f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
edukasi

Tidak Hanya Ilmu, Strategi Komunikasi Penting Bagi Edukasi Seksual Anak

Kemudahan akses dalam menjangkau informasi tentang edukasi seksual dini pada anak nyatanya belum cukup menjawab kegalauan dari para orang tua. Bagaimana tidak? Beberapa dari kita masih terbelenggu dalam kebingungan. Mereka binggung untuk memulai kapan waktu yang tepat dan bagaimana cara mengedukasi seksual dengan sederhana agar anak cepat paham.

Sampai saat ini pembahasan seputar seks masih sering dianggap tabu, aneh, bahkan mencanggungkan. Padahal edukasi seks bukan berarti kita dengan gamblang menyeret mereka kepada pembahasan yang jorok dan perilaku seks bebas. Edukasi Seks mengarahkan pada pengetahuan tentang fungsi organ tubuh seksual dan pemahaman tentang kepemilikan badannya, tanggung jawab, maupun etika seks dalam berkehidupan agar menjauhkan mereka dari perilaku kejahatan seksual.

Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa orang tua sering kali ambigu dalam memberikan konsep seksualitas. Orang tua cenderung ingin memperpanjang masa kanak-kanak yang sangat polos sehingga akhirnya mereka menahan pengetahuan seksual dari anak. Mengkhawatirkan sekali apabila anak kita terus menerus dibiarkan dan tidak teredukasi. Hal itu berpotensi mengancam keamanan dirinya sendiri dan orang lain.

Sepanjang tahun 2021 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat hampir setengah dari jumlah total kekerasan pada anak merupakan kekerasan seksual. Data ini menjadi bukti jika persoalan seksual bukanlah hal yang dapat dipahami secara natural oleh anak ketika dia dewasa apabila tidak diarahkan dengan tepat.

Edukasi seksual dini memiliki urgensi yang sangat tinggi. Namun segala kegalauan kita tidak akan menjawab permasalahan dalam bagaimana membentuk proteksi diri yang aman bagi anak jika tetap begini. Sebagai antisipasi, orang tua perlu membekali diri dengan strategi komunikasi yang efektif dalam mengedukasi seksual untuk anak.

Baca Juga  Broken Home Berdampak pada Anak dan Masa Depannya

Berbekal Self-Education Bagi Orang Tua

Untuk mengatasi semua keraguan yang ada, tidak ada salahnya apabila sebagai orang tua mengedukasi diri lebih dulu tentang seksualitas sebelum terjun langsung dalam mengedukasi anak. Dengan memperkaya wawasan tentang seksual, orang tua dapat mengantisipasi jika suatu hari muncul pertanyaan yang tidak terduga dari anak. Ini menjadi bekal agar orang tua lebih percaya diri untuk mampu menjawab segala keingintahuan anak secara logis melalui cara yang sederhana.

Beberapa kategori tentang seksual yang sekiranya perlu kita kuasai yaitu seks yang berhubungan dengan etika dan moralitas, fisik, psikologis dan berbagai masalah yang ada di masyarakat. Memang ini menjadi tantangan yang tidak mudah, namun perlu menjaga kemauan untuk terus belajar dan menyampaikan secara bertahap kepada anak. Tentu edukasi seksual dapat tercapai dengan baik jika orang tua saling menguatkan dan kooperatif dalam mewujudkannya.

Membiasakan Iklim Percakapan Terbuka dan Setara

Setiap anak adalah individu yang cerdas dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Sementara orang tua mempunyai peran sentral untuk menjawab seluruh rasa penasarannya. Kita bisa membiasakan iklim percakapan secara terbuka di rumah dan memposisikan anak dengan setara. Artinya, saat berdiskusi kita tidak hanya menggunakan metode ceramah satu arah, tetapi perlunya menerapkan komunikasi dua arah untuk melihat seberapa jauh mereka memahami perkataan orang tua.

Komunikasi yang terbuka dan setara di lingkungan keluarga akan membantu proses interaksi menjadi lebih hidup. Sesederhana dengan menanyakan bagaimana perasaannya di tengah percakapan, apa yang sedang ingin mereka ketahui, juga jangan lupa untuk memberikan apresiasi kepada mereka tentang hal-hal kecil. Kesetaraan dalam berkomunikasi selain membantu orang tua dalam memilih bahasa yang sederhana, sekaligus membiasakan anak untuk terbuka dengan segala hal yang ada dalam pikiran mereka.

Baca Juga  Pengendalian Diri sebagai Bentuk Komunikasi dari Hati ke Hati

Memusatkan Komunikasi Pada Anak

Tanpa sadar kadang kala orang tua lupa untuk memperhatikan kondisi dan situasi anak pada saat-saat tertentu. Ketika kita menyadari bahwa segala hal yang kita lakukan di rumah adalah bentuk komunikasi yang dapat direkam oleh anak, kita akan menjadi lebih waspada dalam berucap ataupun berperilaku. Misalnya, kita berhati-hati untuk tidak memperlihatkan aktivitas sensitif dengan pasangan di depan anak.

Selain itu, kita tidak menerapkan kepatuhan yang terlalu berlebihan agar memberi ruang yang cukup bagi mereka terlibat dalam dialog bersama orang tua. Satu hal yang tidak luput dari perhatian adalah memberikan pelukan bagi anak, sebagai upaya menekankan pengertian bahwa orang tua adalah tempat paling aman untuk berlindung, dan meyakinkan mereka agar selalu percaya bahwa kita akan selalu ada untuknya.

Tidak ada yang instan dalam menjalankan peran apapun, termasuk berperan sebagai orang tua. Tidak ada kata terlambat untuk selalu belajar memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak. Kita tidak perlu menjadi seseorang sempurna. Cukup dengan bagaimana membangun kemauan dan kesadaran untuk terlibat aktif dalam melindungi mereka dengan edukasi seksual sejak dini. Hingga anak kita dapat turun ke masyarakat berbekal sikap sesuai moral dan norma untuk menjalankan aktivitas di lingkungan sekitarnya.

Editor: Imam Basthomi

Bagikan
Post a Comment