Senandung Jiwa Aisyah
Terkadang pagi menjadi malam, malam menjadi pagi
Seringkali lapar menghilang karna selalu berdekapan
Tangisanmu nyaring, namun merdu bagi abi dan umi
Karna kehadiranmu telah lama kami impikan
Buah hati, permata hati, penyejuk kalbu
Tumbuhlah tinggi, berjiwa pendekar
Anakku sayang, permata harapanku
Doa kami engkau jadi Muslimah terpelajar
Aisyah, putri pertamaku, penerus perjuanganku
Kelak engkau akan menjadi panutan adik-adikmu
Abi dan Umi takkan lelah menuntunmu, hingga hadir Dia yang akan merangkulmu
Aisyah, putri pertamaku, pengobat lelahku
Abi akan menjadi pelindung dan penghapus sedihmu
Umi akan selalu mengiringi jenjang kedewasaanmu
Raihlah semua impian tanpa takut kami cemburu pada kesibukanmu
Penuhi hari-harimu dengan ibadah, ilmu dan buku
Karna hanya itu yang kami mampu berikan jadi bekal hidupmu
Aisyah… Aisyah… Aisyah
Abi dan Umi tidak akan marah jika nilaimu merah
Tidak akan kecewa jika engkau bukan juara
Kami bersedih jika engkau tidak berbakti, terlambat sembahyang dan mengaji
Aisyah… Aisyah… Aisyah…
Abi dan Umi berjanji menyayangimu sampai kapanpun
Jangan ragu untuk melangkah maju, doa kami akan menyertaimu slalu
Walaupun nanti kita kan saling merindu tanpa bertemu
Aisyah… Aisyah… Aisyah…
Senandung ini menjadi pertanda harapan kami untukmu
Teruskanlah perjalananmu untuk melihat ujung dunia
Tapi jangan engkau lupakan tujuan akhir kita untuk bersama slamanya di Syurga-Nya
Dosen UIN Raden Fatah Palembang; PWNA Sumsel
