f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
simbol

Asal-muasal Simbol dan Emotikon

Tak dapat dipastikan sejak kapan manusia mengenal dan menggunakan simbol. Apakah ia hadir beriringan dengan kemampauan manusia untuk membaca dan menulis atau ia lebih dulu hadir. Yangjelas, sampai sekarang kehidupan manusia dengan berbagai dimensinya tak lepas dengan simbol.  Baik itu berupa warna,  benda, gambar, bentuk dan lain-lain sebagainya.

Simbol berasal dari kata dalam bahasa Yunani symballo yang artinya melempar bersama-sama, melempar atau meletakkan bersama-sama dalam satu ide atau gagasan objek yang kelihatan, sehingga objek tersebut mewakili gagasan. Simbol dapat mengantarkan seseorang ke dalam gagasan masa depan maupun masa lalu. Mewujudkan simbol bisa dalam gambar, bentuk, gerakan, atau benda yang mewakili suatu gagasan.

Meskipun simbol bukanlah nilai itu sendiri, tetapi simbol sangatlah diperlukan untuk kepentingan penghayatan akan nilai-nilai yang diwakilinya. Simbol dapat digunakan untuk keperluan apa saja, semisal ilmu pengetahuan, kehidupan sosial, juga keagamaan. Bentuk simbol tak hanya berupa benda kasatmata, tetapi juga melalui gerakan dan ucapan. Simbol juga dijadikan sebagai salah satu infrastruktur bahasa, yang dikenal dengan bahasa simbol.

*

Simbol paling umum ialah tulisan, yang merupakan simbol kata-kata dan suara. Lambang dapat merupakan benda sesungguhnya, seperti salib (lambang Kristen) dan tongkat (yang melambangkan kekayaan dan kekuasaan). Lambang dapat berupa warna atau pola. Sering juga lambang digunakan dalam puisi dan jenis sastra lain, kebanyakan digunakan sebagai metafora atau perumpamaan. Lambang nasional adalah simbol untuk negara tertentu.

Kesalahan terbesar manusia dalam memahami simbol adalah menganggap bahwa simbol adalah substansi. Sehingga mereka kerap kali terjebak pada pembenaran terhadap semua hal yang hanya bersifat kasatmata sebagai kebenaran hakiki.  Muara dari kesalahan itu adalah  fanatisme terhadap simbol.( B, Fritz, Dorothy.  1952)

Baca Juga  Tempe Katsu Pengganti Chicken Katsu, Benarkah Lebih Ekonomis?

Beda simbol, yang lebih transedent dan bersifat filosofis, dalam trend manusia modern di era sosial media, kita mengenal Emotikon. Merpakan gabungan dari Emotion dan Icon. Suatu simbol yang mewakili perasaaan atau emosi.

Dalam bersosial media, emotikon atau emoji, menjadi hal yang sangat sering digunakan. Hal tersebut memiliki fungsi mencairkan sebuah dialog, atau memberi unsur lelucon  juga efisiensi kita dalam menyampaikan pesan. Emotikon juga berfungsi sebagai luapan emosi pengirim pesan

Saya sering menggunakan emoji untuk memberikan efek tertentu atas  pesan-pesan . seperti menunjukkan rasa senang, hormat, cinta, marah, ragu-ragu, atau sekedar candaan-candaan yang tidak perlu merangkai kalimat-kalimat.  Kendala  menyampaikan banyak kalimat, dapat diatasi dengan emotikon.

*

Ada suatu kisah di balik terciptanya emotikon.

Adalah Scott Fahlman, seorang ilmuwan komputer di Carnegie Mellon yang memperkenalkan emoticon pertama berupa senyuman pada 19 September 1982. Dilansir dari Time, 19 September 2014, Fahlman memperhatikan percakapan melalui pesan elektronik yang digunakan oleh staf untuk berkomunikasi pada awal 1980-an. Dia menemukan ada suatu hal yang membuat percakapan itu berjalan kurang lancar, seperti lelucon yang hilang, maksud yang disalahartikan, dan omelan tak perlu yang mengaburkan diskusi.

Fahlman, yang saat itu berusia 30-an, membuat cara sederhana dan legendaris, yaitu: Jika menyatakan sesuatu yang lucu atau ironis, beri label komentar dengan wajah tersenyum yang terbuat dari titik dua, tanda kurang, dan tanda kurung Emoticon itu pun menyebar dengan cepat ke universitas lain, dan kemudian merambah ke e-mail dan hingga ke seluruh dunia. Temuan itu mengisi “lubang raksasa” yang ditinggalkan oleh semua isyarat visual yang hanya ada pada komunikasi tatap muka.

“Salah satu problem utama dalam komunikasi teks adalah cara komunikasi yang jauh berbeda daripada berbicara secara langsung dengan orang lain,” kata Seorang ahli bahasa komputer Thler Schneobelen dalam tesisnya tentang emotikon di Stanford. “Kata-kata itu datar dan tak bisa memberi isyarat untuk mengungkapkan apa yang kita maksud,” lanjut dia.

Baca Juga  Tantangan dan Peluang Menjadi Seorang Penulis Perempuan

Kondisi itulah yang membuat kehadiran emoticon sangat berguna. Baca juga: Patung Harimau Lucu Jadi Emoticon BBM Dalam perjalanannya, emoticon kemudian berkembang menjadi gambar kecil penuh warna yang ditemukan oleh perencana telekomunikasi dari Jepang, Shigetaka Kurita pada 1990-an dengan nama emoji. Kini, 40 tahun setelah penemuan itu, ragam bentuk emoji pun sangat beragam. Dalam catatan Statista pada 10 Juli 2020, 117 emoji baru telah dirilis pada tahun ini, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 3.136 emoji.

Nah, jadi tahu, kan bagaimana makna maupun muasal  simbol dan emotiikon yang sehari-hari kita gunakan ?.

RestArea, 12 Juni 2021

Bagikan
Comments
  • Effi Susanti

    Keren, terima lasih sudah berbagi ilmu, bermanfaat sekali

    Juni 21, 2021
Post a Comment