f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
peserta didik

Perbedaan Peserta Didik yang Menyenangkan

Pembelajaran di kelas memang menyenangkan. Bertemu, bersandiwara dan belajar bersama-sama generasi hebat Indonesia. Dalam satu kelas pembelajaran terdapat kurang lebih 20-25 peserta didik atau 32-40 siswa-siswa dalam kelas besar. Dengan banyaknya jumlah peserta didik dalam satu kelas, maka guru berkewajiban mengetahui sedikit banyak kondisi peserta didik di dalamnya.

Setiap siswa mempunyai perbedaan. Mereka memiliki perbedaan yang unik. Perbedaan-perbedaan itulah yang menjadikan adanya ciri khas dalam setiap individu. Perbedaan-perbedaan individu atau siswa dalam satu kelas dapat dipengaruhi oleh beberapa hal. Menurut Oemar Malik, beberapa di antaranya adalah kecerdasan (intelegence), bakat (aptitude), keadaan jasmaniah (physical fitness), penyesuaian sosial dan emosional (social and emosional adjusment), dan latar belakang keluarga (home background). Kelima hal tersebut mampu mempengaruhi perbedaan-perbedaan yang dapat guru temukan dalam satu kelas.

Perbedaan yang pertama adalah kecerdasan, jika dalam sekolah tertentu memberlakukan kelas berdasarkan kemampuan nilai ujian dan mengelompokkan mereka dalam satu kelas, maka satu kelas itu sangatlah mudah jika menerima penjelasan ataupun saat mendapat tugas, karena mereka adalah mayoritas penyuka pelajaran dan pencari tugas.

Pada abad 21 ini, kecerdasan sudah tidak mengacu pada angka, di mana peserta didik cerdas bukanlah mereka yang mampu menyelesaikan tugas hitung-hitungan dengan cepat dan benar, akan tetapi banyak indikator cerdas.

Kecerdasan saat ini tidak mengacu pada kemampuan matematis saja. Hal ini sesuai dengan temuan Howard Gardner seorang pakar pendidikan dan Psikologi asal Amerika yang mengemukakan tentang Kecerdasan Majemuk (Multiple Intellegencies). Teori ini bagiakan oase sejuk bagi para pendidik untuk lebih berinovasi dalam pembelajaran. Kecerdasan majemuk di antaranya adalah bahasa dan linguistik, visual dan spasial, musikal, logika matematika, interpersonal, intrapersonal, kinestika, naturalis, dan eksistensial.

Baca Juga  Kreatifitas Pendidikan di Masa Pandemi: Penunjang Keterampilan Anak

Teori inilah yang membukakan mata pendidik dan wali siswa bahwasanya anak-anak terlahir pintar dan cerdas, karena jika kita temukan dalam satu kelas tidaklah mudah menyuruh menyukai satu mata pelajaran yang sama. Ada yang suka matematika, ada yang suka membuat cerpen dan puisi, ada yang lihai dalam membuat video, ada yang lebih suka gerak daripada hanya duduk dan mendengarkan penjelasan guru. Maka dari kondisi inilah salah satu faktor perbedaan yang dapat kita temukan dan menjadi sarana untuk para pendidik agar belajar dan berusaha untuk menemukan inovasi baru dalam menghadapi perbedaan.

Perbedaan setiap siswa yang kedua dipengaruhi oleh bakat yang mereka punya. Kemampuan siswa dalam satu kelas sangatlah beragam sehingga wali kelas dan guru haruslah mengetahui bakat yang mereka punya, sehingga bisa mengetahui batas tugas yang bisa mereka kerjakan. Bakat dibagi menjadi dua, yaitu bakat umum dan khusus.

Bakat umum adalah di mana kemampuan-kemampuan ini dapat manusia secara umum lakukan. Sedangkan bakat khusus adalah kemampuan yang tidak dimiliki oleh seluruh orang. Contoh bakat-bakat khusus adalah bakat verbal, numerikal, skolastik, abstrak, mekanik, bakat relasi ruang, kecepatan ketelitian, dan bahasa. Dalam satu kelas yang berisi 30-40 anak, mudah sekali ditemukan bakat-bakat yang mereka miliki. Ada yang mempunyai bakat bahasa, di mana mereka sangat mudah mengerjakan dan memahami pelajaran bahasa.

Tripologi Buckngham mengemukakan beberapa bakat dasar yang ada dalam setiap individu, di antaranya adalah :

1. Berprestasi

Bakat ini hampir dimiliki oleh setiap individu yang mempunyai target tertentu dalam hidupnya. Siswa selalu didoktrin untuk menjadi peserta didik berprestasi tingkat kelas, sekolah hingga nasional. Dalam satu kelas terkadang ada satu sampai lima siswa yang berkeinginan untuk berprestasi di luar sekolah. Mereka termotivasi oleh teman-teman, kakak kelas, guru, dan lainnya. Memiliki mereka yang mempunyai bakat ini bagaikan mempunyai mutiara yang harus dijaga semangatnya kapanpun.

Baca Juga  Jalan Damai Kekerasan Seksual bukan Pilihan
2. Menyesuaikan diri

Beradaptasi atau menyesuaikan diri adalah salah satu kemampuan dasar yang harus siapapun miliki. Menyesuaikan diri bagi peserta didik di sekolah dasar atau baru di sekolah tersebut memang membutuhkan waktu. Ada yang mudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang tidak ia sangka, dan bisa melakukan tugas dengan sebaik mungkin di tempat baru. Ada juga peserta didik yang sangat berbeda dengan keadaan tersebut. Di mana orang tua dan guru kelas atau wali kelas mempunyai peran sangat besar untuk menanamkan kemampuan menyesuaikan diri setiap hari pada anak-anak ini, yang pada kenyataan aplikasinya tidak mudah.

3. Komunikasi

Setiap manusia terlahir sempurna, bisa berbicara maka dia akan mampu berkomunikasi. Akan tetapi bakat berkomunikasi setiap individu akan berbeda setaip satu dengan yang lain. Peserta didik dalam satu kelas dapat dengan mudah ditemukan yang mempunyai bakat ini, jika dia mempunyai bakat berkomunikasi yang lebih baik maka dia akan senang sekali berkomunikasi, senang berbicara didepan umum, mampu mengungkapkan kata secara lisan maupun tulisan yang dapat dimengerti oleh banyak orang, dan mengangkat topik-topik yang menggemaskan.

Bagikan
Post a Comment