Tips Bagi Para Muslimah Agar Proporsional dalam Menjalani Perannya
Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana tips bagi para muslimah agar kita bisa proporsional dalam menjalani berbagai peran saat ini. Seiring waktu, pasti tanggung jawab akan semakin berlipat ganda. Bagaimana peran kita menjadi seorang anak, istri, ibu, pelajar atau mahasiswa, dan peran dalam dunia profesional lainnya. Tentu saja hal ini jika tidak tertangani dengan baik, pasti akan keteteran. Perlu menyeimbangkan banyak hal agar segala sesuatu dapat berjalan dengan optimal.
Nah, meneruskan topik yang telah disampaikan oleh Dr. Dinar Dewi Kania, MM., M.Sos terkait dengan Pedoman Syariat bagi Perempuan Muslimah Berkarir di Masa Sekarang, berikut ini akan dibahas mengenai beberapa tips yang mungkin akan relevan buat para muslimah masa kini. Agar sehat jiwa raga dan rohaninya dalam menjalankan peran masing-masing saat ini, simak tipsnya berikut ini.
1. Berikan Prioritas pada Tugas (Peran yang Menjadi Kewajiban Bagi Perempuan)
Tips bagi para muslimah yang pertama adalah terkait dengan prioritas. Para muslimah perlu tahu nih apa saja yang menjadi prioritas dalam hidup. Hal ini juga akan menyangkut pada peran-peran yang dijalankan.
Sebagai contohnya di sini hal yang menjadi prioritas adalah perkara rumah tangga (peran sebagai ibu dan istri), perkara menuntut ilmu (fardhu ‘ain dan fardhu kifayah), lalu ada perkara ibadah (wajib dan sunnah). Nah hal ini perlu kita petakan terlebih dahulu. Supaya kita tidak salah dalam menata prioritas. Tentu setiap muslimah prioritasnya akan berbeda-beda.
2. Bekerja Sama dengan Suami dan Anggota Keluarga Lainnya
Jika kita sudah berumah tangga, tentu peran ini perlu dibicarakan agar sesama anggota keluarga memiliki supporting system yang kuat terhadap segala sesuatu yang dihadapi. Sehingga harapannya kerja sama ini dapat saling memudahkan satu sama lain.
Membagi tugas secara proporsional dengan suami atau anggota keluarga di rumah ini bisa menyesuaikan fleksibilitas waktu dan keterampilan masing-masing. Membicarakan tentang tugas masing-masing dan saling mengerti tentang perannya masing-masing. Dengan cara ini, tidak akan ada yang terbebani dengan peran-peran tersebut. Komunikasi dan saling memahami menjadi kunci keberhasilan juga dalam hal ini.
3. Bijaksana dalam Menghadapi Masalah yang Muncul
Menjadi manusia dewasa memang perlu proses yang panjang. Pasti ada berbagai masalah yang dihadapi seiring waktu berjalan. Hal inilah yang akan melatih kita untuk bijaksana dalam menyikapi berbagai hal.
Hal yang perlu digarisbawahi dalam konteks ini adalah kita tidak memaksakan idealisme kita kepada orang lain. Ini yang akan membuat kita lelah sendiri. Ketika kita ingin mengubah sebuah kondisi, maka yang perlu mulai diubah adalah diri sendiri. Hal yang ada di dalam kendali kita.
Selain itu, ketika masalah muncul hindarilah berkeluh kesah, terutama di media sosial. Hal ini justru bisa menjadi boomerang yang akan menambah hati semakin tersiksa. Saat masalah muncul, hal yang perlu kita lakukan adalah meminta bantuan kepada orang kepercayaan dan kompeten saat sedang menghadapi masalah.
Dan yang paling penting adalah berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah Swt. Serumit apapun masalahnya, ingat bahwa Allah akan selalu memberikan solusi bagi siapa saja yang memintaNya.
4. Manajemen Waktu yang Baik
Saat berhasil menentukan prioritas, manajemen waktu yang baik juga sangat diperlukan agar peran yang kita jalani bisa proporsional. Dua catatan penting dari Dr.Dinar adalah first thing first (memprioritaskan urusan akhirat dari urusan dunia) dan fokus pada circle of influence bukan circle of concern.
Jadi pada intinya kita memprioritaskan segala sesuatu yang bisa kita bawa sampai akhirat nanti adalah poin yang sangat penting di sini. Peran-peran yang terkait dengan hal ini tentu menjadi hal yang penting sebagai catatan. Kemudian kita mulai dengan bergerak pada ranah yang bisa kita jangkau terlebih dahulu. Mulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, masyarakat sekitar, dan circle of influence yang lebih luas lagi.
5. Menjaga Kesehatan Jiwa dan Raga
Hal yang tidak kalah penting diperhatikan agar kita bisa menjalankan peran secara proporsional adalah kesehatan diri kita. Ini menjadi hal yang krusial untuk menjaga produktivitas harian kita. Bagaimana ruhani kita terisi dan badan kita sehat ini menjadi amunisi yang kuat agar kita terus bersemangat dalam beraktivitas.
Maka sangat penting untuk merecharge energi dan iman kita setiap hari. Belajar tentang takiatun nafs, lalu olahraga secara rutin dan konsisten sesibuk apapun aktivitasnya. Kemudian memperhatikan asupan makanan yang seimbang.
6. Terus Berusaha Mengembangkan Diri
Prinsip menjadi lifelong learner atau pembelajar sejati ternyata sangat penting untuk kita tanamkan di dalam diri. Menemukan hal-hal yang bisa memotivasi diri, belajar setiap hari dengan pengalaman baru, mengenali kekuatan dan kelemahan diri, hal inilah yang akan membuat kita terus berusaha mengembangkan diri. Tidak berhenti untuk belajar dan merasa puas diri di satu titik adalah kuncinya.
7. Istiqomah
Mungkin hal ini bisa menjadi tantangan yang tidak mudah untuk dilakukan. Istiqomah adalah komitmen yang sempurna dengan prinsip-prinsip dalam semua kondisi dan keadaan. Nah ketika berada di kondisi atau situasi yang sulit, pasti tantangannnya tidak mudah untuk dilewati.
Maka sangat penting untuk menjaga komitmen ini pada diri agar segala ujian dapat terlampaui. Ketahuilah bahwa keistiqomahan dalam kebaikan pasti akan mengantarkan kita pada kebahagiaan di masa mendatang. Mungkin tak selalu mudah jalannya menuju ke sana. Keyakinan itu jika terjaga pasti akan tiba masa-masa kebahagiaan yang terus kita usahakan itu. Tetap semangat.
Demikian tadi beberapa tips bagi para muslimah agar proporsional dalam menjalankan peran yang menjadi amanahnya. Tetap semangat dan terus berusaha sebaik mungkin untuk peran-peran yang dijalani saat ini. Ingat janji Allah dalam QS Fushilat ayat 30, “Sesungguhnya orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata) “Janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan.”
Lifelong Learner, content writer, recipe writer, blogger. Blog Pribadi martinamuliadewi.wordpress.com
