f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pacaran

Bucin Itu Tidak Harus Pacaran Kok

Salah satu hal yang paling sulit di dunia ini adalah melawan hawa nafsu. Hawa nafsu untuk membeli barang saat sedang diskon besar-besaran padahal kita sedang tidak membutuhkannya. Coba ingat-ingat ketika kita membeli barang karena diskonan dalam jumlah yang besar, pernahkah menyesal? Pernahkah berpikiran, “Kenapa aku beli barang sebanyak ini padahal uangnya bisa buat beli kebutuhan yang lebih urgent”. Hingga timbullah penyesalan. Begitu juga ketika diri tidak bisa mengontrol keinginan kita ketika naksir seseorang. Ingin sekali memilikinya.

Barangkali istilah “bucin” atau budak cinta sudah menjadi perbincangan yang sangat menarik di kalangan anak remaja. Membicarakan seseorang yang bisa menjadi salah satu support system saat hidup sedang tidak berpihak kepadanya. Alih-alih untuk mengingatkan, “Kamu lagi ngapain? Udah makan belum?” Pertanyaan membosankan yang dianggap sebagai bentuk perhatian.

Mayoritas para remaja tidak terlapas dengan yang namanya pacaran. Mereka beranggapan bahwasanya pacaran adalah suatu hal yang wajib sebelum menuju jenjang pernikahan. Berdalih bahwasanya dengan berpacaran bisa mengenal dan tahu bagaimana sifat dan watak calon dari pasangan hidup. Tapi realitanya masih banyak juga yang sudah lama berpacaran justru pada saat menikah, pernikahan tersebut kandas dan berujung dengan perceraian. Pertanyaannya adalah apakah ada yang salah dengan berpacaran? Sebenarnya tidak ada yang salah dengan berpacaran, asalkan dengan cara yang tepat dan tidak melampaui batas.

***

Yang menjadi masalah pada saat berpacaran adalah kurang tepatnya dalam mengartikan sebuah perasaan pada saat berjumpa dengan seseorang yang kita anggap sebagai calon pasangan hidup. Terkadang itu adalah sebuah alasan bagi hasrat yang tidak tersalurkan. Oleh mayoritas remaja mereka menyimpulkan dan menyebut dengan istilah cinta. Dan di usia seperti itulah hasrat tersebut masih menggelora bergejolak dan sangat sulit di kontrol apabila tidak di kendalikan dengan baik.

Baca Juga  Strategi Efektif Mengatasi Demotivasi Mahasiswa dan Membangkitkan Semangat Belajar

Pada saat hasrat tersebut menguasai remaja yang sedang berpacaran maka kecenderungan perbuatan dan tingkah laku akan menciptakan sebuah jalan baru menuju kepada jurang kelam kenistaan. Membuka peluang bagi mereka untuk melakukan hubungan suami istri sebelum menikah yang berujung pada kondisi hamil sebelum akad.

Seandainya para remaja tahu dan merasakan dampak buruk dari pacaran maka mereka pasti tidak akan mau melakukan itu. Karena bisa merusak kehormatan keluarga dan terlebih lagi kehormatan diri sendiri apabila terjadi hal-hal yang tidak terkehendaki. Karena setan telah memainkan busur – busur panahnya, dengan cara membungkus setiap kebaikan dengan tujuan keburukan. Yang awal mulanya dari pandangan mata, berkenalan, jabat tangan dan seterusnya.

***

Hiduplah seorang ahli ibadah di suatu daerah yang terkenal dengan kesholehannya di rumah ibadah, dia seorang diri di tempat tersebut untuk menghabiskan waktunya beribadah kepada Tuhan. Di daerah tersebut juga hidup 4 saudara di mana 3 orang laki-laki dan seorang perempuan, 3 orang saudara laki-laki tersebut ingin meninggalkan daerah yang mereka tempati dengan waktu yang lumayan lama untuk keperluan berperang, karena keperluan tersebut mereka menitipkan saudarinya ke tempat ahli ibadah.

