f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
aladin

Doa Bukan Seperti Lampu Aladin

Setiap sesudah salat wajib, saya biasanya berdoa begini, “Ya Tuhan, semoga saya bisa cepat kaya, dan dapat segera membeli rumah yang mewah. Aamiin.” Namun, sesering apapun saya berdoa tentang kekayaan itu, sepertinya doanya bakalan lama terkabul.

Dari sini, akhirnya saya paham bahwa doa tidak sama seperti lampu Aladin; yang ketika kita meminta terus, jinnya langsung mengabulkan doa. Ya, saya menyangka bila doa sama seperti jin, padahal doa tidak ada miripnya dengan jin.

Doa Tak Sama Seperti Jin
Pertama, shalat

Kita menyangka bila doa sama seperti lampu Aladin. Misalnya, kita berdoa mengenai hilangnya virus korona dari Indonesia, dan kita ingin virus ini segera dihilangkan oleh Tuhan. Bukankah doa semacam ini tak ada bedanya dengan doa Aladin kepada jin yang ada di dalam lampu?

Begini. Doa itu tidak sama seperti jin, dan jin pula tidak ada yang berbentuk doa. Kalau ada jin yang bisa mengabulkan doa dengan segera, maka saya pastikan jin itu adalah jin jahat, ya, jin yang tidak memberikan keteladanan kesabaran sama kita para manusia.

Dulu, ketika saya berdoa tentang sesuatu, saya inginnya doa itu segera terkabul, tapi saat doanya tidak terkabul, saya langsung menyalahkan Tuhan atas ketidak-terkabulnya doa saya.

Saya kadang berpikir, mengapa doa saya tidak segera dikabulkan Tuhan? Apa yang salah sama doa saya? Bukankah semua amalan sebelum berdoa sudah saya lakukan? Tapi, mengapa doanya tak kunjung terwujud?

Nah, dari sekian pertanyaan itu, akhirnya Tuhan menjawab doa saya melalui sebuah buku yang berjudul Doa Bukan Lampu Aladin, yang ditulis oleh Jalaluddin Rakhmat atau yang biasa disapa dengan sebutan Kang Jalal.

Baca Juga  Rahasia Kesuksesan Santri yang Tidak Diketahui Orang Biasa

Setelah membaca buku ini, akhirnya saya mengerti kalau doa pasti akan Allah Swt kabulkan, hanya saja kita harus sabar dalam penantian setiap pengabulan doa. Sederhananya, ada proses yang harus kita lalui menuju terkabulnya sebuah doa.

Contohnya nabi Zakaria dan nabi Musa. Dalam usia dua puluh tahun, nabi Zakaria menikah dengan seorang perempuan, dan setelah menikah beliau berdoa kepada Allah Swt agar mendapatkan keturunan.

*

Tapi, sampai menginjak usia delapan puluh tahun ternyata doanya belum juga terkabul, dan tidak ada tanda-tanda bila istri nabi Zakaria akan mengandung. Pertanyaannya, mengapa doa sekelas nabi Zakaria begitu lama terkabulnya? Apakah ada yang salah dalam doa nabi Zakaria?

Lalu, doanya nabi Musa. Menurut Anda, berapa lama nabi Musa berdoa agar Firaun jatuh dari kesombongannya? Sehari? Seminggu? Sebulan? Setahun? Dua tahun? Iya, dari permulaan doa nabi Musa sampai jatuhnya Firaun, ada rentang waktu empat puluh tahun menuju terkabulnya doa nabi Musa.

Nah, dari cerita ini harusnya kita sadar bahwa doa tak sama seperti jin. Bila doa mirip dengan Jin Lampu Aladin, mengapa doa Nabi Zakaria dan Nabi Musa lama terkabulnya? Bukankah doa mereka harus terkabul sesaat setelah meminta? Begitu bukan konsep doa kalau disamakan dengan Lampu Aladin?

Jadi, lain kali, kalau kita berdoa kepada Allah Swt tentang sesuatu, jangan pikirkan doanya akan terkabul setelah kita meminta. Tapi yang harus kita lakukanialah sabar, sabar, dan sabar dalam penantian doa itu.

Nabi Muhammad Saw saja, nabi yang paling Allah Swt cintai, butuh waktu beberapa tahun sampai doanya agar Umar bin Khattab masuk Islam terkabul. Lantas kita?

Doa Kita Pasti Didengar

Misalkan, kita berdoa mengenai munculnya vaksin yang bisa menangkal virus korona, tapi setelah kita divaksin ternyata virusnya masih ada, dan siap mematikan kita kapan saja di mana pun tempatnya.

Baca Juga  Kesetiaan

Saat kita berdoa mengenai vaksin itu, yang ada kita pikirkan biasanya begini, “Saya sudah mengamalkan amalan sebelum berdoa, saya juga sudah berbuat baik, bersedekah, shalat tepat waktu, puasa sunah, dan sebagainya, pasti Allah Swt mengambulkan doa hilangnya virus korona ini.”

Dan. Kenyataan yang ada malah sebaliknya, doa kita ternyata belum dikabulkan Allah Swt, dan virus korona ternyata masih merajalela di negara Indonesia walau kita sudah divaksin semuanya. Lalu, apakah Allah Swt tidak mendengar doa kita? Bukankah kita sudah berdoa sepanjang hari denganNya, namun mengapa virusnya tak segera Allah angkat saja?

Inilah yang saya maksud doa tidak sama seperti lampu Aladin. Bila doa hilangnya virus korona belum diijabah oleh Allah Swt, ya kita tidak boleh menyalahkan Allah Swt atas belum terwujudnya doa kita.

Rintihan kita pasti terdengar oleh Yang Maha Menghilangkan Penyakit, cuma kita harus menunggu sampai waktu yang tepat sampai doanya terkabul. Kalau kita ingin doanya segera terwujud, maka mintanya jangan sama Allah Swt, tapi sama jin yang ada di lampu Aladin tadi.

Bagikan
Post a Comment