f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
refleksi dan resolusi

Yang Kurang dari Refleksi dan Resolusi Akhir Tahun Kita

Pergantian tahun dari 2022 ke 2023 tinggal hitungan hari. Bak sebuah budaya, digagas berbagai kegiatan baik secara pribadi atau secara kolektif bersama bertajuk refleksi. Kegiatan muhasabah diri akan kegiatan, capaian, kontribusi, dan berbagai dinamika dalam setahun yang telah terjadi. Memilah, mana yang perlu diinsafi, dikoreksi, diperbaiki, hingga mana yang perlu ditingkatkan lagi.

Tak hanya sebatas refleksi, menyambut tahun baru kita terbiasa menyusun sebuah resolusi. Menarget capaian baru yang akan kita raih di tahun itu, hingga mereduksi hal-hal buruk yang mungkin cukup mengganggu bila terus berlalu. Sebuah dinamika tahunan yang terus bergulir sebagai budaya positif bagi mereka yang benar dalam merefleksi dan menyusun resolusi terbaik bagi kehidupannya esok hari.

Kesadaran Terhadap Bumi dan Lingkungan Sekitar

Namun berbicara tentang refleksi dan resolusi, ada beberapa poin penting yang perlu ditumbuhkan dalam setiap pribadi. Poin ini adalah tentang menyadari, bahwa bumi dan lingkungan yang kita tempati adalah warisan terbaik yang bisa kita beri untuk anak cucu kita nanti. Warisan yang sedari hari ini kita terkadang lupa dan abai untuk merawatnya agar tersuguh indah ketika mereka menerimanya nanti.

Poin akan kontribusi dan peran kita tentang kelestarian lingkungan jarang termaktub dalam refleksi dan resolusi akhir tahun ini. Padahal, dewasa ini isu lingkungan menjadi momok serius yang cukup menghantui kehidupan manusia sehari-hari. Bahkan akan pemindahan ibukota negara pun erat kaitannya dengan kerusakan lingkungan yang terjadi. Maka, sudah saatnya refleksi ini pun perlu kita refleksi untuk melahirkan pribadi yang lebih bersahaja di tahun berikutnya.

Meresolusi pribadi menjadi lebih peka akan kelestarian lingkungan perlu kita mulai dari hal terdekat dan tererat yang kita sering lupa. Tentang menghemat air di saat menggunakannya, mematikan lampu saat tak seharusnya menyala, dan berbagai aksi hemat energi yang erat kaitannya dengan keseharian kita. Pun dengan setiap hobi dan kebiasaan yang kita punya, coba kita refleksikan apakah ada yang perlu kita perbaiki agar tak berakhir penyesalan belaka.

Baca Juga  “Beauty Privilege” itu Bentuk Pelanggaran HAM!

Sesederhana menggunakan tumbler untuk air minum kita dalam aktivitas sehari-hari. Di ruang kelas, ruang kantor, dan pusat kegiatan dihadirkan fasilitas isi ulang air minum. Maka dengan sendirinya budaya membawa botol minum pribadi itu akan terbangun. Budaya itu pun akan jauh lebih hemat ketimbang membeli air minum kemasan yang kita pahami kurang ramah pada lingkungan sekitarnya.

Menjaga Lingkungan dari Hal Terkecil

Pun pada hobi para pemuda masa kini. Ketika mereka menyisihkan waktu libur untuk menjelajah dan mendaki gunung, setiap sampah dan limbah yang timbul juga perlu diperhatikan. Jangan sampai terlihat pecinta alam dan lingkungan, namun nyatanya justru berkontribusi pada kerusakan dan penurunan kualitas lingkungan yang mereka jelajah sebelumnya. Pasalnya, lingkungan gunung tak seperti pemukiman padat penduduk yang ada petugas kebersihannya.

Lewat rumah-rumah setiap kita, para ibu rumah tangga juga dapat berkontribusi besar bagi kelestarian lingkungan. Seperti artikel yang pernah saya tulis sebelumnya, dengan mengelola sampah dan memilahnya dari rumah kita telah banyak membantu petugas kebersihan yang ada. Namun sejauh ini, budaya yang sejalan dengannya masih belum banyak meluas dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah setiap kita.

Selain tiga contoh di atas, masih banyak kegiatan yang bisa kita inisiasi bersama. Yang terpenting poinnya adalah tentang peka terhadap lingkungannya. Terlebih lagi adalah selalu berpikir berulang kali apakah apa yang kita lakukan layak dan tak merusak lingkungan yang sedang kita jaga ini.

Refleksi dan Resolusi Hijau

Refleksi akhir tahun tak harus melulu tentang kepentingan dan ketercapaian pribadi. Sejalan juga dengannya, resolusi dengan target dan harapan yang kita susun tak elok bila selalu hanya untuk pencapaian diri sendiri. Sebagai makhluk sosial, kontribusi dan kolaborasi menjadi hal pokok yang perlu dibiasakan untuk dilakukan mengiringi. Pasalnya, tak mungkin kita hidup seorang diri. Sesedikit apa pun pencapaian kita, selalu ada pengaruh orang lain walau sedikit intensitasnya.

Baca Juga  Belajar di Masa SMA v.s Masa Kuliah

Resolusikan diri kita di tahun depan menjadi diri yang lebih peduli akan kondisi lingkungan. Sekecil apa pun kontribusi kita, akan sangat berarti bagi keberlanjutan lingkungan bagi generasi selanjutnya. Terlebih bila dapat bersama dan mengajak kolega hingga keluarga. Bumi dan lingkungan yang kita tinggali adalah tanggung jawab bersama. Siapa pun yang hidup di atasnya memiliki kewajiban dan tanggung jawab sama besarnya.

Tahun 2023, mari sedikit demi sedikit kita kurangi sampah yang timbul dari aktivitas sehari-hari. Kita biasakan tak hanya sekadar membuang sampah pada tempatnya, tapi juga membiasakan memilah sampah secara sederhana. Tahun 2023, jangan hanya menjadi pecinta lingkungan untuk diri sendiri saja, melainkan kita sesekali ajak dan tularkan kepedulian kita pada lingkungan pada orang lain yang kita jumpa. Melahirkan pecinta lingkungan baru adalah cara terindah mencintai bumi ini. Tahun 2023, bumi makin lestari.

Bagikan
Post a Comment