f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
nikah

Siap Menikah? Periksa Dahulu 3 Hal Penting Ini Saat Taaruf

Pernikahan yang bermasalah bisa berawal karena gagalnya proses taaruf. Gagal di sini ialah gagal dalam mengetahui profil sesungguhnya dari calon pasangannya. Mirisnya, mayoritas korbannya adalah perempuan yang tertipu oleh profil laki-laki yang ternyata “angel outside, devil inside”. Tidak heran jika di media sosial terkadang beredar kisah viral tentang pernikahan seumur jagung karena tertipu profil suaminya selama proses taaruf.

Taaruf: Cukupkah Sebatas Menukar Biodata dan Melakukan Pertemuan?

Kata “Taaruf”di dalam KBBI berarti “perkenalan”, sebagaimana arti harfiahnya dalam bahasa arab yang menjadi bahasa asal kata tersebut. Namun istilah “Taaruf” itu sendiri juga menyempit sebagai proses perkenalan dan pendekatan secara islami antara sepasang laki-laki dan perempuan sebelum memutuskan untuk terikat dalam pernikahan.

Biasanya proses taaruf ini terjadi melalui adanya pertukaran biodata berisikan profil diri yang lengkap. Berisi tentang keluarganya, visi dan misi pernikahan, hingga rencana dan jangka panjang setelah menikah. Setelah itu berlanjut ke pertemuan secara langsung (nazhor) dengan mediator untuk saling bertukar informasi yang lebih detail.

Sepintas proses tersebut terlihat ideal, tapi apakah pernikahan pasti berjalan seideal yang terdapat dalam biodata dan pertemuan selama proses taaruf? Belum tentu. Faktanya, tetap ada kisah-kisah pernikahan yang hancur justru karena sudah gagal sejak masih dalam proses taaruf. Dan sayangnya kegagalan tersebut baru disadari setelah ijab kabul terucap. Itulah mengapa proses taaruf belum tercukupkan dengan menukar biodata dan melakukan pertemuan melalui mediator saja. Terdapat 3 pemeriksaan lainnya yang sebaiknya diketahui oleh siapapun yang sedang dalam proses taaruf. Yaitu pemeriksaan kesehatan fisik, mental, dan finansial.

Status mengenai kesehatan fisik, mental, dan finansial merupakan informasi penting sebagai upaya pencegahan terjadinya konflik berkepanjangan dalam pernikahan, termasuk adanya KDRT dan perceraian. Pernikahan yang tidak sehat juga mengakibatkan munculnya keluarga disfungsional. Pada akhirnya, jika tidak terputus maka dapat menjadi sebuah lingkaran setan yang mana korban dari keluarga disfungsional dapat menjadi pelaku dalam keluarganya di masa depan.

Baca Juga  Lupakan Mengidealkan Pasangan, Adanya Pasangan yang Saling Mengerti

Kesehatan Fisik, Mental, dan Finansial: Pemeriksaan Penting Selama Taaruf

Masalah keluarga yang berasal dari kesehatan fisik biasanya terkait dengan kemampuan dalam memiliki keturunan. Atau berkaitan dengan penyakit turunan, terutama yang menular di dalam keluarga. Dalam budaya patriarki di mana relasi kuasa sangat berpengaruh, perempuan dan anak sering menjadi korban terhadap masalah tersebut. Seorang istri terkadang disalahkan, dituduh mandul oleh suami atau keluarganya jika belum memiliki keturunan. Terkait dengan HIV, stigma buruk kencang terhadap istri dan anak-anak yang tertular dari suami/ayahnya padahal mereka hanyalah korban dari imam keluarga yang tidak bersikap jujur atas kesehatan reproduksinya.

Karena itulah, melakukan pemeriksaan atau tes kesehatan pranikah merupakan hal penting sebelum melanjutkan jenjang yang lebih serius. Sebenarnya di dalam biodata juga memuat riwayat penyakit tiap calon. Namun adanya tes kesehatan pranikah dapat menjadi bukti penguat valid atas kesehatan fisik tiap calon pasangan, tidak hanya berdasarkan pengakuan sepihak oleh orang tersebut.

Tes kesehatan pranikah ini dapat kita lakukan di fasilitas-fasilitas kesehatan dengan harga bervariatif, bahkan bisa gratis. Pedoman mengenai tes kesehatan pranikah ini terdapat dalam berbagai macam peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama dari kementerian kesehatan dan kementerian agama, yang juga teradaptasi dari pemerintah daerah. Salah satunya adalah DKI Jakarta yang menerbitkan PERGUB DKI No. 185 Tahun 2017 tentang Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan bagi Calon Pengantin, yang mewajibkan setiap calon pengantin di DKI menjalani tes kesehatan untuk mendapatkan Sertifikat Layak Kawin sebagai salah satu syarat pencatatan pernikahan di KUA di wilayah DKI Jakarta.

