Dinamika Perempuan dalam 3 Peran: Menikah, Bekerja, dan Kuliah
“Selesaikan kuliah dulu, baru menikah“
“Selesaikan kuliah dulu, terus bekerja, baru boleh menikah“
“Memangnya kalau menikah saat masih duduk dibangku kuliah tidak menghambat masa studimu? Bisa-bisa kuliahmu akan terhenti di tengah jalan karena menikah“
Begitulah kira-kira stigma masyarakat yang masih menghantui pada era modern ini. Seolah-olah Perempuan tidak memiliki kesempatan yang sama seperti laki-laki dalam menggapai cita-cita. Nyatanya, Perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam meraih cita-citanya terutama dalam dunia pendidikan, dan dalam mengembangkan ekonomi agar menjadi erempuan berdaya. Sejalan dengan alasan inilah banyak perempuan yang akhirnya menggabungkan peran sebagai seorang istri, pekerja, dan mahasiswa.
Menjalani kehidupan sebagai perempuan multitasking adalah perjalanan yang rumit, unik, dan menantang. Tetapi banyak perempuan yang mampu menunjukan kehebatanannya mengelola semuanya secara bersamaan. Dengan begitu, akan memberikan peluang pada perempuan untuk pertumbuhan pribadi dan melatih keprofesionalan diri yang luar biasa.
Menikah adalah sebuah pilihan hidup yang berharga. Dalam islam menikah dianggap sebagai langkah yang dianjurkan karena merupakan bentuk dari menyempurnakan separuh agama. Namun apakah menikah menjadi penghalang bagi kita untuk bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi? Dan apakah menikah juga akan menghambat kita dalam berkarir?
Semua ini adalah sebuah pilihan hidup yang mungkin banyak kita temui disekitar kita. Bagi sebagian orang ada yang memilih untuk menunda menikah demi menyelesaikan studinya, ataupun sebaliknya. Namun, tak sedikit pula yang menggabungkan peran menjadi seorang istri, pekerja, dan mahasiswa.
Apapun yang menjadi pilihan mereka, tidak bisa kita hakimi secara sepihak dengan mendukung salah satu pilihan tersebut dan menyalahkan atas pilihan yang lain. Ada faktor internal yang memengaruhi setiap keputusan yang mereka pilih. Dan tentunya setiap keputusan yang mereka pilih sudah atas dasar kesepakatan bersama sebagai sebuah komitmen. Maka berikanlah dukungan pada setiap keputusan yang mereka pilih.
Manajemen Waktu yang efisien dan efektif
Menyeimbangkan antara pekerjaan tugas rumah tangga, pekerjaan di tempat kerja dan kuliah memerlukan keterampilan dalam manajemen waktu yang efisien dan efektif. Jadi, mulailah untuk membuat rencana harian yang efektif mulai dari pagi hingga malam. Tidak hanya sampai di situ, untuk bisa membuat manajemen waktu yang efektif juga perlu membuat perencanaan jangka pendek. Seperti atur jadwal shift pekerjaan yang bisa menyesuaikan dengan jadwal kuliah, serta menyediakan quality time untuk keluarga.
Pada jangka menengah dan jangka panjang; membuat perencanaan yang matang atau menargetkan tahun lulus kuliah, dan capaian Impian di tempat kerja agar tetap berjalan sesuai koridor. Dalam melaksanakan perencanaan pperlu delegasi dan kolaborasi bersama partner. Karena delegasi dan kolaborasi adalah konsep yang baik dan sangat penting dalam sebuah komitmen berumah tangga.
Setelah memiliki perencenaan yang lengkap, prioritas utama tetap kesehatan badan dan mental, jadi berikan penekanan pada diri betapa penting merawat kesehatan mental dan fisik termasuk istirahat yang cukup dan kegiatan relaksasi untuk mencegah kelelahan dan burnout.
Dukungan Partner dan Sosial yang kuat
Dukungan partner dan sosial dalam menjalani kuliah dan bekerja dapat menjadi pilar penting untuk kesuksesan perempuan dalam mencapai impian dan keseimbangan hidup. Komunikasi terbuka kepada partner dan sosial untuk memahami tujuan pendidikan dan karir pasangan serta merencanakan bersama untuk mencapai tujuan bersama.
