f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Khadijah

Khadijah : Pendukung Utama Rasulullah dalam Penyampaian Ajaran Islam

Peran penting seorang wanita dalam sejarah Islam yang bergelar Ummahatul Mu’minin.  Beliau terkenal sebagai sosok wanita yang suci dan terhormat sekaligus role model bagi para wanita muslimah karena kesetiaannya kepada suaminya yakni Nabi Muhammad Saw. ketika masa-masa terberat Nabi dalam mengemban amanat yang besar untuk menyampaikan ajaran agama Islam. Dia adalah Khadijah Binti Khuwailid, sosok wanita dengan peran hebat dalam penyebaran Islam di awal sejarahnya.

Biografi Khadijah binti Khuwailid

Beliau lahir sekitar lima belas tahun sebelum tahun gajah (68 SM) dan tumbuh  di tengah keluarga yang terpandang serta terhormat. Beliau  memiliki nama lengkap yakni Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdil bin ‘Uzza bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib. Sosok mulia itu tumbuh menjadi wanita cerdas dan agung. Alasannya  karena beliau tumbuh di kalangan keluarga yang terhormat serta terpandang. Beliau juga terkenal sebagai wanita yang memiki keteguhan dan tata krama yang luhur.

Khadijah menikah sebanyak 3 kali. Pernikahan pertama dengan Abu Halah bin Zararah at-Taimi. Dari pernikahan ini, ia mempunyai dua anak yang bernama Hindun dan Halah. Setelah Abu Halah meninggal, Khadijah menikah lagi dengan Atiq bin Abid bin Abdullah al-Makhzumi. Akan tetapi, setelah tinggal bersama beberapa waktu, mereka berpisah. Saat beliau berpisah dengan Atiq banyak pembesar Quraisy yang melamarnya tapi ia tolak karena beliau ingin fokus untuk membesarkan anak-anaknya dan mengurus pedagangan. Lalu pernikahannya yang ketiga, adalah dengan Rasulullah Saw.

Awal Pertemuan Khadijah dan Muhammad Saw

Awal mula terjadinya pernikahannya dengan Nabi Muhammad adalah karena ketertarikan Khadijah kepada nabi. Suatu hari, beliau mencari seseorang yang akan mengemban amanah untuk mengawasi dan memimpin rombongan dagang ke Syam. Pada saat itu, Masyarakat Mekkah tengah ramai oleh perbincangan mengenai sosok Muhammad Ibn Abdillah yang mempunyai kejujuran dalam perdagangan. Akhirnya, Khadijah memutuskan memberikan tugas tersebut kepada Nabi Muhammad Saw.

Baca Juga  Pasangan Hidup dalam Kacamata Agama

Sebelum itu, sebenarnya Khadijah masih sedikit ragu terhadap Nabi Muhammad, karena ia tidak pernah mendengar tentang pengalaman Nabi dalam berdagang. Akan tetapi, setelah memanggil Nabi untuk berbincang mengenai perdagangan dan melihat sosok nabi yang penuh dengan kewibawaannya, ia tahu bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang dia cari untuk  melaksanakan tugas perdagangan ke Syam. Kemudian, setelah perbincangan tersebut, ia mulai mempunyai rasa ketertarikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Ketertarikan itu semakin bertambah ketika Nabi memperoleh keuntungan banyak saat berdagang. Dan ketertarikan yang ada pada diri nabi membuat Khadijah semakin bingung tentang perasaannya. Lalu, setelah melewati banyak pertimbangan ia memilih untuk menggunakan sebuah siasat. Siasat tersebut adalah mengutus Nafisah, seorang wanita yang ia yakini kemampuan dan loyalitasnya untuk melakukan pendekatan awal kepada Nabi Muhammad Saw.

Pernikahannya dengan Nabi Muhammad Saw

Pendekatan awal yang oleh Nafisah dengan cara menasehati dan meyakinkan nabi seperti seorang anaknya bahwa menikah itu penting. Setelah meyakinkan nabi tentang pernikahan, barulah Nafisah mengatakan bahwa wanita yang patut menjadi istri Nabi adalah Khadijah. Nabi Muhammad terkejut karena Nafisah mengatakan hal tersebut. Beliau merasa bahwa itu berelebihan dan dari mana ia akan mendapatkan harta untuk mahar Khadijah. Tetapi, Nafisah tetap meyakinkan Nabi. Jika Nabi setuju untuk menikah dengan Khadijah, maka urusan mahar tidak perlu dipikirkan oleh Nabi.