***

Selain membicarakan kesehatan fisik, kesehatan mental calon pasangan merupakan hal penting kedua untuk diketahui satu sama lain. Jejak kesehatan mental ini tidak bisa kita amati pada tampilan luar saja, apalagi jika orang tersebut berasal dari keluarga disfungsional. Dadang Hawari juga menjelaskan dalam bukunya “Penyiksaan Fisik dan Mental dalam Rumah Tangga (Domestic Violence)”. Bahwa salah satu pemicu terjadinya KDRT adalah gangguan kesehatan mental atau kepribadian pasangan yang tidak terdeteksi sejak awal atau sebelum melangsungkan pernikahan.

Baca Juga  Sepadan Bukanlah Seiras, Tapi Sesuai – Seimbang

Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan mental bagi tiap calon pasangan oleh psikolog perkawinan, psikolog keluarga, atau psikolog klinis dewasa merupakan hal yang penting ketika masih berada dalam proses taaruf. Pemeriksaan tersebut dapat mencakup kondisi psikologis tiap calon pasangan secara umum, potensi gangguan psikologis, kondisi relasi antar pasangan tersebut, juga kondisi psikologis yang bisa menurun secara genetik ataupun melalui adanya interaksi sosial antar anggota keluarga.

Tujuannya adalah agar tiap calon pasangan mengenali kondisi kesehatan mentalnya masing-masing. Juga potensi gangguan dan konflik jika tetap menikah sehingga mampu menyiapkan tindakan-tindakan pencegahannya. Kesalingan dalam mengetahui kepribadian dan kesehatan mental masing-masing sebelum menikah bertujuan untuk menjalin interaksi yang jauh lebih sehat secara psikologis ke depannya. Atau justru untuk memutuskan apakah akan tetap melanjutkan ke jenjang pernikahan atau tidaknya.

***

Data kesehatan terakhir yang perlu kita ketahui selama proses taaruf adalah kesehatan finansial. Salah satu kesalahan umum dalam mengetahui finansial yang sehat dari calon pasangan adalah hanya mengetahui besar pendapatan. Dengan anggapan bahwa semakin besar pendapatan seseorang maka semakin sehat juga finansialnya.

Padahal untuk mengetahui kondisi kesehatan finansial seseorang, perlu kita ketahui dahulu pemahaman dan tindakan calon pasangan. Misalnya terhadap pendapatan, gaya pengeluaran, juga beban utang dan tanggungan yang ia miliki. Untuk memastikan kesesuaian pernyataan dengan kondisi realistis finansial calon pasangan, satu sama lain dapat saling memeriksa laporan keuangan masing-masing dalam jangka waktu tertentu, besaran dan bentuk dana darurat juga aset. Tidak ada salahnya juga memeriksa rekening koran masing-masing jika benar-benar ingin terbuka terhadap arus pemasukan dan pengeluaran dan disesuaikan dengan laporan keuangan yang ia catat.

Baca Juga  Taaruf Profesional dan Komitmen-an ala Milenial

Bagi mereka yang memiliki aset, menyiapkan perjanjian pranikah yang berisikan kesepakatan atas harta bawaan masing-masing juga dapat menjadi sebuah opsi. Apalagi jika selama masa taaruf justru mendapatkan adanya situasi dan kondisi yang berpotensi menimbulkan masalah setelah terjadi ikatan pernikahan. Perjanjian pranikah juga dapat berisikan pembagian tanggung jawab finansial dan hal-hal penting lainnya untuk dimasukkan ke dalam perjanjian tertulis. Adanya perjanjian pranikah dapat menjadi sebuah upaya preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak menjadi harapan di masa depan. Termasuk juga mencegah terjadinya ketimpangan hak dan kewajiban antar suami istri, terutama dalam masalah finansial.

Pada akhirnya, menikah memang tidak semudah slogan “Ayo Menikah!” Hanya mereka yang benar-benar siaplah yang seharusnya mengatakan: sudah wajib atau sunnah untuk menikah.

Bagikan
Comments
  • Suryadi

    Goods

    April 8, 2021
  • Joni Ramdani, SHI.

    Bagus tulisannya…memang dalam Islam sudah lengkap diatur dlm masalah memilih pasangan. Lijamaliha, linasabiha, lihasabiha walidiinihaa….fisik, keturunan/keluarga, finansial dan tentunya dari segi Agamanya…. Sukses selalu. Salam sehat dari PA. Tasikmalaya.

    April 9, 2021
  • Mantap…

    April 10, 2021
Post a Comment