f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
hujan

Pembentukan Karakter

Hari ini merupakan hari yang mungkin sebagian siswa benci, bukan karena teriknya matahari ketika upacara, tetapi karena jadwal mata pelajaran. IPA, bahasa Inggris dan matematika merupakan mata pelajaran pada kelas VII B hari ini. Sebuah perpaduan sempurna untuk membuat kepala berputar tujuh keliling. “Eh Ren, tugas IPA kamu udah selesai belum? Aku sudah ngerjain sih semalam tapi ketinggalan di rumah,” ucap Sherly kepada Reni sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Kok bisa?? Bilang aja kalau belum ngerjain,” balas Reni sambil tertawa meledek.

“Erkk, aku lupa naruh tas. Pinjamin buku tugasmu dong?” jawabnya memelas.

“Yaelah, makanya jangan kebanyakan nonton drama sampai lupain tugas gitu,” sahut Reni sambil memberikan buku pada temannya.

“Baru kali ini aku lupa naruh karena udah ngantuk banget semalam,” jawab Sherly tak mau kalah.

***

Reni adalah salah satu murid yang pandai di kelas dan merupakan saingan Arka dalam hal akademik. Ketika masih SD dulu juga selalu dapat ranking. Reni berasal dari sekolah SD yang berbeda dengan Arka.

Jam pelajaran pertama hari ini adalah IPA. Pak Cahyo seperti mengajak murid berdoa sebelum memulai kelas.

“Reza, silakan pimpin teman-temannya untuk berdoa sebelum memulai pembelajaran kita,” ucap pak Cahyo yang mempersilakan ketua kelas VII B untuk memimpin doa.

“Baik pak. Sebelum memulai kelas marilah kita membaca do’a belajar. “Bismillahirrahmanirrahim, Robbi zidnii ilman nafi’ah Warzuqni Fahman, wa jaalni minassolihin.” Reza memimpin teman-teman berdoa sebelum memulai pelajaran.

“Aaamiin,” ucap guru dan teman-teman mengaminkan do’a Reza.

“Anak-anak, selanjutnya saya akan absen sambil mengumpulkan buku tugas kalian masing-masing sesuai dengan nama di absen ya. Jadi tolong perhatikan dengan baik dan taruh buku dengan teratur,”  tutur pak Cahyo sambil membuka absen kelas.

Baca Juga  Kopi dan Kompromi

***

Satu persatu siswa mengumpulkan buku tugas secara urut sesuai dengan nama di absen. Setelah semuanya selesai, pak Cahyo memulai pelajaran.

“Hari ini kita akan membahas mengenai Adeshi dan Kohesi. Sebelumnya bapak tanya dulu, kalian perhatikan tulisan di papan tulis! Kenapa tinta itu bisa menempel menjadi tulisan sementara air tidak bisa menempel?” tanya pak Cahyo sambil  melempar senyuman kemudian mengedarkan pandangannya kepada murid-muridnya menunggu jawaban.

“Karena tintanya mengandung lem pak,” jawab Reza ngasal membuat gelak tawa teman sekelas.

“Ngawur si Reza, harusnya kan karena tinta memiliki alat perekat di kakinya ya kan Ren,” ucap Sherly sambil menengok ke arah Reni.

“Belum tepat yah anak-anak, tukang spidolnya tidak memberikan lem pada tintanya. Ada jawaban lain? Coba kamu Reni?” Pak Cahyo menunjuk Reni untuk menjawab pertanyaannya.

“Gara-gara kamu jadi ditunjuk gini, kan,” keluh Reni sambil menggaruk tengkuk yang tak gatal yang membuat Sherly menahan tawa di sampingnya.

“Tinta dapat melekat pada papan tulis karena gaya adhesi (tarik menarik molekul yang tidak sejenis) antara papan dan tinta lebih besar daripada gaya kohesi (tarik menarik molekul sejenis) dari tinta, berbeda halnya pada zat cair yang memiliki gaya kohesi lebih besar daripa gaya adeshi,” cetus Reni yakin dengan jawaban yang diberikan.

