Tetap Istiqomah Beribadah Setelah Bulan Ramadan

4 menit baca
Teks:
WhatsApp

Seperti yang kita ketahui bahwa ketika bulan suci Ramadan tiba umat Islam akan penuh suka cita menyambutnya. Di bulan Ramadan juga merupakan momentum yang pas untuk kita memperbaiki diri serta mengerjakan ibadah, baik itu wajib maupun sunah. Banyak sekali kegiatan beribadah yang dapat dilakukan mulai dari salat wajib tepat waktu disertai salat sunah; membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari atau yang biasa kita kenal dengan odoj yakni one day one juz.

Selain itu bisa juga dengan memuji nama Allah SWT dan Rasulullah SAW, bersholawat dan berzikir memohon ampunan pada Allah SWT, menyisihkan rezeki untuk bersedekah, membantu saudara lain yang membutuhkan uluran tangan kita. Selain itu, biasanya masjid atau musala mengadakan pengajian dan taklim berbagi ilmu yang bermanfaat.

Di bulan suci Ramadan juga bulan yang penuh berkah, di mana Allah SWT memberikan keberkahan yang berlipat ganda pada hambanya yang mengerjakan perintahnya. Rasa senang dan gembira menyambut bulan suci Ramadan juga memberikan pengaruh positif sehingga kita semakin rajin beribadah. Tapi, kita tetap harus ingat bahwa kita beribadah ikhlas hanya untuk Allah SWT tanpa ada hal yang lain agar keberkahan dan pahala akan kita dapat.

Sayangnya, kita sebagai manusia ciptaan Allah SWT yang tidak sempurna membuat iman kita kadang naik dan turun. Kita bukan malaikat yang selalu patuh pada Allah SWT, kita terkadang lalai dan tergoda akan hasutan iblis dan setan sehingga iman kita menurun. Hal tersebut berimbas pada ibadah kita yang tidak serajin biasanya, rasa malas mendera kuat membuat ibadah terbengkalai. Apalagi jika bulan suci Ramadan berakhir biasanya intensitas kita beribadah berangsur-angsur berkurang hingga melewatkan ibadah lainnya. Naudzubillahimindzalik….

***

Hal yang harus kita lakukan sebagai umat Islam ialah istiqomah dalam beribadah. Sudah sering sekali kata istiqomah kita dengar dan baca. Sudah tahukan apa itu arti istiqomah? Istikamah dapat kita maknai sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsisten dalam suatu hal. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa istiqomah dalam beribadah yakni kita harus konsisten dan teguh pendirian dalam melakukan ibadah. Tidak mengalami kekurangan dalam intensitas ibadah, konstan dalam mengerjakannya. Namun, sulit rasanya istiqomah beribadah dan ada saja yang menggoda. Di situ lah cobaan dari Allah SWT untuk melihat kesungguhan dari hambanya dan jika lulus sudah pasti akan mendapat ganjaran berupa pahala dari Allah SWT atas rida-Nya.

Berikut rangkuman cara-cara atau tips yang dilansir dari mouca.co.id dan merdeka.com untuk pembaca agar tetap istiqomah beribadah walaupun sudah tidak bulan suci Ramadan:

1. Niat

Tips pertama yakni niat. Kita harus membenarkan niat beribadah kita. Tunjukkan niat kita hanya kepada Allah SWT, ikhlas tanpa ada iming-imingan apapun bentuknya. Niatkan dalam hati sebelum kita beribadah, luruskan niat beribadah untuk mengharapkan rida Allah SWT.

2. Secara Berangsur.

Cobalah menjalankan ibadah dimulai dari ibadah wajib tepat waktu tanpa putus. Setelah itu tambah dengan ibadah sunah lainnya. Salat sunah sebelum dan sesudah salat wajib atau bisa melaksanakan salah duha atau tahajud. Membaca Al-Qur’an setiap hari satu halaman juga bisa dilakukan. Pelan-pelan dan secara berangsur dan konsisten lebih baik dari amalan yang besar tapi dilakukan sekali.

3. Memahami Arti Istikamah dan Ibadah.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa istiqomah ialah sikap teguh pendirian dan konsisten dalam suatu hal. Sedangkan ibadah ialah perbuatan yang menunjukkan bakti kepada Allah SWT, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Juga pada dasarnya manusia diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada Allah Swt. Maka dari itu sebagai makhluk ciptaan Allah Swt mestilah kita sadar bahwa kita hidup untuk beribadah secara ikhlas dan istikamah, tanam makna ini di hati dan pikiran kita sebagai pengingat diri.

4. Mengkaji Al-Qur’an

Selain berusaha setidaknya untuk membaca Al-Qur’an setiap hari, cobalah untuk mengkaji juga isi dari Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk dan untuk meneguhkan hati Rasulullah SAW. Hal tersebut juga untuk kita selaku umat Nabi Muhammad SAW bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk untuk kehidupan kita dan juga pegangan dan tabungan kita di akhirat nanti.

Dengan kita membaca dan  mengkaji Al-Qur’an, menghayati isi serta  juga mengamalkan makna yang terkandung di dalamnya hati kita akan teguh. Seperti yang tertulis dalam Al-Qur’an “Katakanlah, “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Rabbmu dengan kebenaran, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.” (QS. An Nahl: 102).

Semoga tip-tips di atas berguna dan dapat membantu kita semua sehingga dapat istiqomah dalam beribadah walau bukan di bulan suci Ramadan.

Bagikan:
Penulis 1 Tulisan

Siti Nurhikmatullaela

Anggota Al Birru Organizer Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyahah Yogyakarta 

Leave a Comment