f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kesalahan

Perempuan di Tengah Badai (3): Kesalahan

Oleh: Ummi Lathifah*

Setiap ada kasus yang berhubungan dengan kehamilan, apapun itu pasti yang menjadi tokoh utama adalah perempuan. Ya, karena memang perempuanlah yang mengandung. Mereka yang mengalami dan merasakan bagaimana susah senang mengandung, merasakan bagaimana sakitnya berjuang antara hidup dan mati melahirkan generasi.

Akan tetapi, ketika ada sedikit masalah, perempuan juga lah yang selalu mendapat imbasnya. Kenapa seperti itu? Apakah semua kesalahan hanya milik perempuan? Padahal perjuangan mereka sangatlah berat, sudah seharusnya mereka dilindungi, didukung serta dimuliakan. Bahkan baginda Rasul saja sangat memuliakan dan menghormati perempuan.

Ketika perempuan tak kunjung hamil, ketika keguguran, ketika melahirkan secara tidak normal dan yang lainny. Pasti yang akan mendapat pertanyaan, penghakiman, sindiran, nyinyiran, makian serta cacian adalah perempuan. Kenapa mereka tidak pernah mau berfikir dan berlaku adil, bahkan lebih mirisnya lagi yang melakukan hal-hal seperti itu dari kaum perempuan juga. Kenapa mereka tidak memikirkan perasaan sesamanya?

Perempuan dan Hal-Hal Yang Di Luar Kuasanya

Seperti kisah di atas, bagaimana sebagian masyarakat menyiksa perempuan secara verbal, menghakiminya serta memojokkannya. Hanya karena ia belum dikaruniai buah hati, yang bahkan kondisi tersebut di luar dari kuasanya.

Sungguh itu sangat tidak adil, dalam kondisi seperti itu kenapa cenderung hanya perempuan yang salah, bahkan mereka melupakan bahwa proses terjadinya pembuahan bukan hanya dari perempuan saja, akan tetapi harus ada laki- lakinya juga yang akan menanamkan benih. Lalu, kenapa mereka tidak menerima penghakiman itu, padahal mereka juga memberikan sumbangsih. Karena tidak menutup kemungkinan kalau permasalahan itu datang dari mereka kaum Adam.

Hal yang lebih menyedihkan lagi apabila seorang suami juga ikut menyalahkan istrinya apabila mereka mendapatkan takdir yang seperti itu. Ia yang sampai mengatakan mengatakan istrinya tidak berguna karena tidak bisa memberinya keturunan.

Baca Juga  Mengelola Konflik Rumah Tangga

Wahai para suami yang masih berfikiran primitif, sadarlah, yang berhak menciptakan dan memberimu keturunan bukanlah istrimu. Tuhan mu lah yang lebih berhak, apa kau sudah melupakan Tuhanmu, hingga kamu menyalahkan istrimu. Tidak sepantasnya seorang suami berlaku demikian, karena ia berada dalam satu bahtera yang sama dengan istrinya.

Yang dibutuhkan Suami oleh Istri

Wahai suami, lindungilah istrimu, dukunglah dia selalu, pahamilah dia, terima semua kekurangannya, muliakanlah dia, karena diapun telah menerima segala kekuranganmu, memahamimu, mendukungmu dan menghormatimu.

Berikhtiarlah bersama dengan istrimu, panjatkan selalu do’a- do’a yang akan mengetuk pintu langit. Jangan pernah kau sakiti dia karena sesungguhnya dia adalah tanggung jawabmu di hadapan Sang Pencipta kelak.

Berjuanglah bersama, saling melengkapi, selalu mendukung satu sama lain, menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, bersabar dengan keadaan, ikhlas dalam menjalani takdir dan selalu yakin bahwa dibalik semua ujian dan cobaan terdapat pelajaran dan hikmah yang bisa diambil.

Wahai perempuan hebat, perempuan kuat, bangkitlah, dirimu cantik dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, dirimu mulia di tengah orang- orang yang selalu memuliakanmu. Bukankah sayyidah Aisyah juga seseorang yang tidak ditakdirkan untuk hamil, tapi baginda Rasul begitu menyayangi dan memuliakannya, dia memberi pengaruh besar dalam perjalanan hidup nabi, dia adalah perempuan yang cerdas yang dengan segala kelebihannya mampu menutup segala kekurangan. Percayalah, bahwa Allah sudah memilihkan takdir terbaik untukmu.

Bait-Bait Harapan

Harapan itu masih ada, maka kami tidak akan pernah bosan merayu Dia agar kami dipertemukan dengan buah hati kami. Berusaha meningkatkan amalan- amalan yang akan menjadi jembatan menuju RahmatNya. Berusaha Ikhlas menerima setiap keadaan. Berusaha sabar menjalani situasi dan kondisi ini.

Baca Juga  Sejatinya Perempuan Memang Hebat

Selain itu, kami selalu berusaha memantaskan diri untuk menjadi orang tua, agar ketika waktunya tiba nanti, kami benar-benar siap lahir batin menerima amanah dari-Nya. Berbagai macam ikhtiar pun selalu kami coba, dan tidak akan pernah bosan dalam melakukannya, supaya sang malaikat kecil segera hadir di tengah- tengah kami.

Semoga kita semua bisa bersikap bijak dalam menghadapi permasalah- permasalahan yang ada. Jaga lisan, jangan mudah menuduh dan menghakimi, karena kita tidak pernah tahu bagaimana dia berjuang dalam mengikhtiarkan segala yang menjadi harapannya.

Catatan dari Penulis

Untuk hati yang terluka oleh lisan mereka

Jika kau pikir aku tidak menginginkannya, kau salah.

Jika kau pikir aku tidak mendambakannya, kau pun juga salah

Jika kau menganggap aku tidak ada usaha, sekali lagi akan ku katakan dengan lantang bahwa kau salah.

Aku pun juga sama seperti mereka, seperti dirimu, amat sangat merindukannya, menginginkannya dan mendambakannya.

Tetapi sekali lagi kutegaskan, bahwa Dialah yang berhak atas segalanya, Dialah yang menentukan semuanya, dan bukanlah aku yang butiran debu ini.

Jangan kau kira belajar ikhlas itu mudah, karena kau tidak pernah berada di posisi ini. Jangan kau kira bahwa aku selalu tersenyum bahagia, diriku tidak peduli dengan apa yang menimpa. Karena tak selayaknya kesedihan diumbar.

Dinding keikhlasan dalam tawakal lah yang saat ini sedang kubangun, maka janganlah kau runtuhkan dengan tajamnya lidahmu.

Hubungan dengan Nya lah yang saat ini sedang kuperbaiki, maka jangan kau hancurkan dengan pendapatmu yang sesat.

Yakin dan percaya bahwa Tuhan Maha adil. Dia tidak pernah salah dalam memberikan pilihan yang tepat buat hambanya, karena skenario Nya tetaplah menjadi yang terbaik.

*Penulis adalah Mahasiswi Pasca Sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ibu Rumah Tangga

Bagikan
Post a Comment