f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
laki-laki perempuan

Islam yang Rahmah Terhadap Perempuan

Oleh : Syahdara Anisa Ma’ruf

Rahmania, seringkali persepsi terhadap perempuan dalam Islam dianggap diskrimintatif. Ayat yang paling sering dikutip untuk menjelaskan hal tersebut adalah dibolehkannya laki-laki menikahi empat orang perempuan. Sebaliknya tidak diperbolehkan perempuan menikahi lebih dari satu orang laki-laki. Hal lain yang tidak kalah penting adalah terkait dengan kepemimpinan. Perempuan dalam beberapa literatur klasik melarang perempuan untuk menjadi pemimpin. Alasan yang sering dijadikan landasan ketidakmampuan perempuan dalam melaksanakan amanah.

Perempuan diasumsikan sebagai sosok yang lemah, lebih menggunakan emosi dari pada nalar atau perempuan dalam masa mensturasi dianggap menghambat aktivitas. Sederet masalah tersebut akan semakin melebar ketika perempuan hanya diperbolehkan di rumah, jika keluar rumah harus ada mahram yang menemaninya. Kejadian ini semakin diperparah ketika adanya pembagian waris. Perempuan mendapatkan setengah dari apa yang didapatkan oleh laki-laki.

Persepsi minor terhadap perempuan sudah ada di zaman jahiliyah sebelum Islam datang. Harkat dan martabat perempuan tidak ada bedanya dengan harta benda. Perempuan pada masa mensturasi harus dikucilkan dari kampung halamannya sendiri. Sebab selama mensturasi perempuan dianggap kotor dan tidak layak hadir dalam masyarakat. Lebih mengerikan lagi, istri yang melahirkan anak perempuan, bayinya lantas dikubur hidup hidup. Alasannya perempuan lahir dianggap aib. Hal Ini dijelaskan dalam An-Nahl ayat 58:

 وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلۡأُنثَىٰ ظَلَّ وَجۡهُهُۥ مُسۡوَدّٗا وَهُوَ كَظِيمٞ ٥٨

Artinya: “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.“

Pertanyaan besarnya adalah apakah ajaran Islam memosisikan perempuan lebih renda dari pada laki-laki? Islam merupakan agama yang rahmatan lil’aalamin. Islam menjunjung tinggi martabat perempuan. Islam mengajarkan nilai kesetaraan, kesalingan dan keadilan. Kelahiran  Muhammad telah membawa perubahan yang sangat signifikan. Bayi perempuan yang lahir diberikan kebebasan untuk hidup yang sama dengan laki-laki. akta ini membuktikan Islam memberikan ruang yang sama antara laki-laki dan perempuan.

Baca Juga  Kisah Juni

Pada zaman rasulullah,  terdapat beberapa kisah perempuan hebat. Mulai dari mereka yang menjadi pengelola pasar, menjadi bidan atau bahkan beberapa hal lainnya. Hanya saja sejarah seringkali menyembunyikan yang mengakibatkan dikotomi peran antara laki-laki dan perempuan seakan jauh berbeda. Seperti Ummu Imarah yang merupakan perempuan dari kalangan Anshar. Dia ikut berjihad di masa Rasulullah. Pada Perang Uhud, dia berperang bersama suaminya, Ghoziyah bin Amru dan dengan kedua anaknya Abdullah bin Zaid dan Hubaib bin Zaid. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang harus diperjelas antara hubungan laki-laki dan perempuan.

Pertama, Laki-Laki dan Perempuan Mengemban Amanah yang “Sama” sebagai Khalifah.

Baik laki laki maupun perempuan sama sama mengemban amanah untuk memakmurkan dan menjaga bumi dengan sebaik baiknya. Dalam QS Al An’am ayat 165, Allah berfirman :

“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah khalifah  di bumi, dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberikan hukuman,  Dan sungguh Dia Maha Pengampun dan Penyayang.”

Allah akan memberikan hukuman baik kepada laki laki dan perempuan yang melakukan kerusakan maupun kedzoliman di muka bumi. Tetapi Allah akan mengangkat derajat baik kepada laki-laki maupun kepada perempuan yang senantiasa menjaga amanah menjadi khalifah dengan bersama sama memakmurkan bumi.

Kedua, Laki Laki dan Perempuan “Setara” di hadapan Allah.

Yang paling mulia adalah bukan laki laki ataupun perempuan. Akan tetapi yang paling mulia di antara laki laki dan perempuan adalah berdasarkan ketaqwannya. Dalam QS Al Ahzab ayat 35, Allah berfirman:

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.

Allah menyediakan ampunan dan pahala baik untuk laki laki dan perempuan. Kunci kemuliaan tersebut adalah berlomba lomba dalam kebajikan. Sehingga Islam memberikan kesempatan kepada setiap laki laki dan perempuan untuk melejitkan potensinya menjadi hamba Allah yang sebaik-baiknya.

Baca Juga  Pemikiran Ekonomi Islam Abu Ubaid
Ketiga, Laki-Laki dan Perempuan “Saling” Bekerja Sama.

Laki-laki dan perempuan di dalam Al-Quran disebutkan sebagai partner untuk saling bekerjasama. Hal  Ini tertuang dalam surah At-Taubah ayat 71:

وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ سَيَرۡحَمُهُمُ ٱللَّهُۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ٧١

Artinya:

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma´ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Kehidupan manusia akan seimbang dengan adanya kerjasama yang baik antara laki-laki perempuan. Perempuan tidak tunduk secara mutlak terhadap perintah laki laki. Akan tetapi, keduanya harus saling bekerja sama dalam rangka mewujudkan kemashlahatan. Ayat tersebut memberikan ganjaran berupa kasih sayang Allah terhadap laki-laki dan perempuan yang senantiasa bekerja sama dalam mencapai derajat ketaqwaan. Tidak ada hegemoni maupun diskriminasi yang berujung pada bentuk kekerasan.

Keempat, Kerjasama yang Baik Antara  Laki -Laki dan Perempuan akan Menciptakan “Sinergi”.

Kesadaran akan kesalingan kerjasama antara laki-laki dan perempuan akan menciptakan sinergi. Istri nabi Khadijah merupakan satu-satunya istri yang tidak dipoligami nabi semasa hidupnya. Setelah wafat Khadijah lah nabi kemudian menikahi lebih dari satu perempuan. Pada masa Khadijah tersebut terlihat bahwa dia memberikan kasih sayang begitu besar pada nabi begitu juga sebaliknya. Khadijah tidak hanya sebagai istri tapi juga sebagai pemodal. Dia yang berada di belakang nabi untuk mendukung dakwah, teruama dari segi pendanaan. Kekuatan sinergi yang produktif dan harmonis akan mencapai keluarga yang lebih berkuliatas baik secara jasmani maupun rohani.

Baca Juga  Ternyata Stalking Si Mamas Boleh loh Ukhti

Dari sinilah bisa diambil kesimpulan bahwa kualitas hidup manusia tentu tidak ditentukan oleh jenis kelamin, akan tetapi kesadaran baik laki -aki dan perempuan bahwa sama-sama mengemban amanah sebagai hamba Allah, sebagai khalifah fil ‘ardh, kesalingan dalam bekerja sama untuk beramar ma’ruf nahi munkar dan menciptakan sinergi, dan di situlah letak posisi perempuan dan laki-laki yang sesungguhnya.

*) Penulis adalah Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah D.I.Y dan Pusat Studi Gender Universitas Islam Indonesia

Bagikan
Post a Comment