Sebab ahli ibadah tersebutlah satu-satunya orang yang terpercaya untuk menjaga saudari mereka. Pada awalnya ahli ibadah menolak tujuan mereka dengan alasan dia adalah manusia biasa yang juga bisa Khilaf dalam perbuatan dosa. Karena 3 saudara tersebut sangat berharap dan meminta tolong kepada ahli ibadah maka dia menerimanya.

 Tinggallah saudari mereka dalam satu tempat dengan ahli ibadah beda lantai dan beda kamar, wanita tersebut tinggal di lantai bawah ahli ibadah di lantai atas. Pada mulanya ahli ibadah memberikan makanan kepada wanita itu di meja makan. Jadi wanita itu pada saat butuh makanan tinggal mengambil makan di meja makan. Sebenarnya dalam kondisi seperti ini setan sangat sulit untuk menjerumuskan ahli ibadah, tapi setan tidak menyerah begitu saja dan dengan sabar menjalankan niat-niat buruknya.

Bermula dari setan membisikkan ahli ibadah untuk memberi makanan di depan pintu wanita itu, dengan alasan supaya wanita itu tidak keluar-keluar dan risih apabila ada orang yang melihatnya. Ahli ibadah menurutinya, kemudian setan membisikkan lagi sebaiknya makanan itu dimasukkan saja di pintu kamar supaya wanita itu merasa nyaman dengan keramahanmu. Ahli ibadah menurutinya, kemudian setan membisikkan lagi sekali-sekali wanita itu diajak berbincang supaya tidak jenuh dengan keadaan, ahli ibadah menurutinya. Kemudian ahli ibadah disuruh pelan-pelan pegang tangan, pegang paha, memeluk dan sampai terjadi perzinahan.”

Baca Juga  Kritik Feminisme Gelombang II terhadap Empat Masalah Kapitalisme Pasca Perang Dunia II
***

Solusi untuk menghadapi fenomena pacaran remaja adalah peran orang tua dalam memantau setiap kegiatan anaknya dan mengetahui siapa-siapa saja temannya. Karena apabila terkontrol anak menjadi tahu apa yang seharusnya dan tidak pada saat usianya masih remaja. Dan untuk remajanya sendiri coba selalu memikirkan masa depan karena penentuan dari masa depan ada pada dia sendiri. Sibukkan masa remaja dengan hal-hal yang positif, belajar, berteman dengan orang-orang yang baik dan lain sebagainya. 

Sehingga para remaja bisa dapat meraih cita-citanya dengan mudah tanpa ada halangan, karena masih belum pada porsinya remaja untuk melakukan hal-hal yang dilakukan pasangan dewasa apabila mereka pacaran, di umur-umur remaja lah yang paling potensial untuk menangkap dan mempratekkan pelajaran dengan waktu yang sangat luang, ada pepatah mengatakan, “Kita tidak bisa menangkap dua kelinci dalam satu waktu”. Artinya adalah dengan fokus pada suatu tujuan maka kita akan mendapatkannya. Apabila tidak fokus dalam suatu tujuan maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa.

Untuk masalah jodoh Allah SWT merahasiakan siapa sebenarnya yang akan menjadi pendamping hidup,  jadi kita tidak bakal tahu siapa yang akan duduk  bersama di pelaminan nanti, kalau kita coba-coba dan menduga-duga sesuai dengan logika dan hasrat maka akan mengalami kekecewaan yang sangat berat apabila bukan dia yang bersama selama ini dengan yang mengucapkan akad nikah nanti. Toh, rahasia itu adalah kenikmatan tersendiri kalau kita bersabar untuk menunggu jodoh. Akan menjadi surprise yang sangat memuaskan hati ibarat hadiah.

***

Menjadi anjuran bagi kita untuk selalu berdo’a kepada Allah SWT supaya kita bertemu dengan cara yang baik dengan orang yang baik dengan masa depan yang baik juga pastinya. Kan Tuhan juga yang menyatukan seluruh umat manusia dari zaman dahulu sampai sekarang, tak terhingga jumlahnya Tuhan telah menyatukan umat manusia dalam tali perjodohan. Apalagi hanya kita seorang pasti sangatlah mudah bagi Dia melakukan itu. So, jangan khawatir dengan perjodohan karena sudah ada yang mengatur, fokus kepada persiapan masa depan adalah langkah yang tepat.

Bagikan
Post a Comment