f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Eksistensi dan Emansipasi Perempuan Masa Kini

Oleh : Dita Fitria Wati

Perempuan adalah mahkota dunia

Keberadaan atau eksistensi berasal dari bahasa latin existere yang memiliki arti muncul, ada, timbul, memiliki keberadaan aktual. Existere disusun dari ex yang artinya keluar dan sistere yang artinya tampil atau muncul.

Terdapat beberapa pengertian tentang keberadaan yang dijelaskan menjadi 4 pengertian. Pertama, keberadaan adalah apa yang ada. Kedua, keberadaan adalah apa yang memiliki aktualitas. Ketiga, keberadaan adalah segala sesuatu yang dialami dan menekankan bahwa sesuatu itu ada. Keempat, keberadaan adalah kesempurnaan.

Sedangkan emansipasi, sebagai istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat,

Lalu, perempuan adalah sebutan yang digunakan untuk manusia yang berjenis kelamin atau bergender perempuan. Lawan jenis dari perempuan adalah pria atau laki-laki.

Perempuan pada Zaman Rasulullah

Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw membawa bangsa Arab menjadi berkemajuan. Yang mana masa sebelum Islam atau kita kenal zaman jahiliyah banyak terjadi perbudakan dan pembodohan. Dalam sejarah kehidupan Rasulullah, banyak orang-orang yang ikut berperan serta dalam perjuangan dakwah beliau, tak terkecuali para perempuan

Kaum perempuan menjadi memiliki kedudukan khusus dalam tatanan masyarakat Islam. Kedudukannya dengan tidak mengurangi hak-hak mereka juga tidak menjadikan nilai kemanusiaannya lemah.

Sejarah Islam juga mencatat nama-nama istri Rasulullah  yang mempunyai peran luar biasa dalam Islam

1. Khadijah binti Khuwailid (istri pertama Rasulullah SAW)

Khadijah adalah orang pertama yang menyatakan iman atas kerasulan Muhammad SAW. Istri yang menemani dan mendukung kiprah Rasulullah dalam berdakwah, yang selalu ada di saat suka maupun duka, di saat bahagia maupun menderita, di saat mudah maupun susah. Khadijah adalah sosokperempuan yang tangguh, bijaksana dan cerdas. Khadijah bukan hanya menjadi pelipur lara di kala duka, dia juga menyokong dakwah Nabi dengan seluruh tenaga, harta, dan pikiran.

Baca Juga  Implementasi Keadilan Gender dalam Ajaran Islam

2. Aisyah binti Abi Bakar (istri Rasulullah SAW)

Pasti tidak asing lagi jika mendengar nama Aisyah. Aisyah merupakan putri dari Abu Bakar, sahabat Rasulullah. Beliau menjadi istri Rasulullah SAW yang menemaninya hingga beliau wafat. Aisyah menjadi istri yang paling banyak mengahabiskan waktu bersama beliau ketika beliau telah menjadi Rasul. Aisyah juga banyak meriwayatkan hadits Rasulullah, baik itu perkataan perbuatan maupun kebiasaan Rasulullah.

Perempuan Zaman Penjajahan

Dulu perkawinan ada karena kebutuhan. Pada masa penjajahan, perempuan dijadikan budak dan di pekerjakan secara paksa. Kehidupannya begitu nestapa, tetapi kini muncul pergerakan-pergerakan perempuan yang menuntut hak dan keadilan perempuan untuk memperoleh kesetaraan.

Adalah Raden Ajeng Kartini, perempuan yang memperjuangkan emansipasi perempuan. Perjuangannya menuntut agar perempuan juga memperoleh hak berpendidikan, hak bersekolah.

Kartini adalah salah satu tokoh yang mengubah keadaan perempuan secara signifikan. Dari yang awalnya hanya diam dan menurut menjadi pemberani dan menuntut.vLangkah geraknya terbatasi dinding kokoh bernama patriatisme yang mengakar kuat sejak ratusan tahun silam.

Raden Ajeng Kartini, sosok perempuan Indonesia pertama yang berani mendobrak tatanan keningratan bangsawan. Perempuan pada masa dulu, tidak bebas keluar rumah, dipingit, dinikahkan dengan orang yang tidak dikenalinya, bahkan siap menerima untuk dimadu.

