f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
seorang murid

Adab Seorang Murid Terhadap Guru Menurut Kitab Akhlaqul Banin

Guru merupakan orang tua kita ketika kita di sekolah. Tidak jarang kita mendengar berita bahwa ada seorang murid yang tega membentak atau bahkan memukul gurunya sendiri di sekolah. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih kurangnya pendidikan mengenai akhlak di sekolah-sekolah umum. 

Di dalam Kitab Akhlaqul Banin diperumpamakan sebagaimana seorang ayah yang telah membesarkan anaknya memiliki hak besar terhadap anak tersebut. Maka begitu juga dengan seorang guru yang telah memelihara dan mendidik akhlak serta menerangi pikiran dan mengajari ilmu yang berguna untuk kehidupannya.

Maka seorang guru memiliki hak yang besar dari para muridnya. Sebagai seorang murid wajib mencintai dan memuliakannya serta memperlakukannya dengan baik. Sebagaimana yang terdapat di dalam Kitab Akhlaqul Banin yang dikelompokkan menjadi beberapa bagian yaitu sebagai berikut.

Pertama, hendaklah seorang murid patuh kepada nasihat-nasihat gurunya serta tunduk terhadap perintah-perintahnya. Bukan karena takut dihukum, melainkan untuk menjalankan kewajiban dengan ikhlas dari dalam dirinya.

Sebagaimana orang sakit yang patuh kepada dokter dengan belas kasih. Maka hendaklah menerima segala yang diberikannya kepadamu dengan pengertian yang baik, ucapan terima kasih dan kegembiraan. Hendaklah bersikap rendah hati dan mencari pahala serta kemuliaan dengan mengabdi kepadanya.

Hendaklah engkau menyadari bahwa engkau mendapat pemberian dari gurumu dan tidak dapat membalasnya, betapapun engkau berbuat baik kepadanya. Dan hendaklah berhati-hati agar tidak menentangnya atau bersikap sombong terhadapnya.

Seorang murid yang beradab dan rendah hati, ia akan mendapatkan ilmu dan memanfaatkannya dengan baik. Sebaliknya, seorang murid yang sombong meskipun ia mendapat sedikit ilmu, namun ia tidak dapat memanfaatkannya bagi dirinya dan tidak pula memberi syafaat kepada orang lain.

Bahkan ilmu tersebut akan membahayakan dan menambah baginya kesombongan dan akhlak yang buruk. Penyair berkata: “Ilmu itu menerangi seorang pemuda yang sombong seperti banjir membinasakan tanah yang tinggi.” Tenti sebagai seorang murid kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi kepada kita.

Baca Juga  Pelaku Kekerasan Seksual dalam Perspektif Akhlak

Kedua, dalam menerima nasihat guru, hendaknya seorang murid berniat untuk menuntut ilmu demi mendapatkan ridha dari Allah Swt., untuk kehidupan di akhirat, menghidupkan agama, bersyukur atas nikmat akal dan kesehatan badan, serta memberi manfaat bagi manusia yang lain.

Janganlah bermaksud mencari pujian dan kedudukan di antara orang banyak atau untuk mengumpulkan kesenangan duniawi. Di antara nasihat-nasihatnya ialah hendaklah engkau berjuang dengan keras dalam mencari ilmu. Maka belajarlah dengan tekun dan janganlah menyia-nyiakan waktumu.

Karena seorang guru adalah sesuatu yang sangat berharga dari pada sebuah permata. Apabila luput, maka ia tidak pernah kembali. Hendaklah engkau perhatikan kebersihan buku-buku dan alat-alat tulismu serta pengaturan pada tempatnya.

Sebagai seorang murid, hendaklah selalu hadir setiap hari pada waktu yang telah ditetapkan dan jangan terlambat, kecuali dengan alasan yang benar. Hendaklah mendengarkan dan memperhatikan pelajaran-pelajaran yang ia sampaikan hingga engkau memahaminya.

Ketiga, sopan santunlah terhadap guru dengan berdiri menyambutnya dan duduk demi menghormati serta menagungkannya. Janganlah duduk hingga ia mengizinkan kamu untuk duduk. Kemudian duduklah di depannya dengan sopan dan jangan mendahuluinya berbicara bahkan memutus pembicaraannya.

Jika engkau tidak mengerti tentang suatu masalah, maka hendaklah engkau ajukan pertanyaan kepadanya dengan bahasa yang sopan dan penuh dengan penghormatan. Yaitu dengan cara mengangkat tanganmu terlebih dahulu dan jangan berbicara hingga ia mengizinkanmu bicara.

Apabila ia bertanya kepadamu mengenai sesuatu, maka hendaklah engkau bangkit dan menjawab pertanyaannya dengan baik. Janganlah mendahuluinya menjawab, jika ia mengajukan pertanyaan kepada orang lain sebelum ia mengizinkanmu untuk menjawabnya.

Keempat, hendaklah memberi salam kepadanya, menjabat tangannya, dan menghadapinya dengan wajah yang tersenyum. Engkau lakukan hal tersebut juga ketika menjumpainya di jalan denan menyapanya. Jangan lupa untuk menjenguknya di rumahnya, terutama pada saat ia sedang sakit.

Baca Juga  Cantik Hati, Pikiran dan Tindakan

Tanyakan kepadanya tentang kesehatannya dan hendaklah mendo’akan kesembuhannya. Bermusyawarahlah dengannya dalam semua urusan-urusanmu serta mengerjakan apa yang diperintahkannya. Janganlah memanggilnya dengan namanya, tetapi dengan kata guru.

Janganlah berjalan di depannya atau membelakanginya dengan punggungmu. Jangan duduk di tempatnya atau mengambil bukunya tanpa izinnya. Jangan menggunjingkan seseorang di hadapannya. Dan janganlah berkata kepadanya yang mengatas namakan temanmu yang berkata kebalikan dari perkataannya.

Kelima, janganlah malu untuk menegaskan yang sebenarnya jika ia bertanya kepadamu tentang pengertian suatu masalah di mana engkau tidak memahaminya. Agar engkau tidak berdosa karena berdusta dan agar bisa memahami masalah tersebut.

Janganlah engkau marah jika ia menegurmu, akan tetapi hendaklah engkau diam dan gembira atas hal tersebut. Karena ia tidak menegurmu kecuali karena cinta kepadamu. Suatu saat engkau akan berterima kasih atas teguran itu bila engkau sudah besar dan mengerti tentang maksud dari teguran tersebut.

Termasuk kesalahan besar jika engkau menyangka bahwa gurumu telah membencimu sebab ia telah menegurmu. Tidaklah berburuk sangka kepada gurunya kecuali engkau sebagai murid yang kurang ajar serta tidak berilmu.

Keenam, setialah kepada gurumu. Engkau tidak melupakan kebaikannya sepanjang hidupmu. Meskipun engkau telah lulus dari sekolah atau gurumu telah berhenti untuk mengajar di sekolahmu misalnya. Maka hendaklah engkau masih menghubunginya dengan surat atau hanya sekedar menanyakan kabar dan kesehatannya.

Begitu pula jika ia telah berpindah kealam yang kekal, hendaklah engkau mendo’akannya agar mendapat rahmat dan ampunan serta bersedekah untuknya. Seorang murid jika ia ingin ilmunya bermanfaat di dunia dan di akhirat, maka hendaklah ia tidak akan melupakan jasa dari gurunya yang telah mendidiknya.

Bagikan
Post a Comment