Perempuan Tangguh di Balik Peristiwa Hijrah (1)
Pada tanggal 20 Agustus 2020 yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1442 H menjadi moment agung bagi umat manusia khususnya kaum muslim. Dalam catatan sejarah, penetapan tahun baru Hijriyah ini menjadi simbol penting untuk mengabadikan upaya-upaya dan jejak rekam hijrah Nabi Saw yang kemudian kita yakini sebagai momentum spiritual umat Islam.
Peristiwa hijrah Nabi beserta para sahabatnya merupakan upaya untuk menyelamatkan penyebaran dakwah Islam pada saat itu. Melihat kondisi Mekkah yang tidak memungkinkan lagi akhirnya Nabi mengajak para sahabat-sahabatnya berhijrah untuk membuka lembaran baru dalam berdakwah sehingga tercipta peradaban Islam baru.
Menurut Ahmad Syailabi dalam Sejarah dan Kebudayaan Islam, peristiwa hijrahnya Rasulullah mengajarkan arti ketulusan dan kesabaran dalam berjuang. Perjuangan dan segala upaya Rasulullah beserta para sahabatnya dalam berhijrah sejatinya memperlihatkan kepada kita pentingnya solidaritas dan dukungan tim dalam mencapai suatu tujuan. Dengan begitu, kepemimpinan Nabi dalam menggerakkan keluarga dan sahabat-sahabatnya merupakan wujud gerakan kepaduan dalam kerja-kerja kebaikan khusunya di ranah publik.
Perjalanan hijrah Nabi tidak hanya didukung dan dibanjiri para sahabat laki-laki namun ada keterlibatan para sahabat perempuan juga. Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 195 yang menjelaskan bahwa perempuan sebagai pelaku kerja-kerja kebaikan atau aktivitas sosial bersama laki-laki akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah,
“Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik”. Berikut ini beberapa nama sahabat perempuan dibalik peristiwa hijrah Nabi:
Ruqayyah binti Rasulullah SAW
Ruqayyah merupakan putri Nabi dengan Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid. Ruqayyah mendapat sebutan“perempuan dua hijrah”. Dalam buku Qashash wa’Ibar wa’Izzat min Hayat ash Shahabiyyat, bahwa Ruqayyah merupakan muslim pertama yang berangkat hijrah ke Habasyah atas izin dan perintah Nabi untuk menemukan ketenangan dan keluasan dalam menjalankan ibadah tanpa ada siksaan dan penindasan. Ruqayyah berhijrah bersama suaminya yaitu Utsman bin Affan.
Setelah mendapatkan kabar bahwa penganiayaan yang dilakukan kafir Quraisy sedikit berkurang maka Ruqayyah dan suaminya memutuskan kembali ke Mekkah. Ketika kembali dari hijrahnya menuju Mekkah Ruqayyah dikejutkan dengan kematian ibundanya, Khadijah. Ruqayyah sangat terpukul dan merasakan kesedihan yang mendalam.
Adapun perjalanan hijrah kedua dilakukan bersama Nabi dan para sahabat lainnya ke kota Madinah. Tujuan hijrah ke Madinah tidak lain membebaskan diri dari penindasan kafir Quraisy Mekah dan menciptakan peradaban madani di Madinah. Sosok Ruqayyah binti Muhammad memperlihatkan betapa besar kesabaran dan kesetiaanya menjalankan perintah agamanya dari intimidasi dan penindasan kafir Quraisy sehingga mengharuskannya berhijrah dua kali dengan rela meninggalkan keluarga, harta benda menuju ke tempat yang penduduknya sama sekali tidak dikenalnya.
Shafiyah binti Abdul Muthalib r.a
Shafiyah binti Abdul Muthalib merupakan bibi Nabi. Ia termasuk muhajirah (orang yang hijrah) pertama dan penyair Bani Hasyim. Ia sosok perempuan bangsawan yang berpikiran maju dan memiliki kepribadian yang kuat. Masih dalam buku yang sama, bahwa Shafiyyah dikenal sebagai muslimah yang gagah berani lantaran dialah perempuan pertama yang menewaskan orang musyrik dengan tangannya sendiri demi menegakkan agama Allah.
Shafiyah termasuk golongan pertama Bani Abdul Muthalib yang menerima dakwah Nabi. Ia bahkan dengan tulus mendukung perjuangan Nabi sampai hijrah bahkan sesudah berada di Madinah. Menurut Imam adz Dzahabi (Siyar A’lam an Nubala), Shafiyah termasuk perempuan yang aktif dalam segala peperangan kaum muslimin. Pada perang Uhud, Shafiyah termasuk perempuan di barisan terdepan dalam melayani mujahid, menggugah semangat mereka hingga mengobati mereka yang terluka.
Ruqaiqah binti Shaify bin Hasyim r.a
Disebutkan dalam buku Ummahat al Shahabah, ia memilikii nama lengkap Ruqaiqah binti Abi Shaify bin Hasyim bin Abdul Muthalib bin Abdul Manaf. Ia merupakan sepupu Al Abbas dari Bani Abdul Muthalib. Ruqaiqah termasuk orang pertama yang memberi tahu Nabi tentang rencana kafir Quraisy untuk membunuh Nabi sebelum hijrah ke Yastrib. Ketika pemuka kafir Quraisy bersmuyawarah dan merencanakan pembunuhan Nabi di ruang Daru an Nadwah, Ruqaiqah memberitahu Nabi akan rencana jahat mereka, ia pun berkata “sesungguhnya kafir Quraisy merencanakan sesuatu untukmu malam ini” kemudian Nabi langsung meninggalkan tempat tidurnya kemudian Ali bin Abi Thalib menggantikan posisi beliau di tempat tidurnya.
Asma binti Abu Bakar r.a
Asma merupakan putri dari sahabat Nabi yaitu Abu Bakar ash Shiddiq. Asma mendapat sebutan sebagai “perempuan pemilik dua selendang” (Dzatun Niqathain). Asma memiliki kelebihan dalam bidang memasak sehingga ia menyiapkan makanan sebagai bekal untuk Nabi dan ayahnya selama perjalanan hijrah.
Diriwayatkan dari Asma’ r.a, ia berkata: Aku menyiapkan makanan Nabi di rumah Abu Bakar saat beliau akan hijrah ke Madinah. Kami tidak mendapatkan tali untuk mengikat tempat makanan dan minuman beliau. Kemudian Abu Bakar berkata: Belah selendang itu menajdi dua! kemudian Asma membelah selendangnya menjadi dua bagian lalu mengikat salah satunya untuk makanan dan satunya untuk minuman.
Dikisahkan juga saat keikutsertaanya dalam hijrah, Asma berangkat dalam keadaan mengandung Abdullah bin Zubair. Tidak hanya itu, Asma juga menghapus jejak-jejak perjalanan Nabi di padang pasir agar tidak diketahui orang-orang Quraisy. (Al Mar’ah fii Ahd al Nabawy)

Seorang santri dan pendidik yang senang berbagi cerita seputar keislaman dan pengalaman perempuan
