f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
senyum

Menjadi Pribadi yang Murah Senyum (2)

Senyum itu Menyehatkan Tubuh

Tidak hanya berpahala, ternyata senyum dapat memberikan kebaikan yang besar pada kesehatan. Seorang pasien, kepala Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), memiliki riwayat darah tinggi dan hipertensi. Pasien tersebut mengeluh kepada seorang dokter. Ia merasa lelah, bosan, dan tidak ingin minum obat anti hipertensi sepanjang hidupnya. Ia membuat si dokter harus berpikir cukup keras, apa langkah terbaik yang harus diambil? Sebab, berbagai obat alternatif pun tidak membantunya membaik.

Lalu, dokter tersebut memberikannya sebuah resep yang agak lain dari yang lain. Dokter menyuruh pasien untuk melakukan senyum sebanyak dua puluh kali dalam sehari. Dengan durasi selama dua puluh detik pada setiap senyuman. Lantas, pasien pun kaget, bukannya diberi obat malah disuruh senyum. Ia kemudian berpikir sejenak dan bertanya dengan rasa heran, “Dok, bagaimana kalau saya nggak bisa senyum sama orang?”

Dokter pun menjawab dengan tatapan meyakinkan kepada pasien tersebut, “Nggak apa-apa, senyum sendiri di depan cermin.”

Si dokter memahami dan meyakini bahwa ada kaitan yang positif dalam senyum terhadap kesehatan. Luar biasa, pasien tersebut benar-benar mempraktikkannya. Saat membaca koran, ia senyum-senyum. Saat bengong sedikit, ia senyum-senyum. Sampai target dua puluh kali senyum per hari itu tercapai. Lucunya, tingkah laku pasien tersebut membuat ajudannya bingung. Sebab, orang yang biasanya marah-marah, eh berubah jadi suka senyum.

Setelah dua minggu kemudian. Hasilnya di luar dugaan. Tensi yang mulanya sangat sulit turun, akhirnya bisa turun. Pasien tersebut bisa merasakan kondisi kesehatannya yang semakin membaik. Sebetulnya, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Dalam sebuah penelitian, orang yang murah senyum dapat mengeluarkan hormon beta endorphin. Hormon ini dikeluarkan oleh kelenjar endokrin yang berada di pusat saraf (otak) kita. Hormon ini akan selalu dikeluarkan oleh kelenjar tersebut jika posisi hati dan pikiran kita pada saat itu sedang bahagia dan tenang. Fungsi hormon ini yakni merangsang aktivitas otak untuk memperlebar pembuluh darah. Pembuluh darah yang melebar akan memberikan banyak manfaat. Yakni, menurunkan tensi pada kasus orang yang memiliki riwayat penyakit hipertensi. Kemudian memberikan pasokan oksigen bersama darah yang banyak ke otak. Sehingga aktivitas otak akan semakin produktif.[1]

Baca Juga  Bapak dan Penyesalannya

Oleh karena itu, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Saw. dalam hadis yang berbunyi, “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikit pun, meskipun hanya bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri.” (HR. Muslim).

Tersenyum Membuat Hidup Lebih Bergairah dan Memelihara Kesehatan Mental

Di depan rumah orang tua, setiap pagi saya melihat ibu-ibu yang menggendong tenggok dengan jarik di punggung. Tenggok itu berisikan jajanan pasar. Saya memanggilnya ‘bude jajan’ walaupun kalau dilihat dari usianya sudah seperti nenek.

Mereka berkumpul di teras rumah tetangga. Saling berbincang asyik dan tertawa bersama, sambil tukar-menukar jajan untuk memenuhi tenggok dengan jajanan yang bervariasi. Setelah itu, mereka berjalan kaki berkilo-kilo meter menuju pasar di pusat kota.

Suatu hari, saat sepulang dari mengajar di sekolah. Tanpa sengaja, saya berpapasan dengan bude jajan di jalan raya. Terik panas matahari tidak membuat beliau menghentikan langkah kaki menuju rumah yang masih sangat jauh jaraknya. Ketika saya sapa, beliau langsung tersenyum. Dengan senyuman yang hangat dan tidak ada sedikit pun gurat keluh kesah di wajahnya.

Melihatnya, saya ikut tersenyum dan membuat pikiran yang awalnya sangat lelah, seketika jadi bersemangat. Walaupun setelah itu, saya juga agak sedih. Sebab, bude jajan menolak tawaran saya untuk mengantarkannya pulang dengan motor. Beliau lebih memilih terus berjalan sampai rumahnya.  

Kisah di atas memperlihatkan bahwa senyum bisa menularkan energi yang positif. Sekaligus mengingatkan kita bahwa arti bahagia adalah banyak bersyukur. Di sekitar kita masih ada sebagian orang yang hidupnya jauh lebih tertekan secara ekonomi daripada kita. Namun, mereka berusaha kuat menjalaninya dengan menjadi pribadi yang murah senyum.

Baca Juga  Bu Nyai Sebagai Garda Terdepan Menjaga Kemandirian dan Lingkungan Pesantren

Dokter Raehanul Bahraen memberikan nasihat dalam bukunya yang berjudul Psikologi Islam yang Sempurna, “Tersenyumlah jika engkau ingin orang lain tersenyum. Senyuman dan wajah ceria sangat cepat menular kepada mereka. Cobalah tersenyum, mereka pun akan berusaha tersenyum. Minimal senyuman kecut yang lebih baik daripada wajah bermuram-durja terus-menerus, seolah-olah tidak pernah seumur hidup ia mendapat karunia dan nikmat dari Allah Swt.”[2]

Begitulah karakter pribadi yang bermental kuat. Ketika bersama manusia, kita tunjukkan wajah yang cerah dan ceria. Akan tetapi, tatkala kita berdua bersama Allah Swt. kita sampaikan segala kesedihan yang menyesakkan dada. Kita menangis dengan memohon ampun atas segala kekhilafan. Kita berdoa dan berharap dalam kebahagiaan penghambaan diri.

Dengan senyuman, kita bisa menghadapi masalah dengan optimis. Saat kita merasakan seolah semua pintu keluar dari masalah tertutup, ingat dan yakinlah bahwa pintu langit tidak pernah tertutup. Justru selalu terbuka lebar. Karena itu, tidak ada ruang bagi kita untuk berkeluh kesah yang berkepanjangan.

Jika kita menilai senyum sebagai bentuk rasa syukur dari hati kita kepada Allah Swt. maka hidup kita akan bergairah dengan indah. Buatlah diri kita menjadi sosok yang terkenal sumeh[3] agar kita bisa menjalani hidup dengan hati yang lebih damai. Tidak perlu menunggu bahagia baru tersenyum, tetapi tersenyumlah agar hati kita bahagia. Keep smile!


[1] Sumber: Penjelasan dari dr. Umar Usman bin Sef pada tanggal 27 Juli 2023.

[2] dr. Raehanul Bahraen, Psikologi Islam yang Sempurna, (Muslimafiyah Publishing, Yogyakarta, 2018), hal. 54

[3] Bahasa Jawa artinya: murah senyum

Bagikan
Comments
  • Waw masyaallah, i like ur essay. Semangat menebar kebermanfaatan

    September 8, 2023
Post a Comment