Langkah Ekonomis Pencegahan Stunting
Stunting merupakan pertumbuhan yang tidak normal akibat adanya kurang gizi sejak dalam kandungan dan berlangsung lama. Hal ini menjadi masalah serius karena kurangnya asupan gizi, seperti pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Persoalan ini menjadi lebih serius karena indonesia berada pada posisi ke-17 dari 117 negara yang mengalama permasalahan gizi.
Sedangkan melalui al-Quran dan sunah, Islam mengajarkan agar manusia menjadi kuat dan bermanfaat bagi orang lain. Maka, kondisi stunting menjadi persoalan yang serius untuk ditangani agar umat Islam menjadi kuat. Sebagaimana firman Allah Swt.,
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدً
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” [QS an-Nisā’ (4): 9]
Penyebab Stunting
Stunting bisa terjadi karena beberapa hal, pertama kurangnya kelayakan rumah, seperti dalam sanitasi dan kondisi air yang tidak memadai. Kedua, adanya kualitas makanan yang rendah yang diberikan pada anak. Ketiga, kurangnya kebersihan dalam makanan dan minuman dan kurang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Keempat, adanya penyakit infeksi, seperti diare, cacingan, serta infeksi dan peradangan yang menyebabkan kurangnya nafsu makan anak.
Kelima, kurangnya kesehatan saat ibu hamil. Keenam, pola asuh yang kurang baik, seperti adanya kurang stimulasi dan aktivitas yang membantu pertumbuhan anak. Ketujuh, pemberian ASI yang kurang memadai. Adapun penyebab stunting pada tataran komunitas adalah berkaitan dengan politik ekonomi, budaya masyarakat, sistem pertanian dan pangan, dan beberapa hal lainnya.
Langkah Pencegahan Stunting
Terdapat beberapa bagian yang perlu menjadi perhatian besar mengenai stunting. Hal ini akan menjadi tanggung jawab keluarga, seperti bagaimana melakukan pencegahan stunting ketika ibu sedang hamil dan sudah melahirkan.
- Pencegahan stunting oleh ibu hamil, meliputi:
a. Mengonsumsi makanan tinggi protein, seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan. Selain itu, tidak lupa sayuran hijau, bauh-buahan, serta biji-bijian. Dalam hal ini, keluarga perlu menyesuaikan dengan kondisi masing-masing, seperti berkaitan dengan ketersediaan finansial.
b. Rutin memeriksakan kondisi kehamilan
c. Jika perlu, mengonsumsi tablet tambah darah
d. Memperbanyak minum air putih untuk menjaga kondisi tubuh Pencegahan stunting yang perlu dilakukan orang tua
2. Pertama, memberikan ASI eksklusif 6 bulan pada anak. Kedua, memberikan MPASI sesuai dengan umur bayi. Variasi makanan MPASI yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, serta mineral. Ketiga, rutin periksa ke dokter untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan, serta status gizi pada anak. Keempat, melakukan secara lengkap imunisasi wajib dan tambahan. Kelima, memberikan stimulasi pada bayi sesuai dengan usianya. Keenam, memastikan lingkungan rumah dalam keadaan bersih untuk ditempati. Hal ini juga termasuk pada bagaimana memasak makanan sendiri dengan mengontrol kebersihan makanan. Ketujuh, jika bayi sakit, segera ke rumah sakit atau dokter agar memperoleh penanganan.
3. Pendidikan kesehatan juga menjadi titik penting dalam mencegah stunting. Pendidikan kesehatan ini meliputi kelas parenting dan manfaat media sosial. Pertama, mengikuti kelas parenting akan memudahkan orang tua untuk mengetahui informasi utuh mengenai tumbuh kembang anak. Adapun media sosial saat ini juga sudah banyak yang menyediakan informasi seputar kesehatan ibu dan anak. Konten media sosial tentu akan mudah diakses, namun tetap perlu memperhatikan kebenaran informasi.
4. Dalam mencegah stunting juga terdapat peran ayah yang perlu berperan aktif dalam mengasuh dan memberikan dukungan pada ibu. Selain itu, orang tua perlu memberikan contoh bagaimana mengonsumsi makanan sehat dan menciptakan suasana yang baik agar anak tertarik pada makanan.
Mencegah Stunting adalah PR Semua Pihak
Pencegahan stunting menjadi PR bagi semua pihak. Dimulai dari pemerintah dalam hal kebijakan soal pangan, program bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, serta beberapa kebijakan lainnya.
Sementara masyarakat perlu untuk terus melakukan kegiatan posyandu, pelatihan kader kesehatan, serta kampanye stunting. Beberapa hal ini saling berkaitan dan saling mendukung, maka perlu untuk terus mengevaluasi kebijakan pemerintah, lingkungan sekitar, serta kondisi masing-masing keluarga.
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.
