6 Hal Penting Ketika Kamu Marah dengan Pasanganmu
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar anda cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” [QS:Ar-Rum: 21]
Pernikahan menyatukan dua orang berbeda. Mereka perlu belajar untuk saling mencintai dan hidup bersama secara harmonis. Pasangan yang sudah menikah tidak dapat menghindari situasi saat ketika salah satunya marah dengan pasangannya, atau mungkin ada pertengkaran di antara mereka berdua.
Muslim bagaimanapun harus mengingat Allah bahkan ketika marah dan tidak melewati batas-batas yang ditetapkan oleh-Nya.
Berikut 6 hal yang perlu diingat ketika Anda bertengkar dengan pasangan Anda:
1. Kontrol Kemarahan Anda
Dari Abu Hurairah bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada nabi Muhammad, berilah aku wasiat. Rasulullah menjawab, “engkau jangan marah.” Laki-laki itu mengulangi permintaannya berulang-ulang. Kemudian nabi Muhammad bersabda, “engkau jangan marah.” (HR Bukhari).
Kemarahan adalah akar penyebab semua masalah rumah tangga. Kendalikan kemarahanmu dan ketika anda menemukan emosimu sedang naik, ikuti langkah berikut:
Mencari perlindungan dengan Allah. Nabi SAW berkata: “Saya tahu sebuah kata, mengatakan yang akan membuatnya rileks jika seseorang mengatakannya. Jika seseorang berkata: Saya berlindung kepada Allah dari setan, maka semua kemarahannya akan hilang. (HR Bukhori)
Ubah Postur Anda. Rasulullah bersabda: “Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad, Abu Daud)
Tetap Diam. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR Ahmad dan Bukhari)
2. Jika salah satu harus memenangkan argumen, yang lain harus sabar
Rasulullah SAW berkata: “Aku menjamin sebuah rumah di Jannah (surga) bagi orang yang berhenti berdebat, bahkan jika dia benar …” (HR. Abu Dawud)
Bahkan jika Anda merasa pasangan Anda tidak masuk akal, bersabarlah, mundurlah dan biarkan pertengkaran itu selesai. Anda tidak hanya akan menyelamatkan pernikahan Anda, tetapi akan ada pahala yang tak terhitung jumlahnya untuk Anda di akhirat.
3. Jika harus mengkritik, bersikaplah adil
Kritik terus-menerus mengarah pada kebencian satu sama lain dan seseorang harus fokus pada masalah yang penting.
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, membuatmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Surah Al Maidah Ayat 8)
Kita memiliki banyak contoh dari kehidupan Nabi SAW.
Anas radiallahuanhu meriwayatkan tentang cara Nabi SAW memperlakukan orang lain: “Rasulullah SAW tidak pernah menyatakan ketidaksetujuan makanan; jika dia menginginkannya, dia memakannya, dan jika dia tidak menyukainya, dia meninggalkannya.” (HR. Abu Dawud)
Anas radiallahuanhu juga berkata: “Saya melayani Nabi selama sepuluh tahun. Dia tidak pernah mengatakan Uff dan tidak pernah menyalahkan saya dengan mengatakan: Mengapa Anda melakukannya, atau mengapa Anda tidak melakukannya? (HR. At-Tirmidzi)
Ini bukan berarti bahwa seseorang tidak boleh bicara atau mengkoreksi pasangannya ketika dibutuhkan, lebih baik seseorang mengatakannya secara bijakasana dan memberi saran daripada mengkritik. Lebih baik dengan cara yang tidak langsung agar tidak menyakiti pasangan.
4. Jangan mengungkit masa lalu
Jika seorang hamba (menyembunyikan) aib orang lain di dunia ini, Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat. (HR Muslim)
Jangan mengungkit masa lalu ketika bertengkar. Cobalah untuk menyelesaikan apa pun masalahnya, sedamai mungkin.
5. Minta maaf dan mohon ampun kepada Allah jika anda salah
Ketika anda melakukan kesalahan, bersiaplah untuk mengakuinya dan meminta maaf.
Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa dia mendengar Rasulullah (saw) berkata: “Demi Allah! Aku memohon ampun kepada Allah dan kembali kepada-Nya dalam taubat lebih dari tujuh puluh kali sehari.” (HR.Bukhori)
Memaafkan satu sama lain dan mencari pengampunan dari Allah, ini lebih baik daripada anda menundanya. Tidak hanya pasangan Anda yang akan bahagia, tetapi Allah juga akan membalas kerendahan hati Anda.
Sebenarnya, Allah SWT telah berfirman, ‘Beristighfarlah (mohon ampun) kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu serta mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh:10-12).
6. Takut Allah
Khotbah nikah menganjurkan seseorang untuk taqwa atau takut kepada Allah berulang kali! Ingatlah tidak ada keraguan dalam keberhasilan pernikahan yang diatur oleh rasa takut kepada Allah! Selalu ingat Allah setiap kali Anda berurusan dengan pasangan Anda, dan bersikap adil mengetahui bahwa Dia mengawasi.
Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.” (Q.S. Al-Baqarah: 150).
Founder Excellent in House Training, penyedia guru bahasa Inggris untuk karyawan kantor.
Instagram @ratu_masrana
