Sepenting Apa sih Guru BK ?
Rahmania, kalau kita berbicara dunia pendidikan, maka tidak terlepas dari bahasan guru bimbingan dan konseling (BK). Ketika mendengar kata guru BK, akan banyak respon yang mempertanyakan, Kenapa harus ada guru BK? Penting nggak sih, kalau nggak penting ngapain ada? Bahkan, banyak dari guru mata pelajaran atau mahasiswa pendidikan jurusan lainnya juga beranggapan bahwa ngapain aja sih kerjaan guru BK?
Bahkan yang paling menyeramkan adalah penyematan bahwa guru BK adalah sosok “polisi sekolah”. Iya, mungkin memang tidak bisa dipungkiri bahwasanya, BK jaman dahulu kerap menyelesaikan permasalahan siswa dengan tindakan fisik. Akan tetapi, sebenarnya, selama Saya menjadi mahasiswa BK, tidak ada mata kuliah yang berkaitan dengan menjadi “polisi sekolah” atau menggunakan penyelesaian dengan tindakan fisik.
Bimbingan dan Konseling
Hal tersebut tentu menuntut guru BK untuk merubah paradigma siswa dan orang tua khususnya terkait bimbinan konseling. Pengertian Bimbingan sendiri menurut Prof Sunaryo Kartadinata adalah proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal. Sedangkan konseling menurut Prof Prayitno adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar.
Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya. Untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang.
Dari pemaparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bawasanya guru BK sebenarnya merupakan gawang untuk membantu sekolahan dalam mengawal dan mendampingi peserta didik. Hanya saja terkadang yang terjadi di lapangan adalah seringkali posisi guru BK masih ditempati yang bukan lulusan dari sarjana (S1) Bimbingan dan konseling.
Idealnya guru bimbingan dan konseling harus ditempati lulusan sarjana bimbingan dan konseling yang juga menempuh Pendidikan Profesi Guru atau Pendidikan Konselor. Oleh karenanya seringkali stigma-stigma yang muncul mengenai polisi sekolah masih sering kali muncul berkaitan dengan polisi sekolah, karena posisi tersebut tidak diisi dengan lulusan yang sesui dengan kompetensinya.
Bagi guru BK yang sudah mengajar, haruslah selalu meningkatkan eksistensi guru BK itu sendiri. Terkhusus empat kompetensi guru BK yang harus dikuasi oleh para guru BK atau konselor. Sehingga guru bimbingan dan konseling mampu mendampingi dan mengantarkan kesuksesan peserta didik.
Proses layanan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan proses yang terpenting karena dari sinilah terjadi interaksi langsung antara guru BK dengan peserta didik. Dengan demikian,bimbingan dan konseling perlu memiliki posisi serta peran strategis dalam menyikapi lahirnya generasi milenial di Indonesia saat ini. Agar layanan BK di sekolah dapat memberikan pengaruh yang optimal dalam mengembangkan potensi generasi milenial saat ini sesuai dengan skill, minat serta bakat yang dimiliki dengan lebih baik.
Transformasi Bimbingan dan Konseling
Sehingga di era globaliasi dan era digital yang merajalela seperti ini, guru BK harus mampu mendeteksi berbagai persoalan yang ada. Paradigma guru BK yang hanya berurusan dengan anak nakal atau yang mempunyai problem itu juga harus segera dihilangkan. Tentunya oleh semua pihak di sekolah. Guru BK sendiri memiliki titik fokus di berbagai bidang, baik dari pribadi, sosial, belajar dan karir. Dan sebenarnya, pandangan seolah guru BK tidak mempunyai kerjaan itu sangat salah. Karena suatu sekolah bisa dikatakan maju dan tidak itu bisa dilihat dari tugas guru BK itu sendiri.
Selain itu, di era digitaliasi yang merajalela guru BK harus juga memosisikan dirinya seperti content creator dan selalu mengikuti perkembangan yang ada. Hanya saja harus diingat dan ditegaskan, piranti-piranti teknologi yang ada hanya sebagai senjata tamaban yang bisa dimanfaatkan oleh guru BK. Yang paling terpenting, model-model pendekatan juga harus dikuasai oleh guru BK.
Puncak dari kesuksesan guru BK adalah mampu menghantarkan peserta didik sukses dalam menjalani kehidupannya. Bahkan bisa dikatakan selama 1 tahun itu, tugas bimbingan dan konseling tidak akan pernah cukup untuk menyelesaikan tugasnya. Sehingga seharusnya semua pihak mampu mendukung penuh peran dan kehadiran guru BK. Sebab, guru BK bukan hanya menilai peserta didik dari nilai secara angka, tetapi lebih dari itu yaitu berkaitan dengan kerpibadian dan karakter.
Bagi siswa, mulai sekarang. Yuk jangan sungkan untuk masuk ke ruang BK, sebab guru BK adalah sahabat siswa!
Guru BK SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan Alumni BK Universitas Ahmad Dahlan

Rothua
Hebat tulisannya? Membahas tuntas isu permasalahan BK yang banyak dipertanyakan teman seprofesi kita ataupun yang ingin tahu tentang BK. Salam kenal dari saya admin Rothua Channel. Kunjungi web saya juga yah. Terimakasih 👌😊