Role Model Muslimah
Setiap kita pasti punya role model atau teladan masing-masing, akan tetapi sebagai muslimah; pilihan role model yang terbaik adalah mereka yang memiliki ketaatan kepada Allah, sehingga tidak hanya terkenal di kalangan manusia di dunia; tapi juga malaikat di langit dan bidadari di surga.
Lantas timbul pertanyaan, siapa role model muslimah yang seharusnya? Jawabannya yakni Khadijah, Aisyah, Maryam, dan Fatimah az-Zahra, adalah role model muslimah sepanjang masa. Yang menjadikan mereka sebagai role model yakni ketaatannya kepada Allah Swt dan suaminya, rasa malu yang mereka junjung tinggi dan semua kepribadiannya menjadi teladan bagi kita semua. Sehingga kisahnya yang mulia selalu memenuhi ingatan kita semua.
Khadijah
Sebagai Muslimah, kita dapat belajar banyak dari Khadijah. Beliau adalah istri baginda Nabi Muhammad Saw. Semasa hidupnya, Khadijah memiliki akhlak yang mulia, cerdas, mandiri. Beliau senantiasa setia menemani, mendampingi dan taat pada suaminya dalam segala keadaan baik dalam kondisi tersulit sekalipun. Bahkan Khadijah adalah seorang perempuan yang menafkahkan dirinya dan hartanya untuk perjuangan Islam.
Khadijah memang terkenal akan kekayaannya tetapi beliau tidak pernah menilai orang lain dari segi harta. Sangatlah pantas jika Nabi Muhammad Saw merasa sangat kehilangan ketika Khadijah; dan Nabi Muhammad Saw terus mengenang istrinya itu sepanjang hayat. Sehingga Allah Swt menghargai peran Khadijah dalam perjuangan Islam dengan sebuah rumah di surga. Sebagaimana dalam sebuah hadis:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ إِسْمَاعِيلَ قَالَ قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا بَشَّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَدِيجَةَ قَالَ نَعَمْ بِبَيْتٍ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ
Telah bercerita kepada kami Musaddad telah bercerita kepada kami Yahya dari Ismail berkata; Aku bertanya kepada ‘Abdullah bin Abu Awfaa radliallahu ‘anhu “Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memberi kabar gembira kepada Khadijah?” Dia menjawab; “Ya pernah, berupa rumah yang terbuat dari mutiara (di surga kelak) yang isinya tidak ada suara hirup pikuk dan kelelahan”. (HR Al-Bukhari No. 3535).
Aisyah
Perempuan yang mendapat julukan Humairah (berpipi merah/kemerahan) karena parasnya yang cantik. Sosok Aisyah, istri Nabi Muhammad Saw ini tidak kita ragukan lagi kecerdasannya, Az Zuhri pernah berkata, “seandainya ilmu Aisyah dikumpulkan dan dibandingkan dengan semua ilmu wanita di dunia, maka ilmu Aisyah lebih banyak”.
Aisyah juga terkenal sebagai seorang yang dermawan, pemberani dan memiliki jiwa besar. Beliau tak segan untuk menolong orang-orang yang sedang kesusahan bahkan juga menjadi perantara menyampaikan masalah kepada Nabi Muhammad Saw.
Tak lupa sebagai istri, Aisyah juga melaksanakan perintah dan menjauhi larangan nabi Muhammad Saw dan berusaha melakukan hal-hal yang menyenangkan dan membuat Nabi Muhammad Saw ridha terhadapnya. Dan hal yang patut kita contoh dari Aisyah ini beliau tidak mau membicarakan kejelekan orang lain; apalagi menyebut kejelekan istri Nabi Muhammad Saw yang lain. Aisyah malah pernah dengan lapang dada menyebut kelebihan masing-masing istri-istri nabi Muhammad Saw lainnya dengan kata-kata terpuji.
Maryam
Ibunda Nabi Isa AS ini adalah pembuka kaum perempuan di surga. Sepanjang hidupnya Maryam dikenal sebagai perempuan yang sangat menjaga diri dari godaan setan yang hanya menjerumuskan kepada nafsu belaka saja. Maryam sangat rajin dan tekun beribadah.
Dalam hidupnya, Maryam diberi cobaan; akan tetapi beliau tetap tabah menjalaninya dan berserah diri kepada Allah. Keistimewaan lainnya Maryam adalah satu-satunya nama tokoh perempuan muslim yang menjadi nama surat dalam kitab suci Al-Qur’an. Ketaatannya pun diabadikan dalam potongan ayat dalam surat Ali Imran ayat 42 yang berbunyi:
وَاِذْ قَالَتِ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفٰىكِ عَلٰى نِسَاۤءِ الْعٰلَمِيْنَ
“Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu).”
Fatimah az-Zahra
Fatimah az-Zahra, namanya memang tak disebutkan dalam Al-Quran akan tetapi Fatimah adalah penghulu seluruh wanita di alam semesta ini dari awal hingga akhir. Beliaulah pemimpin seluruh wanita surga, beliau sang bunga indah ayahnya.
Fatimah az-Zahra adalah putri dari Nabi Muhammad Saw dan Khadijah yang lemah lembut, santun, sederhana, taat kepada Allah dan kedua orang tuanya; menjaga rasa malu dan juga albatul (seorang yang tidak pernah berhenti beribadah). Sehingga Allah Swt memutus dan melindunginya dari api neraka. Fatimah juga merupakan seorang yang gemar membantu orang lain.
Singkat kisah pada suatu masa seorang musafir datang ke hadapan Nabi Muhammad Saw. Ia meminta bantuan karena kehabisan makanan, uang serta pakaian. Mendengar hal itu, Nabi meminta musafir tersebut untuk mendatangi Fatimah.
Seperti dugaan Nabi Muhammad Saw, putrinya langsung menyambut musafir tersebut dan memberi kalung hadiah pernikahan dari sang suami. Fatimah mengatakan, “Juallah kalung ini! Mudah-mudahan harganya cukup untuk memenuhi kebutuhanmu.” dan kalung itu dijual sehingga musafir itu pun terpenuhi kebutuhannya
Tentu kita semua ingin seperti mereka, yang bukan dikagumi karena hanya parasnya yang cantik tapi juga akhlak yang baik; dari pada kita sibuk untuk berlomba-lomba mendapat hal yang hanya bersifat duniawi dan melupakan akhirat. Alangkah baiknya kita mencoba melakukan hal-hal yang baik untuk bisa masuk di golongan orang-orang yang Allah Swt sebut mulia. Semoga Allah melembutkan hati kita dan menuntun kita untuk bisa mencontohnya.

Anonim
Maa syaa Allah sangat bermanfaat