f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
li ching-yuen

Rahasia Umur Panjang Li Ching-Yuen

Sore ini tiba-tiba penanda aplikasi WhatsApp saya berbunyi, rupanya ada pesan masuk dari seorang teman. Sambil sejenak menikmati teh hangat ditemani pisang goreng yang asapnya masih mengepul baru diangkat dari wajan; saya pun membuka pesan tersebut. Ternyata pesan tersebut berupa sebuah tautan berita di salah satu media online; outdoorrevival.com yang jujur baru pertama kali saya dengar namanya.

Setelah menunggu beberapa saat tautan media online tersebut terbuka dan agak cukup membuat dahi berkerut sejenak. Artikel tersebut ditulis dalam Bahasa Inggris dengan judul “Chinese herbalist Li Ching-Yuen lived to be 256 years old”; yang kira – kira kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kurang lebih Ahli Herbal dari negeri Cina yang bernama Li Ching-Yuen yang berumur 256 tahun.

256 tahun…!!!, ya benar anda boleh percaya boleh tidak, saya pun hampir tertawa atau setidaknya senyum-senyum sendiri membacanya hampir tak percaya.

Menurut artikel tersebut, Li mengaku dilahirkan di tahun 1736. Tetapi menurut salah seorang profesor di Universitas Minkuo mempunyai bukti bahwa Li dilahirkan pada tahun 1677; kurang lebih 4 abad yang lalu dan meninggal di tahun 1933. Beberapa catatan pada masa kekaisaran China menyebutkan bahwa pemerintah setempat memberikan ucapan selamat kepada Li pada saat perayaan hari ulang tahunnya yang ke 150 dan ke 200. Artikel tersebut juga menyebutkan hal yang tidak kalah mengejutkan yaitu sepanjang hidupnya Li mempunyai 23 istri dan 200 anak. Wow….tidak terbayangkan kalau Li hidup pada era saat ini.

Kira-kira anda penasaran apa yang menjadi resep rahasia Li untuk berumur panjang, kan? Demikian pula dengan saya. Pelan-pelan saya coba baca apa rahasia di balik umur panjang Li.

Baca Juga  Gaya Hidup Slow Living Bagi Seorang Muslim
***

Rahasia pertama, rupanya Li dikenal sebagai ahli tumbuh-tumbuhan (herbal) dan juga sebagai ahli seni bela dari, sebagaimana kita tahu bahwa Cina adalah sangat terkenal akan keduanya. Untuk penghidupannya Li mencari tumbuh-tumbuhan hingga ke negeri Thailand dan kemudian juga menjualnya kembali. Tumbuh-tumbuhan inilah menurut artikel tersebut yang dipercaya menjadi salah satu resep umur panjang Li.

Rahasia kedua, Li tidak pernah merokok dan minum-minuman keras atau beralkohol. Yang ini cukup beralasan, setidaknya cukup sejalan dengan kampanye di bungkus rokok yang gambarnya cukup menyeramkan; dan dampak dari minum-minuman keras yang dalam agama Islam sendiri dinyatakan sebagai ‘Ibu dari segala kejahatan’.

Rahasia ketiga, Li makan teratur, tidur lebih awal dan bangun juga lebih awal. Yang ini pun cukup beralasan, paling tidak sesuai dengan sunnah Nabi bagi yang beragama Islam. Makan teratur terlihat seperti puasa menurut saya, setidaknya makan di waktu pagi dan makan di waktu berbuka dengan porsi yang tidak berlebihan. Tidur lebih awal dan bangun lebih awal, setidaknya sebelum waktu Subuh untuk menunaikan ibadah di sepertiga akhir malam hari; yang terbukti menyehatkan dan bahkan menjauhkan dari berbagai macam penyakit, apalagi dibarengi dengan mandi dan bersiwak membersihkan diri.

***

Rahasia keempat Li menurut artikel tersebut yang diwujudkan ke dalam tindakan. Di mana ada seseorang yang meminta Li untuk menginap di rumahnya untuk mengajarkan rahasia umur panjangnya. Formulanya adalah selalu menjaga hati yang damai, duduk seperti kura-kura, berjalan cepat seperti burung merpati, dan tidur seperti seekor anjing.

Kira- kira anda bisa mencoba untuk membayangkan sendiri bagaimana bertindak-tanduk seperti formula di atas, kelihatannya lebih mengarah untuk kita lebih memperhatikan jasmani dan rohani kita. Hal ini mengingatkan saya juga bahwa di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yag sehat dengan rajin berolahraga, tidur yang cukup, dengan hati yang tenang tanpa banyak pikiran.

Baca Juga  Dari Anak-Anak, Melatih Kejujuran itu Menyehatkan!

Rahasia kelima, disebutkan dalam artikel tersebut bahwa Li rajin sekali bermeditasi hingga berjam-jam lamanya untuk posisi yang sama dengan mata tertutup dan dengan tangan di atas pangkuannya. Li Ching-Yuen menyebutkan bahwa pikiran yang damai dapat menjamin setidaknya satu abad untuk hidup yang sehat. Kelihatannya untuk hal yang ini sesuai dengan rahasia keempat di atas terkait hati yang tenang tanpa banyak pikiran. Dalam hal meditasi ini, rupanya mirip dengan ibadah sholat sebagai salah satu rukun Islam yang membuat kita selalu terhubung dengan pencipta kita.

***

Dari kelima rahasia di atas menurut saya akan kembali kepada diri kita masing-masing. Sebagai makhluk sosial tentu kita bergantung kepada orang lain di mana hubungan antar manusia pasti mempengaruhi pola pikir dan perilaku kita. Demikian pula kepada alam sekitar, di mana kita bergantung untuk hasil bumi, dan kekayaan alam dan juga sebagai tempat berlindung. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, Sang Maha Pencipta segalanya, tentu kita sangat bergantung kepada-Nya dan harus sering-sering terhubung dengan-Nya agar merasakan kedamaian baik di dalam hati maupun dalam pikir kita.

Sebagai penutup, sambil menghabiskan teh hangat dan potongan pisang goreng yang tersisa, benak saya tetap tidak berhenti berfikir. Kira-kira kalau saya dikaruniai umur panjang seperti Li Ching-Yuen, saya akan berbuat apa ya?

Bagikan
Post a Comment