f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
keluarga

Wujudkan “Rumahku Surgaku” di Dalam Keluarga

Keluarga sakinah merupakan dambaan bagi setiap keluarga di dunia. Namun, untuk mewujudkannya memerlukan relasi yang cerdas dalam menjalin interaksi setiap anggota keluarga. Relasi yang sehat dibangun dari rasa saling menghargai; menyayangi; komunikasi yang terbuka dan memberi ruang pada setiap anggota keluarga untuk berkembang. Keluarga yang membangun relasi sehat akan saling mendengarkan, tidak ingin menyakiti dan akan membangun kesepakatan yang nantinya dapat keluarga lakukan secara bersama-sama. Berikut tips untuk mewujudkan rumahku surgaku di dalam keluarga:

Pertama, berbagi tanggung jawab dengan anggota keluarga. Suami atau istri dapat menyepakati berbagi peran secara adil seperti berbagi peran domestik. Dalam hal ini, orang tua dapat mengajarkan anak untuk membantu pekerjaan rumah. Sikap ini dapat orang tua tanamkan kepada anak sejak dini agar anak memiliki sikap kepekaan sosial dan sikap bertanggung jawab mulai dari hal-hal kecil, seperti membantu orang tuanya di rumah

Tips selanjutnya yakni pengelolaan keuangan. Pasangan suami istri membahas bersama-sama pengelolaan dan perencanaan keuangan dan memastikan semua anggota keluarga memperoleh manfaat dari kesepakatan yang telah mereka bangun. Suami atau istri harus dapat mengelola keuangan dengan bijak dengan tidak melakukan pemborosan untuk membeli hal-hal yang tidak perlu dan tidak bermanfaat. Sikap ini perlu pembiasaan, untuk menghadapi kondisi keuangan yang tidak terjadi seperti biasanya; seperti, penadapatan keluarga berkurang karena masa pandemi.

***

Selain itu, perlu memastikan biaya untuk hal-hal penting seperti biaya pendidikan dan membayar iuran kesehatan wajib untuk dipenuhi di atas hal-hal yang lain. Jika pendapatan suami berkurang, istri seyogyanya tetap bersyukur dan mensupport suami; dengan catatan suami juga harus terbuka dalam masalah keuangan. Sikap ini akan menumbuhkan rida Allah dengan menambahkan rejeki pada keluarga tersebut berkipat ganda karena termasuk golongan orang yang mensyukuri nikmat.

Baca Juga  Berpikir ala Buya Syafi’i, Bertindak ala Buya Hamka

Rezeki bukan hanya dari keuangan yang melimpah, namun anak yang saleh-salehah juga merupakan rejeki yang tiada tara dan tidak dapat kita nilai dengan uang. Karena dengan adanya anak yang salih-salihah, mereka dapat mengantarkan orang tuanya ke surga. Seperti dalam hadis nabi pada riwayat Ibnu Majah dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda: Sebaik-baik yang ditinggalkan oleh seseorang setelah kematiannya adalah tiga perkara: anak shalih yang mendo’akannya, shadaqah mengalir yang pahalanya sampai kepadanya, dan ilmu yang diamalkan orang setelah (kematian) nya”.

Relasi yang sehat bukan berarti tidak ada masalah, tetapi bila terjadi masalah dapat dikomunikasikan secara terbuka. Perempuan berjiwa keibuan memahami pentingnya keterbukaan pada pasangan, dengan tetap menjaga rahasia kelaurga. Karena saat sudah berkeluarga, masalah yang ada bukan masalah pribadi, namun masalah bersama. Jadilah pendengar yang setia bagi pasangan atau anak jika mereka sedang menghadapi masalah.  Suami atau istri harus berusaha untuk memakai kepala dingin untuk menemukan solusi dari setiap masalah yang ada seperti dengan cara musyawarah. Hindari penyelesaian dengan cara kekerasan. Jika suami atau istri sedang berbicara, salah satu pihak harus diam dan mendengarkan serta tidak perlu berbicara sebelum yang lainnya selesai berbicara. Selain itu mengurangi amarah jika menghadapi masalah karena suatu saat jika anak melihat perilaku orang tuanya akan mencontoh di kemudian hari. Dalam mengambil keputusan jangan tergesa-gesa sebagai implementasi dari sabda Rasulullah SAW, “Bersikaplah tidak tergesa-gesa dalam segala urursan, kecuali dalam urusan akhirat.” (H.R Abu Daud).

***

Tips yang dapat dibangun untuk mewujudkan kehangatan dalam keluarga yaitu mendengarkan pasangan; memahami apa yang menjadi alasan; dan kondisi pasangan dan memberikan apresiasi pada pasangan. Selain itu mendukung apa yang menjadi cita-citanya dengan memberikan akses yang baik untuk meraih apa yang menjadi tujuannya. Istri yang bahagia akan selalu memberikan dukungan dalam keadaan apapun, dengan begini suami memiliki semangat untuk selalu bangkit setiap menghadapi kesulitan. Selain itu selalu menghormati perasaan pasangan dan mendukung setiap keputusan bersama, setelah sebelumnya berdiskusi bersama. Orang tua memiliki tanggung jawab penuh pada anak dan menjadi model peran postif bagi anak. Ajarkan kepada anak untuk bertanggung jawab atas tindakanya, mau mengakui kesalahan serta berkomunikasi secara jujur. Karena sifat pada anak yang tumbuh berasal dari rekaman dalam kepala terhadap apa yang mereka lihat setiap harinya.

Baca Juga  Manifesting dan Sepertiga Malam

Tanamkan kepada keluarga untuk menghindari perbuatan dosa dan maksiat seperti menghindari menonton film, sintetron atau lagu-lagu yang merusak akhlak. Karena hal itu merupakan racun bagi keluarga, dan akan mendatangkan musibah serta menutup pintu nikmat. Dengan menghindari maksiat, Allah berjanji dalam Q.S At-Thalaq ayat 2 yakni “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan jalan keluar baginya.” Karena solusi yang tepat pasti akan setiap keluarga perlukan untuk menghindari keributan dan pertengkaran dalam pasangan.

Bagikan
Post a Comment