Menulislah, Maka Anda Akan Masuk Surga
Bagi seorang Muslim, surga adalah destinasi yang paling diinginkan. Di surgalah semua kenikmatan berada. Menurut sebuah keterangan, Allah Swt. menciptakan 100 nikmat, dan hanya 1 nikmat yang Allah berikan kepada manusia selama hidupnya di dunia. Sisanya, yang 99 lagi, akan Allah Swt. berikan (nanti) di surga. Bisa dibayangkan, 1 nikmat saja yang kita rasakan selama di dunia ini begitu membahagiakan, apalagi kalau 100 nikmat.
Oleh karenanya, keadaan di surga tidak bisa dibayangkan, juga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bahkan belum terlintas dalam benak seorang manusia pun, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. di hadis qudsi yang diriwayatkan Muslim,
“Allah SWT berfirman: Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas di benak manusia untuk hamba-hamba-Ku yang saleh.”
***
Hadis qudsi di atas sejalan dengan firman Allah Swt. di surat As-Sajdah Ayat ke-17:
“Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.”
Hadis qudsi di atas pun menjelaskan bahwa surga dipersiapkan oleh Allah Swt. untuk diberikan kepada hamba-hambanyaNya yang saleh. Pengertian saleh menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah ‘taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah’. Jadi, surga hanya diberikan kepada orang yang taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah.
Tentu saja ibadah di sini bukan hanya yang disebutkan dalam rukun Islam; mengucap syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji. Juga bukan hanya aktivitas yang dikerjakan di masjid. Ibadah adalah segala perkara yang dicintai oleh Allah Swt., baik berupa perkataan ataupun perbuatan yang tampak ataupun yang tidak nampak.
Jadi semua aktivitas yang didasari ketaatan kepada Allah Swt., dan dilaksanakan untuk mencari rida-Nya, itu semua adalah ibadah, termasuk menulis. Menulis dapat mengantarkan penulisnya masuk surga.
Pertanyaannya, bagaimana caranya masuk surga dengan menulis?
***
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita perhatikan beberapa hadis dan ayat al-Qur’an berikut.
“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah Ta’ala akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631)
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)
Allah Swt. Berfirman,
“Itulah surga yang dikaruniakan untuk kalian, disebabkan amal saleh kalian dahulu di dunia.” (QS. Az-Zukhruf ayat: 72)
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, ….” (QS. An-Nisa: 57)
***
Dua firman Allah Swt. di atas mengisyaratkan bahwa syarat masuk surga adalah dengan beramal saleh. Dalam sebuah keterangan disebutkan bahwa di akhirat nanti Allah Swt. akan menimbang setiap manusia, untuk diketahui berat mana antara amal saleh dengan dosanya. Apabila amal saleh lebih berat maka Allah Swt. akan memasukannya ke dalam surga. Sebaliknya, ketika timbangan dosa lebih berat, maka Allah Swt. akan memasukannya ke neraka. Jadi, syarat agar kita masuk surga adalah timbangan amal saleh kita harus berat. Dengan kata lain amal saleh kita harus banyak.
Nah, dengan menulis Anda punya peluang memperbanyak amal saleh. Coba lihat hadis di atas, hadis yang pertama. Di hadis tersebut disebutkan dengan menuntut ilmu maka akan dimudahkan jalan ke surga. Sudah pernah dibahas di bab sebelumnya, bahwa untuk menjadi seorang penulis, seseorang harus harus banyak belajar, sehingga buku/artikel yang dia tulis akan berkualitas. Banyak belajar sama dengan menuntut ilmu. Semakin sering si penulis itu belajar maka akan semakin dimudahkan jalannya menuju surga.
Ilmu yang Anda tulis di buku/artikel dan kemudian dibaca serta dirasakan manfaatnya oleh pembaca, maka itu akan menjadi investasi amal saleh bagi Anda. Lihat hadis yang kedua di atas. Selama ilmu yang Anda tulis itu terus dirasakan manfaatnya atau terus digunakan, maka selama itu pula pahala amal saleh mengalir pada Anda. Bahkan, walaupun Anda sudah tiada. Amal saleh yang terus mengalir ini tentu akan memperberat timbangan amal saleh kita, sehingga akan mempermudah kita masuk surga.
***
Apabila ada pembaca yang terinspirasi oleh tulisan Anda kemudian dia melakukan perbuatan baik, maka Anda pun akan mendapatkan pahala amal saleh, sama dengan dia yang mengerjakannya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. di hadis ketiga di atas. Semakin banyak pembaca yang terinspirasi, semakin banyak pula pahala yang akan Anda peroleh. Dan ini akan menambah banyak amal saleh Anda.
Sebagai contoh, HAMKA seorang ulama yang juga penulis, sekarang sudah tiada, tapi pahala amal salehnya terus mengalir, karena buku Tafsir Al-Azhar yang dia tulis masih terus orang-orang baca bahkan dan menginspirasi untuk berbuat baik. Apalagi Ibnu Katsir yang menulis kitab Tafsir Ibnu Katsir 700 tahun yang lalu, dan sampai sekarang masih dipakai sebagai kitab rujukan. Bisa kita bayangkan banyaknya pahala amal saleh yang telah mengalir kepadanya.
Selain itu, dengan menulis juga Anda telah melaksanakan salah satu kewajiban seorang muslim. Yaitu, ber-amar ma’ruf nahyi munkar atau mengajak kepada kebaikan dan mencegah segala kejahatan. Dan tentu saja itu menjadi tambahan amal saleh bagi Anda. Jadi, mari menulis. Tulis sesuatu yang baik yang menginspirasi pembaca, yang dapat mengajak untuk berbuat baik. Sehingga Anda akan mendapat amal saleh dari perbuatan baik orang lain yang membaca buku/artikel Anda. InsyaAllah, dengan mendapat amal saleh yang terus menerus mengalir, timbangan amal saleh Anda akan berat, dan Anda pun akan dimasukkan ke surga-Nya.
Pegawai BUMN tinggal di Tasikmalaya, aktif menulis di blog pribadi, kompasiana, grup-grup FB, dll.
Twitter : @wid_urip

Anria murti
Subhanallah, tulisan nya sangat menginspirasi, terimakasih….
Kodrat Hermawan
Setuju 👍
Kodrat Hermawan
Setuju sekali, akan saya praktekan segera 👍
Urip Widodo
Terimakasih telah membaca.
Pada dasarnya semua hal dalam hidup ini mengandung konsekuensi.