Geliat Ekonomi Masyarakat Sektor UMKM di Tengah Pandemi Covid-19 (3)
Oleh: Dyah Pikanthi Diwanti*
UMKM adalah usaha produktif yang dikelola baik perseorangan atau badan usaha yang telah memenuhi kriteria, penetapannya seperti usaha jasa, kuliner, dan lain sebagainya.
Jumlah UMKM yang tersebar di Indonesia sebanyak 62,9 juta sehingga dapat dikatakan bahwa perkembangannyamencapai 99,2%. UMKM yang dimaksud seperti perdagangan, pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, bangunan, komunikasi, hotel, restoran dan jasa.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Bab 1 Pasal 1, menerangkan bahwa usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro.
Usaha kecil adalah usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha bukan merupakan anak cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau besar yang memenuhi kriteria usaha kecil.
Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan.
Melihat kondisi yang terjadi saat ini, apalagi menjelang di bulan Ramadhan, laju perekonomian yang biasanya sangat meningkat tajam karena tingginya kebutuhan pokok masyarakat, akan berdampak signifikan karena adanya wabah ini.
Dikutip dari perkataan Hilda Kitty, Head of Marketing Facebook di Indonesia, saat membagikan Ramadhan Insights 2020 secara live streaming “80 persen masyarakat punya kekhawatiran akan tertular virus corona sampai bulan Ramadhan. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh bisnis adalah mengubah cara komunikasi pemasaran agar lebih relevan dengan kondisi saat ini”
Adapun solusi yang bisa digeliatkan terkait fenomena di atas di antaranya: memanfaatkan media sosial sebagai channel utama pemasaran. Di tengah himbauan menjaga social distancing, media sosial dapat menjadi salah satu cara dalam mempromosikan produk atau usaha yang di miliki.
Banyak UMKM di Indonesia yang saling bantu usaha satu sama lain. Di mulai dengan aktif menceritakan produk dan usaha/storytelling produk , memberikan promo, minta bantuan jasa untuk promosikan usaha sehingga hello effect atau kesan pertama pemasaran mengena pada konsumen.
Selanjutnya bagi UMKM dapat melakukan perencanaan ulang pendapatan dan pemangkasan anggaran. Melihat kembali rencana anggaran biaya menjadi hal yang wajib dipantau di masa ini. Pemilik usaha harus dapat memilah pos anggaran mana yang menjadi prioritas dan melakukan penyesuaian anggaran dengan kondisi saat ini.
Fitur budgeting yang ada di Jurnal akan membantu pemilik usaha membuat pos anggaran pemasukan dan pengeluaran sebagai acuan saat mendata realisasi penjualan dan pengeluaran operasional, sehingga margin keuntungan dapat terkontrol. Sementara melalui fitur Laporan Laba Rugi, pemilik usaha dapat menganalisa laporan pendapatan dan biaya.
Upaya lain adalah senantiasa melakukan monitoring pelaku bisnis yakni dengan melakukan transaksi perbankan secara online di rumah. Melalui fitur Cash Link pada Jurnal, pemilik usaha dapat melakukan rekonsiliasi bank secara otomatis tanpa perlu repot mengunjungi kantor fisik.
Jurnal akan menampilkan ringkasan rekonsiliasi bank pada semua akun kas dan bank, serta perubahan saldo kas dan bank yang belum dicatat. Selanjutnya, memperhatikan stok ketersediaan barang dengan cek status persediaan barang secara berkala dan real time. Menggunakan fitur Inventory Jurnal, pemilik usaha tidak hanya menghitung persediaan barang, tetapi juga mengetahui harga jual beli rata-rata, dan menginformasikan ketersediaan stok saat itu juga.
Hal yang menjadi perhatian juga adalah Perlunya intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak terutama yang memiliki unit usaha.
Adanya himbauan mengenai karantina wilayah dan kekhawatiran masyarakat terhadap wabah ini mengakibatkan pembatasan akses masyarakat dalam perdagangan yang merupakan ancaman bagi UMKM.
Oleh karena itu, dengan adanya intervensi dari pemerintah dapat memudahkan pelaku usaha seperti penangguhan pembayaran kredit/pembiayaan, kemudahaan dan peningkatan efektifitas program kredit usaha rakyat (KUR).
Sehingga Arus kas menjadi unsur paling penting dalam bisnis sehingga pemilik usaha harus mampu mengelola uang tunai secara optimal. Saat ini, pemilik usaha ada yang menjadi terhambat dalam melakukan penagihan dan pembayaran kepada mitra karena biasa dilakukan manual tatap muka.
Maka penggunaan software akuntansi online seperti Jurnal, bisa membantu usaha membuat dokumen penagihan dan pembayaran dengan mudah. Faktur dapat dikirim atau diterima otomatis melalui e-mail sebagai pemberitahuan resmi kepada mitra usaha untuk melakukan transaksi tanpa perlu bertemu pelanggan secara fisik.
Fitur Jurnal Pay juga memudahkan pemilik usaha menerima pembayaran dari pelanggan.
Jadi, starting poin dalam tulisan ini menegaskan bahwa perekonomian terdampak akibat dari adanya COVID-19 seperti penurunan omset pada UMKM memberikan ancaman bagi pelaku usaha yang menjadikan kelesuan perekonomian saat ini.
Maka solusi konkret yang bisa diikhtiarkan salah satunya bagaimana mencipta adanya sinergi antara pelaku UMKM dan pemerintah sebagai pengatur dan pengambil kebijakan sehingga mampu menghadirkan kebajikan dalam realisasinya.
UMKM dapat meningkatkan inovasi-inovasi baru dan kreatifitas dengan memanfaatkan social media dan teknologi lainnya agar tetap terjaga pembelian dari pelanggan serta perlunya intervensi pemerintah seperti penangguhan atau rescheduling dalam kredit atau pembiayaan mengingat adanya self quarantine mengakibatkan kurangnya masyarakat yang membeli secara langsung dan belum tentu semua UMKM yang memaksimalkan sistem informasi /IT.
Padahal jika melihat kebiasaan masyarakat Indonesia pada saat menjelang Ramadhan seperti saat ini, tingginya permintaan akan kebutuhan pokok, semestinya perlu diseimbangi dengan adanya gerakan yang cepat dan tepat dari pelaku usaha dan pemerintah.
Semoga wabah virus ini segera berlalu sehingga denyut kehiduoan masyarakat kembali berjalan normal dan insyaAllah atas ijinNya pemulihan atas dampak yang terjadi dari adanya wabah virus ini dapat segera berangsur membaik. Aamiin,,
Wallahu a’lam bishashawab.

Penulis adalah Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Mahasiswa Program Doktoral Universitas Airlangga Surabaya