Saling memberikan fleksibilitas dan pengertian terhadap jadwal yang padat dan saling mendukung agar tidak terbebani dengan tuntutan ganda, karena suami juga harus memberikan dukungan emosional berupa motivasi ketika menghadapi tantangan akademis dan profesional.
Selain itu, harus melibatkan suami dalam setiap pengambilan keputusan, dan juga menjadikan suami role model yang baik. Dukungan partner dan sosial tentang finansial adalah hal yang paling penting untuk membantu meringankan beban biaya kuliah dan membantu memfasilitasi pelatihan atau keperluan lain guna mewujudkan impian pendidikan dan karir.
Mengelola Stress dan Kesehatan mental
Tantangan ini juga memberikan tekanan pada kesehatan mental. Menjaga keseimbangan antara kebutuhan diri, pekerjaan dan akademis adalah kunci mencegah kelelahan dan stress berlebihan. Menyadari tanda tanda kelahan dan mencari bantuan jika perlu, dalam hal ini suami juga perlu mendapatkan edukasi mengenai Mental Health.
Kemudian, mengintegrasikan relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam atau yoga bahkan sekedar berpergian bersama suami dapat membantu meredakan stress, selain itu menjaga kesehatan fisik melalui olahraga ringan juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental. Selalu berusaha untuk menciptakan komunikasi yang baik dengan suami merupakan bentuk dari mengelola stress, karena komunikasi dalam sebuah hubungan dapat memengaruhi kesehatan mental.
Resilience dan Determinasi
Perempuan yang menjalani peran ganda ini sering memiliki tingkat ketangguhan dan tekad yang tinggi. Mereka menghadapi rintangan dengan sikap positif dan tekad untuk mencapai tujuan mereka. Resilience memungkinkan untuk tetap kuat di tengah tekanan dan belajar dari setiap kesulitan agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi rintangan. Determinasi adalah tekad untuk tetap menyelesaikan pekerjaan, mengejar pendidikan, serta membangun keluarga yang sehat. Hal ini menjadi pendorong utama dibalik keberhasilan dalam menjalani peran ganda.
Menciptakan Kesetaraan di lingkungan kerja dan Pendidikan
Menciptkan kesetaraan di lingkungan kerja dan pendidikan yaitu dengan melibatkan langkah langkah khusus untuk memahami dan mengatasi tantangan yang akan dihadapi. Seperti, menyediakan opsi jadwal yang fleksibel untuk mendukung antara pekerjaan dan pendidikan, menyediakan program dukungan keluarga seperti pendidikan fullday bagi anak atau penitipan anak bila masih kecil.
Inspirasi bagi Perempuan Multitalenta
Meskipun menikah, bekerja dan kuliah menjadi sebuah hal yang menantang, banyak perempuan yang telah membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi. Semangat dalam menjalani peran ganda inilah inspirasi bagi semua untuk menggali potensi maksimal dalam hidup. Dalam menjalani semua itu, akan menjadikan pribadi yang memiliki keseimbangan peran, melatih diri menjadi perempuan berdaya, dan keterampilan dalam manajemen waktu.
Namun perlu untuk diingat, bahwa menjalani 3 peranan ini perlu adanya mental yang siap dalam meghadapi tantangan. Dan keputusan dalam menggabungkan peran ini sudah dikomunikasikan terhadap pihak-pihak yang terlibat dan sudah menjadi keputusan bersama.
Rahmania, dalam artikel ini penulis bukan bermaksud untuk menggurui. Namun ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang saat ini masih mendalami dan menjalani 3 peran ini secara bersamaan. Semoga Allah senantiasa memudahkan setiap perjalanan langkah kita dalam meraih cita dan cinta agar tidak hanya sekedar menjadi cerita.

Seorang mahasiswi yang sekaligus menjadi istri dan karyawati. Pembelajar yang bekerja keras.
@alfidahulfa
