Puasa Sepanjang Zaman
Ramadan hanyalah tempat berlatih
Untuk memahami hakikat cinta kasih
Begitupula saat lebaran tiba
Bagai bayi yang tak berlumur dosa
Ditikam rasa lapar dan dahaga
Atau kelelahan yang meliputi kegelisahan
Semuanya hanyalah ujian cinta
Dari Allah sang Maha pecinta
Sedikit diuntungkan dengan terbelenggunya setan
Serta terbukanya pintu-pintu surga
Seperti itulah sabda Nabi Akhir zaman
Nabi Muhammad Rahmat alam semesta
Lantas setelah Ramadan pergi
Apakah nafsu akan kembali?
Lantas setelah tiba hari yang suci
Apakah kemegahan duniawi akan kembali merajai diri?
Kau penuhi kembali lambung-lambung perutmu
Kau kotori kembali mata-mata sucimu
Kau hitamkan kembali hati kecilmu
Kau menghianati lagi kasih sayang Tuhanmu
Untuk apa kita berpuasa
Kalau hanya seakan dipenjara
Di bulan yang kita anggap suci
Dalam hati kita sebenarnya kita tak enak hati
Ketika Ramadan itu pergi
Kita bagaikan hewan liar
Yang baru keluar dari kandangnya
Dan menghabiskan segala sesuatu yang dilihatnya
Berpuasa akan memeras jasad
Berpuasa akan mengkritik realitas dusta
Berpuasa akan menyaring kemewahan
Berpuasa akan menahan diri dari yang tak abadi
Puasa tak terbatas pada hitungan angka
Apalagi waktu maupun zaman
Menghiraukan iming-iming surga atau siksa neraka
Berpuasa adalah menahan segala macam keinginan
Menjauhi segala keramaian
Dan menyelami samudra kesunyian malam
Menjaga diri dalam keadaan tidur maupun sadar
Jua menantimu wahai malam Lailatulqadar
Sebentar saja berpuasa
Mengharap kembali fitri adanya
Di bulan yang suci
Menuju cinta yang Ilahi
