Rumpang
Ketika hangat tubuh bukan lagi kepulangan
Kala tak kutemukan lagi romantisme di dalamnya
Gerimis di hati perlahan meluncur deras
Bersamaan dengan lentera yang meredup
Argumentasi beradu di pelataran resah
Membabi buta dan melukai
Berkat buaian waktu yang menjadikannya pemakluman
Jumpa sekedar jumpa
Tanpa rasa, Ya tanpa rasa
Kosong, Sepi dan makin terbiasa
Kepada jiwa-jiwa yang rumpang
Riang tak lagi riang
Sendu makin menyendu
Sedang aku, Sirna diterpa masa
Aku berpijak pada nestapa
Yang menjadikan elegi bertumbuh
Aku meringkuk dengan sebatang puntung rokok,
Di tengah kelakar seputar sesak
Oh, Pemilik segala rasa
Duka macam apalagi?
Sakit yang bagaimana lagi?
Teduh netraku lenyap dalam pusara angkara
Degupku berpacu pada memori yang telah lalu
Mimpi-mimpi ringsek terbentur batas kalbu
Semoga, Rasa cinta memelukku erat
Biar kelegaan menyambutku cepat tanpa sekat
Terjaga dengan nalar yang berkecamuk
Hingga tubuh dan jiwa luruh
Perlahan tak sadarkan diri
Bersimpuh pada basah peluh
Sedang menempuh pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