“Tepat sekali!” Pak Cahyo memuji Reni bersamaan dengan tepuk tangan dari teman-temannya.

Arka yang duduk di bangku urutan kedua hanya menciutkan bibirmu dan memperhatikan pemaparan dari Reni. Arka tersenyum tulus melihat Reni menjawab soal tanpa bertepuk tangan seperti teman-temannya.

***

Sepulang sekolah, Arka mengajak beberapa temannya untuk pergi ke Masjid dan menunaikan shalat dzuhur karena sudah masuk waktunya. Mereka selalu membiasakan shalat di masjid dekat sekolah setelah bel pulang berbunyi. Sejak kecil keluarga Arka mendidiknya dengan didikan agama yang kuat sehingga yang dilakukannya bisa mengontrol dari perbuatan yang menyimpang seperti merokok, mabuk-mabukan, dan juga narkotika.

Baca Juga  Dua Butir Berlian dan Lethina

“Kamu dengar gak, kasus yang ada di SMP sebelah? Katanya ada polisi menangkap murid di situ gara-gara memakai narkoba,” cetus Reza.

“Bagaimana ceritanya?” ucap Sherly sementara dua teman lain ikut mendengarkan cerita mereka.

”Sebut saja si X biar gak ghibah yah. Awalnya hanya coba-coba, bilangnya waktu ditanya dan gak bisa berhenti. Pada puncaknya mereka ketahuan dan menghancurkan diri mereka sendiri,” terang Reza.

“Yah itulah pentingnya kita belajar di masa muda agar kelak cita-cita kita tidak hancur karena pergaulan. Dan kita juga harus dekat dengan agama agar kita bisa terkontrol dari hal-hal yang buruk. Itu disebutkan dalam surah Al-Ankabut ayat 45 “Innasholata tanha anilfahsyai wal munkar (Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar)”. Jadi sudah seharusnya kita menjaga shalat kita agar Allah Azza Wajalla selalu melindungi kita dari perbuatan keji lagi munkar,” jelas Arka dengan semangat.

“Siap pak Ustad,” jawab teman-temannya barengan sambil tertawa.

Reni dan Sherly yang berada di bagian lain masjid tampak merapikan mukenah yang tiap hari dibawa ke sekolah agar bisa shalat tepat waktu. Setelah merapikan barang-barang mereka sudah bersiap untuk pulang.

“Ayo Sher kita pulang keburu hujan,” ajak Reni.

“Ehh iya aku tidak bawa payung kita harus buru-buru pulang. Kamu bawa gak Ren?” ujar Sherly.

“Tidak. Aku juga nggak bawa payung habisnya tadi gak ada tanda-tanda akan turun hujan,” dukung Reni.

***

Gemuruh petir menggelegar disusul dengan rintik-rintik hujan yang kini sudah mulai agak deras.

“Aduh, sudah mulai hujan nih Ren. Gimana kita pulangnya,” ucap Sherly.

“Tenang saja, Sher. Kita usir hujannya saja,” cetus Reni.

Baca Juga  Tidak Jadi Pahlawan

“Caranya bagaimana? Memangnya kamu pawang hujan?” jawab Sherly sambil tertawa.

“Hujan… Hujan…pergilah datang lah di lain hari…

 Hujan… Hujan… Pergilah datang lah di lain hari…”

Reni mulai bernyanyi lagu Dora saat hendak mengusir hujan. Dasar bocah, itukan cuman film bagaimana mungkin bisa berhasil.

 “Wah Ren, hebat benar kamu,” ujar Sherly terkejut dengan hal yang dilihat.

Yang tadinya hujan cukup deras setelah mendengar nyanyian Reni seakan mendengar awan mendengarnya dan kini perlahan-lahan hujannya menjadi reda.

Tiga menit berselang hujan pun berhenti,  mereka pun pulang dengan gembira dan keadaan jalan yang begitu basah.

Bagikan
Post a Comment