Peran Laki-Laki Sebagai Pelindung Perempuan
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلّم اَنَّهُ قَالَ : خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ اَوَّلُهَا , وَ شَرُّهَا اَخِرُهَا وَ خَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ اَخِرُهُ, وَوَ شَرُّهَا اَوَّلُهَا.
Artinya : “Abi Hurairah dari Nabi SAW bersabda : Sebaik-baik shaf (barisan) untuk laki-laki yaitu shaf paling awal , seburul-buruk shaf ialah shaf paling terakhir dan sebaik-baik shaf untuk perempuan ialah shaf akhir dan seburuk-buruk shafnya ialah di shaf awal”. Hadis No. 180. (Syafi’i, t.t, p. 286)
Dalam kehidupan ini kita selalu harus di depan dalam segala hal, khususnya kebaikan. Namun dalam beragama dan beribadah kepada Allah ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan yaitu dalam salat; laki-laki harus berada di saf barisan paling depan.
Agama Islam memiliki ajaran yang komprehensif, yang mampu untuk memberikan solusi dalam berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh manusia. Apalagi sekarang zaman sudah berkembang pesat, jika tidak dibatasi dengan agama, maka seseorang akan terjerumus ke dalam jurang pergaulan bebas. Oleh karena itu, kita yang memiliki pengetahuan agama yang baik harus menjadi panutan bagi masyarakatnya.
Hadis di atas secara tersurat memiliki makna bahwa ketika kita melaksanakan ibadah salat berjama’ah, laki-laki dianjurkan untuk menempati saf yang pertama karena ada fadhilah di dalamnya. Sedangkan perempuan dianjurkan untuk menempati saf yang terakhir. Adapun secara tersirat hadis tersebut mengisyaratkan kepada laki-laki untuk selalu berada di depan perempuan; bukan untuk merendahkan perempuan tapi untuk melindungi kaum perempuan yang lemah lembut.
***
Pada zaman jahiliyah ketika manusia memiliki sifat yang bengis dan akhlak yang rusak; tidak ada yang mengatur sehingga laki-laki dengan seenaknya melakukan perbudakan terhadap perempuan termasuk permainan hawa nafsu. Kemudian datanglah utusan Allah yaitu Nabi Muhammad untuk emansipasi perempuan dan mengangkat derajat perempuan. Dalam hadis lain dikatakan bahwa Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak, yaitu :
انّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ لْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah unntuk menyempurnakan akhlak”
Kemudian Rasul pun mengangkat derajat perempuan yang sebelumnya menjadi permainan hawa nafsu oleh laki-laki pada zaman jahiliyah. Rasul menyebut kata ibu sebanyak tiga kali ketika ditanya oleh salah seorang sahabat tentang kepada siapa harus berbuat baik, hanya satu kali kata bapak disebut oleh Rasul.
Dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa : 34 laki-laki itu sebagai Qawamuuna (pelindung) bagi perempuan; jadi sudah selayaknya laki-laki memberikan kasih sayang kepada perempuan tanpa melihat siapa perempuan itu. Rasulullah selalu memimpin rumah tangganya dengan baik, karena beliau selalu berada di depan dalam arti melindungi istri-Nya setiap perang yang beliau laksanakan selalu tidak mengikutsertakan perempuan.
***
Rasul selalu menyuruh kita untuk memberikan perlindungan dan kasih sayang serta cinta kepada sesama manusia baik laki-laki kepada perempuan maupun sebaliknya. Rasul bersabda :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (Dalam Shahih Bukhari, kitab adab “bab Menyayangi manusia dan hewan”. )
Laki-laki dan perempuan yang terdapat dalam hadis tersebut tidak dibatasi hanya untuk kepada pasangan suami istri namun untuk semua kalangan baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah; laki-laki harus sepatutnya di depan sebagai pelindung bagi wanita. Ketika kita terbiasa dengan kebiasaan ini akan merasa dunia itu luas dan nyaman dengan kehidupan yang dilakukan sehari-hari. Berbeda dengan orang-orang yang tidak melakukan kebiasaan ini mereka akan merasa bahwa dunia ini sempit dan tidak nyaman untuk ditempati. Kita bisa melihat kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari antara orang yang melakukan hal tersebut dan yang tidak melakukannya.
Laki-laki yang selalu ingin di depan akan menunjukkan bahwa ia memiliki sifat leader (pemimpin) dalam dirinya; sedangkan perempuan yang dianjurkan untuk selalu berada di belakang menandakan bahwa ia seorang yang lemah lembut dan rendah hati.
***
Hari ini kita berada di era modern yang merupakan perkembangan arus globalisasi. Oleh karena itu, inilah tantangan bagi umat muslim dan muslimah untuk selalu menjaga kehormatannya. Banyak sekarang ini laki-laki yang seperti zaman jahiliyah yang mempermainkan perempuan sebagai pelampisan hawa nafsu. Di sinilah peran laki-laki sebagai pelindung perempuan, di mana mereka harus menjadi pelindung dan tidak menjadikan perempuan sebagai alat pelampiasan hawa nafsu.
Langkah preventif yang dapat dilakukan pada era modern ini dengan menyelaraskan pemikiran antara laki-laki dan perempuan dalam arti percuma laki-lakinya dapat melindungi perempuan tapi perempuannya tidak bisa menjaga dirinya dengan baik; begitupun sebaliknya. Misalkan dengan cara laki-laki tidak seenaknya mempermainkan perempuan tetapi harus menjaganya dan perempuan harus bisa rendah hati begitu pun laki-laki jangan selalu memerintah dan memperbudak perempuan.
Pesan hadis tentang laki-laki harus berada di saf yang depan sedangkan perempuan berada di saf yang akhir, mengisyaratkan bahwa laki-laki harus menjadi pelindung bagi perempuan jangan memperbudak perempuan, karena kita tidak lagi hidup pada zaman jahiliyah. Marilah kita selalu menjalankan sunah Rasul yang akan menghantarkan kepada ketentraman jiwa dan mempererat tali hubungan antara manusia agar keharmonisan di dunia ini terjalin dengan kuat tanpa ada pertikaian di antara kita baik sesama muslim maupun non muslim.
Ronald Reagan berkata:“We can’t help everyone, but everyone can help someone”. Artinya Kita tidak mampu menolong setiap orang, tetapi setiap orang mampu menolong seseorang.
Mahasiswa Magister UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Minat Kajian: Tafsir, Hadis, Sejarah, Pemikiran Islam, Gender. Instagram: roma.wijaya Facebook: Roma Al-Bughury.
