f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
akhir

Tugas Akhir Tetapi Tidak Mengakhiri

Penulis yakin bahwa ujian apapun yang dialami seseorang tidak akan melampaui kemampuannya. Suksesnya seseorang pasti ada usaha maksimal, sebaliknya, kegagalan yang ada bukan berarti tidak berusaha. Tidak seorang pun yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya. Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian yang menghampiri.

September 2015 lalu, saya tercatat sebagai mahasiswa salah satu kampus ternama di Indonesia. Tentu rasanya sangat senang. Karena terlalu senang, saya jadi lupa bahwa menjadi mahasiswa itu penuh tantangan.

Apakah anda pernah kuliah S1, S2, dan S3? Jika iya, pasti sudah paham. Tantangan dan beban yang berlipat-lipat hingga tidak sanggup lagi menghitung lipatannya.

Sebelum lupa, ucapan terima kasih penulis kepada redaksi rahma.ID yang telah menerbitkan tulisan ini. Penulis sangat senang pastinya. Tulisan dimuat di media bergengsi seperti rahma.ID tidaklah mudah.

Penulis tidak ingin lupa berterima kasih karena senangnya. Kisah ini bukan merupakan kisah orang kedua, ketiga atau kesekian melainkan kisah penulis saat mengenyam pendidikan program Doktor.

Butuh keberanian menuliskannya di sini. Tetapi, sampai paragraf ini seolah jari tak ingin berhenti menari di atas keyboard. Semangat berbagi pengalaman itulah yang sulit terkalahkan. Padahal, kisah ini sebenarnya salah satu kegagalan penulis. Mungkinkah tulisan ini bermanfaat? Semoga menginspirasi.

***

Tanggung jawab sebagai mahasiswa tahun pertama hingga kedua terbilang tuntas. Setiap ujian dan tugas lulus dengan nilai baik. Hasilnya tidak mengecewakan. Hasil baik tentu prosesnya maksimal. Boleh terbilang, semuanya memuaskan. Sesuai ekspektasi penulis. Tidak ada kekurangan suatu apa pun.

Keluarga memberi dukungan penuh. Tidak ada keluarga satu pun yang perlu diragukan dukungannya. Terbukti, istri dan anak-anak yang saat itu semuanya masih balita bahkan ikhlas ditinggal sementara waktu. Dipisahkan bentangan laut luas dan beda pulau. Semuanya sabar dengan situasi saat itu. Mereka tidak pernah mengeluh. Terima kasih istri dan anak-anakku tercinta. Kalian hebat dan tak tertandingi. Tidak henti-hentinya doa orangtua selalu menyertai perjuangan penulis.

Baca Juga  Saya OTG (2) : Maaf, Saya Tetap Percaya Dokter

Pemerintah daerah dengan beasiswa-nya pun masih tetap mentransferkan ke rekening penulis. Berlangsung dua tahun lamanya. Masih aman dan terkendali. Namun, memasuki tahun ketiga, beasiswa dihentikan karena keuangan daerah lagi kurang stabil. Program beasiswa pun tidak dapat diselamatkan lagi. Sudah dapat dibayangkan cerita selanjutnya.

Perlahan tapi pasti, tugas akhir pun sudah mencapai 137 halaman. Sementara tagihan pembayaran kuliah makin gencar saat itu. Penulis tetap fokus menulis proposal disertasi dan merampungkannya. Terbukti hari ke-21, semua isi proposal disertasi berhasil terselesaikan. Langkah selanjutnya siap konsultasi dengan promotor dan co-promotor. Lets go! Eitz, Tunggu dulu. Administrasi perlu dilunasi sebelum ujian pra-proposal.

***

Telepon dan SMS dari pembimbing selalu berdering di layar HP. Seminggu pasti ada sekitar 2-3 kali notifikasi. Mengingatkan dan memberi support kepada penulis. Dosen terbaik tidak pernah menyulitkan mahasiswanya. Tidak elok nama beliau dituliskan dalam tulisan ini. Cukup dalam hati dan di setiap lantunan doa penulis. Semoga Prof. tetap sehat dan panjang umur yang barokah. Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat segalanya.

Ketidakpastian sumber biaya untuk meneruskan studi sudah mulai dirasakan penulis kala itu. Perbankan sebagai satu harapan sudah menutup pintunya. Kerabat pun sudah tidak dapat membantu. Deretan benda di rumah sudah tidak ada yang bernilai ekonomi. Kebun dan sawah milik orangtua di kampung juga sudah tidak dapat diharapkan lagi. Tersisa satu harapan pasti yakni berhenti secara hormat.

Pilihan berhenti amat berat bagi penulis. Butuh pertimbangan matang dan tidak buru-buru. Sesekali pimpinan di instansi asal tempat bekerja menghubungi. Mereka mengingatkan untuk segera kembali aktif bekerja. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pengorbanan yang selama dan sesulit ini tidak begitu mudah terlupakan. Butuh kesiapan mental penulis.

Baca Juga  Pesta Pelipur Lara Menerima Kegagalan
***

Setidaknya butuh waktu tiga bulan untuk memutuskannya. Ditambah enam bulan pemulihan kegalauan. Tepat sembilan bulan lamanya sambil menekuni profesi sebagai driver transportasi online. Berinteraksi lingkungan baru dan orang baru dikenal. Tidak sulit berbaur dengan mereka. Akhirnya, pengalaman adalah guru yang berharga. Penulis banyak memperoleh pelajaran berharga selama menekuni profesi baru. Mulai dari kegigihan dalam bekerja, menghargai waktu, bersyukur hingga makna persahabatan yang sesungguhnya.

Keputusan berhenti dan mengundurkan diri dari kampus tempat kuliah pun penulis pilih. Proposal tugas akhir yang telah siap di seminarkan ternyata tidak mengakhiri perjuangan menuntut ilmu. Apakah semuanya berakhir? Tentu tidak. Buktinya, anda dapat membaca hingga kalimat ini karena perjuangan penulis belum berakhir. Selalu ada ruang dan waktu bagi seorang pejuang.

Kesempatan menuntut ilmu kembali, pasti tetap ada. Bulan ini tepat 1,5 tahun kembali bekerja di instansi tempat mengabdikan diri. Tidak ada yang berakhir di sini. Semuanya sudah berjalan normal. Semangat untuk bertahan dan maju adalah kuncinya. Kenyataan hidup harus dihadapi, bukan dijauhi. Gagal? mungkin gagal pada kesempatan pertama tetapi selalu terbuka kesempatan berikutnya.

Sosok pejuang tidak pernah kalah. Selalu memanfaatkan peluang. Berani mengambil keputusan. Selalu menyediakan alternatif solusi yang beragam. Terbuka menghadapi perbedaan. Proaktif dengan segala perubahan di sekitarnya. Menuntaskan setiap tugas dan tanggung jawab yang jadi amanat. Menghadapi ujian dengan kesabaran lalu menuntaskannya dengan ikhtiar.

Bagikan
Comments
  • Muhammad Sultan

    Jujur, saya yang menulis kisah ini masih merasakan kenangan kala itu hingga kini. Tetapi, Alhamdulillah, Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hambanya. Mohon doanya Bapak dan Ibu pembaca rahma.ID semuanya, semoga tahun ajaran 2021 ini diberikan kesehatan dan kesempatan untuk melanjutkan lagi perjuangan yang tertunda, meski harus dimulai lagi dari nol.
    Terima kasih rahma.ID telah menerbitkan tulisan kisah ini. Semoga bermanfaat. Amin

    April 25, 2021
Post a Comment