f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Couple-preneurs

Mencipta Couple-Preneurs: Kisah Sejati Penuh Inspirasi

Couple-preneurs, membaca maknanya pastilah terlintas gambaran sosok pasangan yang serasi, pasangan kreatif, dan lain-lain.  Pasangan yang memutuskan untuk menjalani usaha bersama, bersinergi dan saling menguatkan. Banyak kita temui romantisme usaha yang berujung keluarga, di mana semasa masih lajang memulai bisnis dan merintis bersama, hingga akhirnya berlanjut dalam bahtera keluarga.

Sebagian dari mereka tak pernah lelah dalam menyatupadukan kreatifitas dalam keluarga menjadi produktifitas. Bagaimana tidak? Banyak ruang terbuka yang dapat digali; dicipta; dikreasikan saat bersama-sama, baik di rumah maupun luar rumah. Banyak pula contoh para tokoh yang mana keduanya merupakan pejuang usaha yang saling menguatkan satu dengan lainnya. Lantas, bagaimana sejatinya lika-liku hadirnya couple-preneurs?

***

Istilah couple-preneurs muasalnya dari co-preneurs di tahun 1988, istilah tersebut lahir dari penggabungan antara couple dengan preneurs menjadi co-preneurs. Dalam catatan Nicole Tores (Should  Couples Go into Business Review) di tahun 2014  menggambarkan bahwa di Amerika Serikat terdapat sekitar 3 juta dari 22 juta bisnis bersama dengan pasangan dan jumlahnya di prediksi akan terus bertumbuh setiap tahunnya.

Tumbuhnya co-preneurs ini tak terlepas dari hadirnya motif/perilaku usaha yang dilakukan oleh orang, dalam melakukan aktivitas usahanya. Salah satu motif yakni tatkala cinta hadir di dalam usaha yang sepasang co-preneurs geluti. Hadirnya cinta yang menguatkan bisnis resto dari pasangan Wawan dan Wiwin contohnya, di mana pasangan ini memulai bisnis dari usaha katering menjadi resto yang ketika itu menjadi primadona kaum muda.

Di dalam sebuah artikel Neale Godfrey berjudul The Business of Love: Couple-preneurs (Forbes 2016) BPS mencatat bahwa di Amerika Serikat setiap tahunnya muncul 400 ribu startup. Sebuah data yang mengagumkan di mana mayoritas startup merupakan inisiasi pasangan usaha. Contoh sederhananya, banyak public figure khususnya pasangan muda yang terjun ke dunia usaha baik entertainment maupun jasa usaha lain yang potensial.

Baca Juga  Menyelami Cinta Mencari Makna
***

Pasangan usaha ini menggeluti dunia usahanya dengan memastikan peluang untuk unggul di bidangnya, meskipun terdapat tanggungan resiko yang juga tak mudah. Bagaimana tidak? Mengasah kecocokan dari pasangan usaha ini membutuhkan proses penyesuaian, sebab ranah keluarga dengan usaha pastinya berbeda. Konsep berbagi ide dan gagasan dalam pembagian peran keduanya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, tantangan yang mengiringi perjalanan usaha juga demikian. Tantangan justru hadir lebih menantang, di mana memilah bisnis agar tetap berjalan dengan rasional dan tidak terbawa emosi apabila terdapat ketidak harmonisan. Lantas, bagimana kiat mencipta co-preneurs yang mumpuni  dan menginspirasi?

Pertama, dimulai dari niatan yang menguatkan kebaikan satu dengan yang lain. Bahwa sejatinya usaha tidak sekedar mencari keuntungan namun bagimana mencipta kebermanfaatan bagi lingkungan.  Cinta sebagai landasan awal membangun rasa memiliki, sangat penting dalam membangun fondasi.

Kedua, memiliki keunikan/terobosan yang menjadi penciri dari usaha keduanya sehingga mampu mengikat pasangan usaha ini untuk terus produktif dalam karya/kreativitasnya.

Ketiga, memaknai komunikasi dalam sikap saling mendukung dan memberikan yang terbaik bagi pasangan.

Keempat, hadirnya pasangan usaha terlahir dari munculnya passion (hobi) yang sesuai dalam aktivitas usahanya.

Kelima, kedisiplinan menjadi kunci, khususnya kedisiplinan dalam hal keuangan, operasional dan lainnya. Hal inilah yang menguatkan terbangunnya fondasi co-preneurs.

***

Berbagi peran sesuai kompetensi masing-masing juga menjadi benang merah adanya kekuatan bisnis dari pasangan usaha. Contohnya, secara operasional sang istri sebagai pengontrol dan suami sebagai pemegang strategi marketing-nya. Selain itu membangun kepercayaan juga menjadi modal dasar tumbuhnya kisah sejati dari hadirnya pasangan usaha. Sebab, dari mulai merintis usaha sampai lika-liku aktivitas usaha hingga dapat tumbuh dan berkembang dalam membangun branding, bukanlah hal yang mudah bagi couple-preneur.

Ada penguatan terhadap beberapa hal yang menjadi keharusan dari hadirnya couple-preneur sebagai pegiat usaha, sebagai upaya menorehkan kisah sejati penuh inspirasi bagi generasi selanjutnya. Puncaknya adalah saat jatuh bangunnya mereka dalam membangun usaha yang dirintis, kemudian bangkit lagi. Maka, yang menjadi kekuatan adalah saat tangan dari keduanya saling berpegang erat dan semakin erat. Adanya komitmen; toleransi; berbagi peran; kesediaan untuk mengalahkan ego menjadi kunci pembuka lembaran baru bagi siapapun yang ingin terus bergerak sehingga dibutuhkan seni dalam menyelaraskannya.

Baca Juga  Selalu Ada Keajaiban di Setiap Usaha

*) Dyah Pikanthi

Bagikan
Post a Comment