f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
ketenangan

Zaman Multi Biadab (1)

Salah satu yang menjadi daya tarik saat tadabbur Al-Qur’an adalah membaca kisah-kisah yang ada di dalamnya. Adalah kisah bangsa-bangsa dahulu yang sekarang punah karena di azab oleh Allah Swt.

Bani Ra.sib: Kaum Nabi Nuh a.s

Yang pertama di azab adalah Bani Ra.sib, kaumnya nabi Nuh a.s. Mereka mengacuhkan seruan nabi Nuh a.s untuk tidak menyembah berhala. Mereka bukan hanya menghiraukan ajakan nabi Nuh a.s, tetapi juga menolak dengan cara hina, yaitu menutup lubang telinga mereka dengan jari serta menghina nabi Nuh a.s dan pengikutnya yang sedikit. Tidak percaya bahwa nabi Nuh a.s adalah utusan Allah Swt. Dan berkatalah pemimpin-peminpin yang kafir dari kaumnya:

“Kami tidak melihat kamu melainkan (sebagai) seorang manusia seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang leka.s percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun ata.s kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang berdusta.” (QS. Huud: 27).

“Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka mema.sukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.” (QS. Nuh: 8)

Kaum Bani Ra.sib tetap menyembah berhala, sehingga Allah Swt kemudian murka dan menimpakan azab berupa banjir yang menenggelamkan seluruh permukaan bumi.

“Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dima.sukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah.” (QS. Nuh: 25)

Kaum ‘Aad: Kaum Nabi Hud a.s

Dalam kitab Bidayah wan Nihayah disebutkan kaun ‘Aad adalah bangsa Arab yang mendiami bukit-bukit pa.sir yang terletak di Yaman, di suatu lahan yang dekat dengan laut yang disebut A.sy-Syahr. Mereka tinggal di tenda-tenda bertiang besar.

Baca Juga  Menikah Siri atau Menikah Resmi, Bukan Sekedar Pilihan Hati

Setelah sekian lama banjir bandang di zaman nabi Nuh a.s surut, kembali sebagian manusia menyembah berhala, melupakan Allah Swt yang telah menyelamatkan leluhur mereka dari azab Allah Swt. Allah Swt pun menurunkan nabi Hud a.s untuk mendakwahi mereka, tetapi mereka keukeuh dengan penyembahan berhalanya.

Allah Swt mengazab kaum ‘Aad. Azab pertama yang diberikan kepada mereka adalah tanah mereka menjadi sangat tandus. Mereka lalu minta diturunkan hujan. Mereka menyaksikan sesuatu yang muncul di langit yang dikira air, sebagai rahmat, tetapi ternyata itu adalah siraman azab yang datang dalam bentuk badai, laksana lidah api.

“Adapun kaum ‘Aad maka, mereka telah dibina.sakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” (QS. Al-Haaqqah: 6-7)

Kaum Tsamud: Kaum Nabi Saleh a.s

Untuk meyakinkan kaumnya yang tetap menolak dakwah nabi Saleh a.s, Allah Swt memberikan mu’jizat kepadanya berupa unta betina yang keluar dari celah batu. Namun, jangankan percaya, kaum Tsamud bahkan membunuh unta tersebut.

“Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu), sebagai tanda(kekua.san Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mu’jizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.” (QS. Al-Isra: 59)

Bahkan mereka pun bermaksud membunuh nabi Saleh a.s. Allah Swt kemudian menurunkan azab-Nya kepada kaum Tsamud berupa petir yang mengguntur dengan suara kera.s yang menghancurkan.

Baca Juga  Kehalalan Pangan dari Tinjauan Kesehatan Masyarakat

“Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar bia.sa.” (QS. Al-Haaqqah: 5)

Kaum Sodom: Kaum Nabi Luth a.s

Sodom adalah nama tempat (kota) di mana kaum ini tinggal. Kota Sodom merupakan salah satu kota di Yordania. Kaum Sodom ini diazab oleh Allah Swt karena melakukan perbuatan dosa berupa penyimpangan seksual, seperti homoseksual.

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepa.skan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada perempuan, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raaf: 80-81)

Kaum Sodom bukan hanya menolak dakwah nabi Luth a.s, mereka bahkan mengusirnya.

“Mereka menjawab: “Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu terma.suk orang-orang yang diusir.” (QS. A.sy-Syu’araa’: 167)

Allah Swt pun mengazab kaum Sodom pada waktu subuh, dengan menjadikan negeri Sodom terbalik. Qotadah dan ulama-ulama lain mengatakan bahwa pada pagi itu Jibril mengembangkan sayapnya. Dan dengan sayap, Jibril mengumpulkan segala yang ada di bumi. Jibril merengkuh semuanya ke dalam sayapnya.

elanjutnya Jibril membawanya ke langit, sehingga penduduk langit mendengar suara manusia dan suara anjing. Setelah itu, Jibril memuntahkannya ke bumi secara terbalik. Lalu mereka dilempari batu dengan sangat kera.s. Ibnu Katsir menjela.skan, di setiap batu yang menyerang Kaum Sadum, telah ditulis nama-nama orang yang akan ditimpanya.

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di ata.s ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (QS. Hud: 82)

Bagikan
Post a Comment