Saatnya Menjadi Wanita Mandiri
Wanita yang bekerja dan sukses dan menjadi wanita karier saat ini sudah tidak lagi menjadi hal tabu. Jika dulu perempuan harus menikah secepatnya, harus bisa masak, dan harus pandai mengurus suami dan anak. Tetapi, paling sering terjadi adalah perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi.
Sebagai salah satu contoh adalah banyak ibu rumah tangga yang ternyata pernah menempuh kuliah tinggi bahkan hingga S1 dan S2 namun mereka memilih untuk menjadi ibu rumah tangga karena merasa harus mengikuti apa suami atau orang tua inginkan.
Tidak sedikit wanita yang merasa bahwa mereka masih ingin bekerja dan mengurus keperluan rumah tangga sekaligus. Hal tersebut tentunya menjadi terasa lebih berat bagi sebagian orang. Namun, hal tersebut tidak terasa berat jika kita memiliki niat, ikhlas, dan memiliki dukungan.
Perempuan juga Bebas Memilih
Banyak perempuan saat ini yang lebih mementingkan pekerjaan ketimbang mengurusi tuntutan untuk menikah secepatnya. Bagi sebagian perempuan, pernikahan sangat sulit dan harus siap mental dan tentu saja keuangan yang cukup untuk masa depan.
Saat ini banyak perempuan yang merasa bisa melakukan semua kegiatan secara mandiri. Perempuan mandiri menjadi hal yang tidak asing lagi terutama di ibu kota. Jika zaman dahulu stigma wanita karier akan menjatuhkan harga diri laki-laki, maka sekarang ini pemikiran tersebut seharusnya tidak ada lagi.
Perempuan yang menjadi pengusaha sukses, wanita karier dengan jabatan yang tinggi, dan perempuan lainnya keberadaan mereka kemandiriannya harus di acungi jempol. Sebagai perempuan yang mandiri tentu saja mereka harus menghadapi dan melewati banyak halangan dan rintangan.
Mulai dari omongan keluarga yang takut jika perempuan sukses sulit mendapatkan pasangan. Kemudian, takut jika seorang perempuan hanyut atas pencapaiannya, bahkan tidak sedikit keinginan keluarga agar perempuan cukup bekerja di dapur.
Hal tersebut menjadi tantangan yang cukup berat untuk perempuan yang ingin sukses karier terlebih dahulu dan ingin mandiri. Namun sebagai perempuan yang mandiri tentu saja harus teguh akan pendirian, gigih, dan cerdas.
Independent Woman dari Indonesia
Saat ini, banyak perempuan yang cerdas yang berasal dari kalangan artis muda Indonesia yang banyak menjadikan mereka stimulus diri bagi beberapa orang. Contohnya, Maudy Ayunda, Cinta Laura, Najwa Shihab, Merry Riana, Susi Pujiastuti, dan lainnya.
Banyak perempuan Indonesia yang mulai menjadi perempuan yang kuat dan mandiri baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Terdapat beberapa suami sang mengizinkan sang istri untuk bekerja walaupun sang suami juga bekerja dan mereka mendapatkan penghasilan yang bisa digunakan bersama.
Mengenai uang yang diperoleh istri yang bekerja menjadi milik bersama atau tidak hal tersebut menjadi urusan setiap pasangan rumah tangga itu sendiri. Namun, yang terpenting dalam hal ini adalah sang suami mendukung pekerjaan sang istri.
Suami yang bekerja dan istri yang bekerja pula bukan berarti pekerjaan dalam rumah tangga menjadi urusan asisten rumah tangga. Terdapat beberapa pasangan suami istri yang sama-sama bekerja namun tetap mengerjakan pekerjaan rumah bersama-sama.
Jika terdapat komunikasi yang bagus, saling percaya, dan saling mendukung satu sama lain. Maka jika sang istri bekerja dan memiliki penghasilan sendiri atau bahkan memiliki penghasilan lebih tinggi dari sang suami, maka harga diri suami tidak merasa rendah.
Namun sebagian orang di Indonesia masih menerapkan budaya patriarki di mana laki-laki sebagai pihak yang dominan dalam hal apa pun. Hal tersebut juga menjadi salah satu tantangan dan sebagai wanita yang mandiri kita harus siap menghadapi tantangan tersebut.
Saat ini dunia yang sudah sangat maju dan banyak teknologi yang terus berkembang semakin canggih, membuat manusia juga memiliki beberapa kemajuan di bidang pendidikan. Banyak perempuan yang menempuh pendidikan baik di luar negeri atau di luar negeri untuk mencapai cita-citanya.
Laki-laki saat ini juga memiliki kemajuan dalam sudut pandang mereka tentang perempuan, dimana mereka ingin memiliki pasangan yang cerdas untuk mendidik anaknya di kemudian hari. Namun, perempuan yang cerdas mandiri tidak selalu harus memiliki gelar S1 atau S2.
Bahkan perempuan yang lulusan SMA bisa lebih cerdas bahkan mandiri daripada perempuan yang lulusan S1 atau S2. Karena perempuan yang mandiri tentu saja telah melewati berbagai macam ujian kehidupan yang membuatnya bisa lebih cerdas bahkan kritis dalam berpikir.
Sebagai perempuan yang memiliki gelar atau tidak memiliki gelar harus tetap memiliki sifat mandiri dan cerdas di era saat ini. Dunia yang semakin berkembang akan teknologi dan pendidikan menjadikan pacuan untuk mengubah dunia yang lebih baik lagi.
Saatnya Perempuan juga Mandiri
Perempuan yang dikenal sebagai makhluk yang lemah dan rapuh bisa menjadi perempuan yang sangat mandiri dan cerdas dengan seiringnya perkembangan zaman. Wanita yang mandiri dan cerdas tidak perlu takut akan komentar orang lain, jika mereka tidak mendukung diri kita yang mandiri dan cerdas.
Jadilah perempuan yang kuat, mandiri, dan cerdas. Selalu meningkatkan kualitas diri sendiri. Perempuan akan diperlakukan sebagai ratu jika dipertemukan dengan laki-laki yang tepat di waktu yang tepat tanpa memikirkan hal yang mungkin buruk bagi laki-laki tersebut.
Perempuan yang mandiri akan secara perlahan membuat kita menjadi perempuan yang bijaksana dalam melakukan hal apa pun. Oleh karena itu, kita sebagai perempuan di masa yang serba canggih saat ini tidak perlu ragu. Jadilah wanita yang mandiri dan kuat yang memiliki banyak kualitas dalam diri sendiri. Banyak manfaat yang bisa kita temukan jika memanfaat segala hal yang datang pada hidup kita. Sebagai perempuan yang mandiri tentu saja memiliki banyak manfaat yang sangat kita butuhkah agar tidak merasa dibodohi oleh siapa pun baik orang terdekat maupun tidak.
Editor: Ahmad Murtaza MZ
