknya mengenai apa makna cinta dan apa maksudnya. Ada yang mereka mengungkapkannya dengan lagu, puisi, syair, dan lain sebagainya. Di mana seakan orang juga menjadi “mabuk” gara-gara cinta ini. Entah kenapa menjadi mabuk? Mabuk yang sama seperti minum khomer ataukah bagaimana? Sungguh aneh memang jika bicara tentang cinta ini.

Cinta memang memabukan karena kalau sudah terkena cinta, orang akan menjadi lupa diri dan hilang akal. Seakan-akan karena ia telah minum minuman yang memabukan. Cinta memang buta, karena orang kalau sudah terkena cinta ini dia menjadi buta mata, buta akal sampai buta pula hati terkadang. Inilah bahayanya.

Cinta juga adalah pengorbanan, karena apapun yang dimilikinya siap dikorbankan bagi kekasih yang dicintainya itu. Hingga matipun rela dilakukan. Tindakan nekat dilakukan. Sekali lagi inilah bahayanya. Entah kenapa bisa begitu, tidak ada satupun jawaban yang didapatkan.

****

Istilah cinta begitu sulit untuk didefinisikan, di dalam KBBI saja, cinta memiliki makna yang beragam mulai dari suka, sayang, rela dan kasih. Entah mana yang lebih tepat, yang jelas semuanya tepat.

Jikapun kita disuruh bicara soal Sejarah cintapun, rasanya memang tidak ada sejarah yang pasti karena memang cinta itu hanya sebatas “naluri”. Tetapi kenapa cinta itu dinamakan “cinta” juga sulit rasanya untuk ditelusuri. Namun berikut beberapa hasil penelusuran penulis yang mungkin mampu memberikan penjelasan yang lebih baik untuk mencoba menyikapi soal ini lebih rasional, sehingga tidak selalu terbawa nuansa yang emosional.

Sekilas Sejarah Cinta

Di dalam kitab Loan Words in Indonesia and Malay kata “cinta” dicatat sebagai kata yang berasal dari bahasa Sansekerta. Di mana cinta dalam bahasa Sansekerta adalah kata benda yang diartikan sebagai pikiran, kecemasan, keperdulian dan pertimbangan akan sesuatu.

Baca Juga  Urgensi Perempuan Muslim dalam Literasi Digital

Pertalian ungkapan cinta yang dimiliki perbendaharaan kata bahasa Indonesia dan bahasa Sansekerta juga dapat ditilik dari kemiripan frase metaforis yang diturunkan dari kata cinta di kedua bahasa itu. Jika di dalam bahasa Indonesia ada ungkapan “jatuh cinta” yang artinya “suka atau mabuk rasa”, di dalam bahasa Sansekerta ada ungkapan cintapara yang artinya hanyut dalam pikiran. 

Selain itu asal-usul alternatif untuk kata cinta yang lain dihadirkan oleh Alif Danya Munsyi, alias Remy Silado dalam bukunya 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing. Remy menuturkan perihal melintasnya bahasa Spanyol dalam jagat perbahasaan Indonesia.

Disebutkan bahwa sekolah modern pertama yang dimulai di Indonesia bagian timur, yaitu Ambon 1563 lalu mulai menyebar ke Manado. Kemudian kata cinta mulai muncul sebagai salah satu kata serapan dari bahasa Spanyol yang telah melalui proses akulturasi dengan kebudayaan setempat sehingga mengalami pergeseran makna.

Dalam bahasa Spanyol kata cinta berarti “pita” di mana pita itu sendiri berasal dari bahasa Portugis fita. Cinta diartikan sama dengan kasih karena pengaruh kebiasaan di Indonesia Timur yang meresmikan sebuah pertunangan dengan mengikat “tali kasih” yang terbuat dari “cinta”. Di mana yang dimaksud dengan “cinta” di situ adalah pita yang terbuat dari bahan kain berwarna merah yang merupakan perlambang dari darah.

Mengikat dan Putus

Peresmian pertunangan ini disebut juga “mengikat tali cinta” dan apabila pertunangan itu putus maka akan disebut “putus tali cinta”. Di dalam perkembangannya kedua ungkapan itu berubah menjadi mengikat cinta dan putus cinta. Itulah sebabnya kenapa ada istilah putus dan nyambung dalam urusan percintaan itu.

Di dalam bahasa jawa sendiri istilah cinta disebut dengan tresno atau asmoro yang memiliki makna suka atau cinta itu. Sehingga di dalam bahasa jawa hanya sekedar pengalihan kata saja yang memiliki makna yang sama. Seperti asmoro itu hakikatnya sama saja dengan asmara di dalam bahasa Indonesia yang artinya cinta juga.

Baca Juga  Membincang Hak-Hak Perempuan dalam Islam

Kemudian, pembahasan lebih filosofis jika kita mengambil pemaknaan cinta di dalam bahasa Arab. Di mana di dalam bahasa Arab cinta didefinisikan dengan ungkapan mahabbah. Mahabbah sendiri dapat berasal dari kata Al-hubb yang berarti putih atau murni. Selain itu dikatakan juga bahwa cinta berasal dari kata Al-hubbab yang berarti gelembung di atas permukaan air ketika hujan lebat karena cinta itu dapat mengelembungnya hati ketika ia haus untuk bertemu dengan kekasihnya.

****

Lebih lanjut, dikatakan juga bahwa cinta berasal dari kata hibb yang berarti tempat yang di dalamnya ada air, manakala ia penuh, maka tidak ada tempat lagi bagi yang lainnya. Demikian pula manakala hati telah diluapi dengan perasaan cinta, maka tiada lagi tempat selain sang kekasihnya itu.

Dengan demikian di dalam bahasa Arab cinta dengan istilah mahabbah memiliki makna sesuatu keadaan yang putih lagi murni, yang dapat menggelembungkan hati dan seperti tempat air di mana apabila sudah terisi dengan kekasih yang dicintainya itu maka tiada tempat lain bagi selain kekasihnya itu.

Begitulah sejatinya pendekatan cinta dari berbagai literatur kebahasaan. Mana yang benar tidak ada yang lebih pasti. Karena yang pasti bahwa cinta itu benar adanya dan benar dapat terasa terlebih bagi seluruh insan manusia.

Bersambung …

Bagikan
Post a Comment