Kartini sendiri juga dijodohkan dengan seorang Adipati. R.A Kartini menjadi lebih toleran dengan menanggalkan egonya dan menjadi manusia yang mengutamakan transendensi. Setelah menikah Kartini mendirikan sekolah keperempuanan untuk memajukan para perempuan pribumi, tujuannya untuk  memberikan akses pendidikan yang layak.

Kamudian ada juga Siti Walidah, nama kecilnya, merupakan tokoh penggerak perempuan Islam. Istri dari Kyai Haji Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah) adalah sosok inspiratif.

Di tangan Walidah, organisasi perempuan Islam sangat berkembang dan berperan penting di Indonesia. Berkatnya, eksistensi organisasi perempuan masih bertahan dan tersohor sampai saat ini. Walidah sering disebut perempuan kesuksesan di balik layar suaminya KH. Ahmad Dahlan sebagai  tokoh pergerakan Islam pendiri Muhammadiyah.

Baca Juga  Victim Blaming : Beban Ganda Perempuan setelah kekerasan seksual

Ia merupakan sosok perempuan yang cerdas dan memiliki kemampuan dakwah sedari kecil. Perempuan ini menyandang gelar tokoh nasional dari presiden atas jasanya. Sebuah film berjudul Nyai Ahmad Dahlan pun pernah dirilis untuk mengangkat perjuangan Nyai Walidah.

Perempuan Era Revolusi Industri 4.0

Dalam menjalani hidup, perempuan memerlukan eksistensi dan emansipasi untuk berkehidupan yang lebih layak. Perempuan masa kini menuntut emansipasi untuk layak berkontribusi. Di era modern ini sering kali banyak perempuan yang salah mengartikan bagaimana eksistensi dan emansipasinya sesuai kodratnya. Sebagian besar perempuan belum bisa menerapkan hal itu dalam kehidupan nyata.

Mungkin persepsi perempuan sekarang sudah bergeser, perempuan pada jaman dahulu sangat dilindungi dan tertutup, di mana perempuan ibarat perhiasan yang disimpan dan dijaga oleh pemiliknya, mereka di simpan di dalam rumah dihargai sebagai sosok yang lembut, melakukan tugas-tugas pokok sebagai perempuan, memasak, melayani suami, mengerjakan tugas rumah dan lain-lain.

Itu merupakan bentuk nyata eksistensi perempuan jaman dulu. Tetapi sekarang banyak perempuan yang ingin menunjukkan eksistensinya kepada dunia, bahwa mereka tidak lemah, mereka juga kuat dan pemberani. Namun sebagian dari mereka menyalah artikan hal itu. Di era revolusi industri 4.0 banyak perempuan yang sudah memiliki karir cemerlang, pendidikan tinggi, dan turut serta dalam dunia perpolitikan. Bahkan ada juga yang menjadi pemimpin negara.

Alih-alih globalisasi yang membawa perubahan, peradaban pun telah mengarah ke Barat. Kaum perempuan diarahkan dalam kehidupan yang tumpah-ruah karena tuntutan zaman. Saat ini, sebagian besar masyarakat dimanjakan dengan kecanggihan alat-alat elektronik.

Hari ini perempuan digiring untuk mengikuti trend, seolah menjadi kebutuhan utama, kemudian mereka diarahkan dalam kehidupan yang lebih hedonis dan konsumtif. Perempuan hari ini dituntut lebih mandiri. Salah satu wujud emansipasi di era modern ini adalah ketika perempuan tidak menggantungkan hidup kepada siapapun.

Baca Juga  Menakar Seberapa Tinggi Derajat Keikhlasan dalam Beribadah di Bulan Ramadan

Emansipasi perempuan pada dasarnya bukan sekedar menyetarakan antara hak laki-laki dan perempuan. Makna yang sebenarnya adalah bagaimana perempuan bisa maju dan berkarya dari waktu ke waktu tanpa menghilangkan jati dirinya.

Bagikan
Post a Comment