Ayat-ayat Al-Qur’an yang Menginspirasi
Oleh : Athiful Khoiri*
“Wahai umat manusia, telah datang kepadamu ajaran dari Tuhanmu dan obat penyakit yang ada dalam hatimu, serta petunjuk dan rahmat bagi orang beriman.” (QS. Yunus: 57)
Al-Qur’an merupakan intisari semua pengetahuan. Ayat-ayatnya sebagian didaktis dan penuh keterangan, sebagian lagi puitis, ringkas, dan langsung pada pokok persoalan; agung dan penuh misteri seperti rimba belantara; kadang jernih, simetris, dan geometris seperti kristal—mengandung kearifan yang tidak hanya mempertebal iman, tapi juga menghangatkan jiwa dan bisa menjadi pedoman mengatasi berbagai problem hidup (Muhammad Chirzin, 2011).
Redaksi-redaksinya, yang sangat indah dan memesonakan, sarat dengan berbagai makna. Selain itu, ia pun selaras dengan tingkat kecerdasan dan pengetahuan para pembacanya. Karenanya, penafsiran atasnya tidak pernah kering. Dari saat ke saat terdengar atau terbaca sesuatu yang baru, sesuai dengan perkembangan zaman dan pengetahuan. Nabi Muhammad Saw menggambarkan Kitab Suci Al-Qur’an sebagai “Kitab yang mengandung berita masa lampau, keadaan masa datang; tidak lekang oleh panas, dan tidak pula lapuk oleh hujan.” (M Quraish Shihab, 1992).
Al-Qur’an sebagai Pegangan
Sementara itu, dalam buku Al-Naba’ Al-‘Azhim, ‘Abdullah Darraz, menuliskan: “Apabila Anda membaca Al-Qur’an, maknanya akan jelas dihadapan Anda. Tetapi bila Anda membacanya sekali lagi, akan Anda temukan pula makna-makna lain yang berbeda dengan makna-makna sebelumnya. Demikian seterusnya, sampai-sampai Anda (dapat) menemukan kalimat atau kata yang mempunyai arti bermacam-macam, semuanya benar atau mungkin benar. (Ayat-ayat Al-Qur’an) bagaikan intan; setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. Dan tidak mustahil, jika Anda mempersilakan orang lain memandangnya, maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang Anda lihat.”
Di dalam Al-Qur’an, terdapat peringatan untuk taat dan beriman, serta nasihat untuk melakukan perbaikan dan menjauhi kemungkaran. Al-Qur’an juga mengandung kisah-kisah orang terdahulu sebagai bahan renungan dan anjuran untuk mengamati dengan saksama rahasia mayapada, sehingga kita menyadari kedahsyatan ciptaan-Nya. Kitab Suci itu juga mengandung terapi hati yang lara. Pedoman untuk mendapatkan jalan kebenaran dan rahmat bagi orang-orang yang menerimanya dengan tangan, hati, dan pikiran terbuka.
Al-Qurán Sebagai Penawar
Allah menyampaikan dalam ayat-ayat Al-Qur’an apa yang menjadi obat, rahmat, dan pelipur hati bagi orang beriman. Bila kau ingin sehat jasmani dan ruhani, reguklah khasiatnya sepanjang hayat. Mohonlah kepada Allah, agar Dia berkenan menjadikan Al-Qu’ran pemimpin, cahaya dan petunjuk yang menyinari relung-relung hati kita sepanjang masa.
Ketika kamu sedih
“… Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita…” (QS. At-Taubah: 40).
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai…” (QS. Al-Baqarah: 25).
Ketika kamu berdosa
“Hai para hamba-Ku yang melampaui batas akibat terlalu banyak berbuat dosa. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih.” (QS. Az-Zumar: 53).
Ketika kamu putus asa
“… dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87).
Ketika kamu tertekan
“… Sungguh, hanya dengan mengingat dan menyebut (kebesaran dan kuasa) Allah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Rad: 28).
Berharap bukan pada manusia
“Dan hanya kepada Tuhanmu lah engkau berharap.” (QS. Al-Insyirah: 8).
“Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.” (QS. Maryam: 4).
Ketika kamu tidak sanggup
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS. Al-Baqarah: 286).
Berserah diri hanya kepada Allah
“… cukuplah bagiku Allah yang tiada Tuhan berhak disembah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bersandar…” (QS. At-Taubah: 129).
Ketika kamu tidak mendapatkan apa yang kamu mau
“… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu…” (QS. Al-Baqarah: 216).
Ketika kamu insecure
“Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4).
*Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan

Abdurahman Saleh
Subhanallah Ust, mantap sekali. Related bangettttt