f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kereta

Perjalanan Kereta ke Rangkasbitung

Tut tut… 

Kereta lokal Rangkasbitung-Merak mulai melaju… 

Jus… Jus… Bergerak perlahan tapi pasti

Tak henti-henti petugas memperingati 

Tak diizinkan membuang sampah atau memangku kaki di atas kursi

*

Keretaku melewati rumah-rumah warga, pesawahan, dan perkebunan

Betapa hijaunya wilayahku

Rangkasbitung, dulu pernah menjadi persinggahan si Multa Tuli

Aduhai.. Tak terbayang masa itu

*

Petugas KAI pun berkeliling menghampiri setiap kursi

Bergegas aku serahkan karcis seharga tiga ribu rupiah

Murah, cukup terjangkau rakyat biasa

Petugas pun mengecek dan menandainya

*

Aku teringat, pertama aku menaiki kereta perjalanan Serang-Jakarta 

Masa itu KRL belum ada

Harganya hanya 5 ribu rupiah sekali perjalanan

Kereta adalah transportasi favorit setiap kelas masyarakat

*

Rakyat

Saat aku melewati perkampungan, aku teringat dengan sebutan itu

Bagaimana masa Rangkasbitung masih menjadi hutan belantara

Belanda yang berkuasa… 

Kita dianggap manusia rendah, yang mudah untuk dijajah

*

Aku teringat karya Pram atau nama lengkapnya Pramoedya Ananta Toer

Ia menulis sebuah karya yang berceritakan tentang wilayah Selatan Banten

“Sekali Peristiwa di Banten Selatan” itulah judulnya

Pram bercerita

Dulu Darul Islam juga menguasai sebagai kelompok yang ditakuti rakyat biasa

Selain Kompeni, ternyata antek-antek dan kelompok tertentu juga pernah menyiksa masyarakat di sini

*

Ada yang mengatasnamakan kekuasaan, agama, bahkan harta

Itulah kisah dari sebuah perjalanan ini

Menyisakan memori sejarah yang tak terlupakan

Bagikan
Baca Juga  Sibuk Mengarang Segala yang Mengering
Post a Comment