Harga Diri Negeri
Harga Diri Negeri yang Mati
Mencoba mencari kabar keberpihakan
yang kian terus melilit dan berkelindan
Tak jua kutemukan
namun tak sengaja kudapati serpihan
Lembaran koran tadi pagi
yang telah terkoyak kaki
berisi sejumlah warta anak negeri
yang berteriak menggemakan isi hati
Mau ke manakah dilangkahkan ujung kaki
Saat para petinggi secara telanjang mengangkangi
Isi perut yang tak mungkin dipaksa berhenti
Negeri ini
Porak poranda karena mati
Mati hati
Mati diri
Mati kata hati
Mati harga diri
A_Kar
Tasikmalaya, 061020

Penulis lahir di Singaparna Tasikmalaya adalah seorang pendidik di madrasah aliyah swasta di kota tersebut. Aktivis Nasyiatul Aisyiyah ini meniti pengalaman organisasinya mulai dari PRNA Singaparna sampai menjadi salah satu pimpinan harian di PWNA Jawa Barat. Kecintaannya terhadap dunia literasi melahirkan beberapa tulisan yang terbit di surat Kabar Priangan, Siap Belajar, dan Tribun Jabar. Salah satu puisinya terdapat pada antologi berjudul Nyanyian Tahun yang Tak Kulagukan Rindu dan 1 Januari Biru yang diterbitkan oleh FAM Publishing, Sawidak yang diterbitkan oleh Majelis Pustaka dan Informasi PW Muhammadiyah Jawa Barat. Karya penanya dapat ditemui di akarmenulis.blogspot.com.