Lalu, setelah Nafisah memberitahu hasil pendekatannya  kepada Khadijah, Khadijah mengundang Nabi ke kediamannya serta mengungkapkan pinangannya secara berani  kepada Nabi Muhammad, dan Nabi pun menerimanya. Akhirnya, pernikahan itu terlaksana pada 2 bulan 15 hari setelah Nabi Muhammad tiba dari Syam. Saat Nabi berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun dan dengan mahar sebanyak 20 ekor unta.

Baca Juga  Kalau Sedih, Jangan Berlebihan
Mendampingi Nabi Menerima Wahyu Pertama

Ketika Nabi hampir berusia 40 tahun, yang paling disukai Nabi adalah mengasingkan diri di Gua Hira. Di sana beliau selalu beribadah, berzikir, dan memikirkan keagungan alam. Saat Nabi berusia genap 40 tahun, Allah mengutus Malaikat Jibril untuk untuk membawa wahyu yang pertama kepadanya.

Nabi ketakutan saat Malaikat Jibril datang membawa wahyu dan menyuruh Nabi untuk melafalkannya. Setelahnya, nabi meninggalkan tempat itu dan pulang dalam keadaan ketakutan. Sampai di rumah ia bertemu istrinya Khadijah  dan berkata, “Selimutilah aku.” Dalam keadaan ini, hal yang dilakukan  Khadijah adalah bertanya kepada Rasul tentang apa yang telah terjadi dan senantiasa mendengarkan cerita Nabi seraya menghibur serta menenangkan sehingga Nabi merasakan ketenangan jiwa.

Meyakinkan Nabi untuk Menyebarkan Agama Islam

Setelah Nabi Muhammad menerima wahyu yang kedua, ia merasa takut untuk menyebarakan ajaran islam karena pada saat itu mayoritas masyarakatnya adalah penyembah berhala dan pasti tidak ada yang mempercayainya. Akan tetapi, Istrinya tercinta menghampiri dan meminta Rasul untuk menyaksikannya mengucap dua kalimat syahadat sebagai bentuk bahwa ia telah mengimani Allah dan Rasul-Nya.

Nabi Muhammad pun terharu atas apa yang telah dilakukan oleh istrinya hingga akhirnya hilanglah semua kekhawatiran yang ada pada diri Nabi dan ia yakin untuk menyebarkan ajaran islam. Khadijah merupakan orang yang pertama kali mengimani Allah dan Rasul-Nya. Serta ia bukan seorang istri Nabi yang hanya sekedar mencintainya, tapi juga siap berkorban menghadapi kerasnya ganguan yang dilalui oleh nabi Muhammad Saw.

Mengorbankan Jiwa, Raga, dan Hartanya

Khadijah rela mengorbakan seluruh hartanya untuk agama islam. Ia membebaskan Rasulullah dalam menggunakan hartanya untuk kepentingan umat.  ia selalu memotivasi, memberi semangat kepada Nabi dalam mendakwahkan ajaran islam. Rasulullah bersabda, “Sebaik-baiknya wanita umatku adalah Khadijah binti Khuwailid.” Beliau sangat berterima kasih kepada Khadijah karena dukungan dan doanya selalu membuat Nabi tidak pernah mundur dalam menyebarkan ajaran Islam.

Baca Juga  Protect your Daughter, Educate your Son; Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual

Khadijah memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan Nabi dan agama Islam. Beliau bukan hanya seorang penyokong yang pasif, tetapi juga orang yang sangat percaya kepada Nabi Muhammad Saw. Kepercayaan dan dukungannya sangat penting dalam membantu Nabi untuk menyebarkan ajaran Islam. Dan ia adalah orang yang selalu mengorbankan seluruh jiwa, raga, dan hartanya untuk kepentingan umat Islam.

Editor: Muhafizah el-Feyza

Bagikan
Post a Comment