f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

SI CAPUNG BELANG (1)

Oleh: Ali Audah

Rumah kami terletak di akses jalan menuju kawasan wisata vulkanik Merapi, dan sekitarnya penuh dengan area persawahan. Sejak masa pandemi Covid 19 ini, saya mempunyai kebiasaan baru. Kini setiap pagi dan sore saya membiasakan diri untuk berjalan di pematang sawah. Lama mendekam di rumah dapat menjenuhkan, dan kegiatan baru ini menjadi hiburan sekaligus menyehatkan badan. Saya belum berani menimbang berat badan, tetapi dari kaca saya dapat melihat pipi semakin penuh dan membulat.

Di sawah milik Pak Slamet, saya duduk melepas lelah sambil mengagumi pemandangan Gunung Merapi. Saat duduk di sana, ada seekor capung yang berbadan lebih besar dari capung pada umumnya. Sayapnya hitam putih berselang-seling. Saya takjub karena capung itu tak ragu bertengger di telapak tangan kanan saya.

Anehnya lagi, seakan ia dapat menatap saya, dan ini membuat saya sedikit terusik. Saya kibaskan tangan, tetapi capung itu kembali bertengger, kali ini di pundak. Anehnya, saya seakan mendengar suara berdengung. Dan sepertinya dengungan ini mempunyai irama C minor. Ini adalah sebuah lagu!

Sejak itu, Saya merasa mendapat teman baru. “Si Capung Belang,’ begitu saya memanggilnya. Ia selalu menghibur dengan dengungan lagu-lagu alam yang luar biasa menggetarkan hati. Saya sangat merasakan bahwa setiap lagu yang diberikan oleh Si Capung Belang ini adalah bernuansa reliji hingga membuat saya terenyuh dan meneteskan air mata.

Tadi pagi saya ke sawah Pak Slamet lagi. Saya duduk dan menunggu Si Capung Belang kembali muncul dan bertengger di tubuh saya. Hingga satu jam saya tak melihat kedatangannya. Lalu siang tadi saya ke sana lagi. Si Capung masih juga tidak menampakkan diri. Sore tadi akhirnya saya tertidur akibat kelelahan. Dalam mimpi datang seorang manusia seperti perempuan yang sangat cantik rupawan. Ia mengenakan busana seperti Ratu Keraton Jawa. “Aku adalah Si Capung Belang,” katanya. Aku tersentak dan terbangun. Sayang aku lupa menanyakan, siapakah dia sebenarnya.

Baca Juga  Setulus Cinta Bumi

*

Sudah sebulan lebih sahabat baruku, Si Capung Belang, tidak muncul. Sejak kedatangannya ke dalam mimpiku itu, ia lenyap tak berbekas. Tak ada jejak sayap-sayapnya di tempat biasanya kami bertemu. Sawah Pak Slamet pun tidak lagi menjadi tempat menarik untuk dikunjungi.

Aku heran, mengapa Si Capung Belang berubah menjadi Ratu cantik dalam mimpiku. Mungkinkah ia benar seorang puteri raja atau bahkan seorang permaisuri? Kalau dia adalah seorang ratu maka sungguh celaka nasibku, nanti aku diburu Sang Raja karena dituduh berselingkuh dengan isterinya. Jika ia adalah seorang puteri raja, mungkin ini pertanda baik. Kebetulan di usiaku yang ke tigapuluh dua ini belum ada satupun kupu-kupu yang mau terbang hinggap di hatiku.

Ibuku sering kesal melihatku membujang terus. “Bapakmu sudah semakin tua, tidak kasihankah engkau jika tidak memberinya seorang cucu?” Aku biasanya langsung pergi tanpa sepatah kata. Bagaimana dapat menjelaskan ke Ibu betapa hancurnya hati ini melihat gadis idaman hati menikah dengan pria tetangga kampung?

Sejujurnya aku selalu berharap agar Jasmin menyadari kesalahan keputusannya untuk meninggalkanku. Usia hubungan kami sudah berjalan lama, dan aku sudah mantap akan mengajukan lamaran, hingga tiba-tiba datanglah kabar mengejutkan itu. Keluarga Jasmin menerima lamaran anak seorang juragan kambing Ettawa, konon untuk menebus banyaknya hutang keluarga mereka kepada sang juragan. Anaknya itu berkuliah di Jakarta, mobilnya mengkilap dan rambutnya selalu berminyak. Beda sekali dengan penampilanku yang lusuh dan biasa berpeluh karena sehari-hari bekerja membajak sawah dengan traktor panjang.

Sejak itu wajahku seperti malam berkabut tanpa rembulan. Aku kehilangan pegangan dan harapan. Setiap hari aku duduk-duduk saja di sawah Pak Slamet untuk menghilangkan kejenuhan di rumah. Hingga bertemu Si Capung Belang. Dan kini ia pun menghilang.

Baca Juga  Si Capung Belang (2)

*

Bersambung….

Bagikan
Post tags:
Comments
  • Syofni Erita

    Mantap cerita si Capung Belang, semoga si Capung bebas terbang menikmati keindahan alam, semoga si Capung sehat dan aman di dunia sana, haha

    November 24, 2021
    • Ali Audah

      Maturnuwun, Mamak Syofni yang super

      November 24, 2021
  • Bagus pak, besok saya diajari buat cerpen ya

    November 24, 2021
  • Amey

    Good job!

    September 29, 2025
Post a Comment