Sekali Waktu
Sekali waktu ia datang padaku
Mengadu sebuah persoalan
Lalu berlalu
Kemudian kembali mengadu
Persoalan remeh temeh
Mengajak meruak
Membedah sebuah perkara
Diskusi sunyi senyap dalam gelap
Sekali waktu ku mengadu pada tembok yang memiliki wajah
Berbagi cuitan di rimba dunia maya
Kadang, aku lupa
Di mana sebenarnya tempat mengadu
Dunia berisi pengaduan
Keluhan yang terdengar rewel
Kuping siapa yang tahan mendengarnya
Racauan, ocehan, umpatan
Dan doa-doa yang menyengsarakan sebagian
Manusia buat pengadilan, semua bisa di adili
Tapi hanya keadilan berada di sana
Manusia buat lembaga pengaduan, semua boleh mengadu
Tapi hanya sekali dilayani, apalagi kalau tak memberi
Sudah sedemikian rupa kehidupan
Manusia menguasi manusia
Menindas manusia
Merampas manusia lainnya
Berharap pada manusia
Dunia memang fana
Namun banyak yang terlena karenannya
Manusia punya banyak harap
Namun, sekali saja ia datang menghadap
Guru SDN Utan Kayu Utara 11 Pagi, Matraman, Jakarta Timur; Aktif mengelola channel youtube Bakoel Tipi dan website pacultanistore.com; Memiliki hobi bermain sepakbola juga menjadi ketua Indonesian Toon Army (supporter Newcastle di Indonesia); Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jakarta Timur ini memiliki beberapa tulisan yang telah dibukukan antara lain Antologi Puisi Melawan Asap dan Gebyar Puisi Indonesia Bangkit Jilid 3. Bukunya yang terbaru adalah Bakul & Pacul : Bertahan di tengah pandemic yang ia tulis bersama istrinya.
