f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
bayi menangis

Alasan Bayi Menangis dan Cara Menghentikannya

Satu-satunya cara paling ampuh untuk menenangkan bayi yang menangis adalah dengan memahami apa yang menyebabkan air matanya itu keluar.

Berbicara tentang bayi, ada banyak hal yang perlu dipahami oleh orang tua. Salah satunya adalah kenyataan bahwa, tidak ada satupun bayi di dunia ini yang memiliki kebutuhan sama persis. Pelukan sudah cukup membuat satu bayi nyaman, tapi belum tentu bagi bayi lainnya. Meskipun masing-masing bayi memiliki banyak sekali perbedaan, tapi ada satu kesamaan yang dimiliki oleh semua bayi, yaitu kecenderungan untuk menangis. Ya, semua bayi cenderung menangis untuk mengkomunikasikan segala hal tentang dirinya.

Bayi sepenuhnya tergantung pada orang tua, terkhusus lagi bunda. Dari bunda, bayi mendapatkan ketercukupan makanan, kehangatan, dan kenyamanan yang dia butuhkan. Saat bayi menangis, sebenarnya dia sedang ingin menyampaikan kebutuhannya dan meminta perhatian, dari orang tua atau siapapun yang menjadi pengasuhnya. Mungkin karena inilah yang menyebabkan tingkat ratapan atau tangisan bayi cenderung bervariasi, dan terkadang bisa menyulitkan pengasuh untuk menentukan kebutuhan bayinya.

Sekalipun demikian harus yakin, bahwa masa ini tak akan lama. Bersama dengan bertambahnya usia, bayi akan tumbuh dan belajar cara lain untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Misalnya, bayi akan mulai berkomunikasi melalui kontak mata, membuat suara atau berceloteh, dan tersenyum.

Semua bayi akan menangis untuk memberitahu tentang apa yang dibutuhkannya. Berikut ini ada beberapa alasan mengapa bayi menangis, dan apa yang dapat pengasuh coba untuk menenangkannya.

Kelaparan

Bahkan tidak hanya bayi, semua orang akan menjadi sedikit rewel ketika mereka merasa lapar. Bayi yang semula diam dan terlihat manis, tiba-tiba saja bisa berteriak atau menangis ketika merasa lapar. Tangisan bayi lapar biasanya dikenali sebagai tangisan yang berirama, berulang, biasanya pendek, dan bernada rendah. Menangis bisa menjadi tanda akhir bahwa bayi benar-benar sedang kelaparan. Nah, untuk mengatasi hal ini menyusui adalah pilihan terbaik. Jangan pedulikan jam, susuilah selama bayi menginginkan.

Baca Juga  Menstruasi Datang Lebih Awal pada Anak: Apa yang Harus Orang Tua Siapkan?

Rahmania, sebaiknya juga mengetahui cara untuk mencegah agar bayi tidak menangis karena kelaparan, yaitu dengan melihat tanda-tanda awal bayi ingin menyusu, seperti; menjilat bibir, menghisap tangan, atau memutar kepala seolah ingin menemukan payudara atau botol.

Mengantuk

Tidak seperti orang dewasa yang langsung bisa tidur ketika merasa lelah. Bayi kebalikannya, ketika bayi merasa terlalu lelah maka dia akan merasa sulit untuk tidur dan menjadi mudah rewel. Sampai usia sekitar 4 bulan, bayi belum memiliki ritme tidur yang mapan. Bagi bayi, tidur adalah suatu keterampilan, jadi Rahmania perlu membantu bayi menenangkan diri, karena bayi yang menangis akibat mengantuk sebagian besar tidak mampu menenangkan diri. Semakin muda usia bayi, semakin sulit untuk mengetahui tanda bahwa bayi sedang mengantuk, seperti menangis karena hal sekecil apapun, tatapan mata kosong, dan diam. Terkadang hal tersebut hanyalah sebagian kecil dari isyarat bahwa sebenarnya dia ingin memejamkan mata.

Tak jarang, banyak pengunjung, banyak mengayun, dan menimangnya berlebihan dapat membuat bayi sulit tidur. Pengasuh dapat membawanya ke ruangan yang lebih tenang untuk menyusuinya atau membedongnya untuk membuat bayi nyaman dan tenang, sehingga bayi bisa rileks dan tidur pulas.

Popok kotor

Beberapa bayi mungkin protes dengan cara menangis keras ketika popoknya kotor atau basah. Sekalipun  beberapa bayi lainnya, mungkin tidak bermasalah dengan popok basah atau kotor, atau mungkin akan protes ketika iritasi sudah mengenai kulitnya. Jika menyusui dan menimang tidak juga membuat bayi tenang, maka pengasuh perlu memeriksa apakah popoknya kotor atau basah. Jika itu terjadi, tidak ada jalan lain kecuali membersihkan daerah genitalia dan mengganti popoknya.

Perlu bersendawa

Jika bayi menangis setelah menyusu, bisa jadi itu pertanda bayi ingin bersendawa. Jadi, ketika bayi menangis tanpa sebab, tidak ada salahnya mencoba menepuk punggung mencoba menyendawakannya. Ada beberapa teknik untuk menyendawakan bayi di luar sana, salah satunya dengan cara menggendong bayi di atas bahu kiri, memastikan lengan kirinya tergantung di atas bahu bunda. Kemudian menggosok melingkar di sisi kiri dan punggungnya, mulai dari pinggulnya dan naik. Biasanya setelah dua atau tiga kali mencoba, bayi akan mendapatkan sendawa besar.

Baca Juga  Jenis-Jenis Batuk pada Anak (1)
Masalah perut

Apakah Rahmania memiliki bayi yang menangis keras dan menggeliat, melengkungkan punggungnya atau memompa kakinya, seperti mengayuh sepeda? Jika jawabannya iya, maka bunda perlu ketahui bahwa, kondisi seperti ini biasanya menjadi tanda adanya gas berlebih di perut bayi. Dan hal yang harus bunda lakukan adalah dengan memegang bayi di sisi kiri (miring kiri) atau tengkurap untuk membantu pencernaannya. Bisa juga mengeluarkan gas dengan posisi kaki seperti mengayuh sepeda dan dorong kedua kaki ke arah dada.

Sakit

Sama seperti orang dewasa, bayi juga tidak menyukai rasa sakit. Bayi akan menangis lebih sering, lebih keras, lebih lama, atau bahkan tidak bisa diam ketika merasa sakit. Membawanya mencari pertolongan medis adalah pilihan terbaik.

Merasa tidak nyaman

Bagi orang dewasa, ketika merasa tidak nyaman bisa dengan mudah mendeteksi dan menyingkirkan penyebabnya. Misalnya ketika bulu matanya yang tersangkut di mata, rambut yang melilit jari, atau label pakaian yang bergesekan dengan kulit. Tetapi, bayi hanya memiliki satu cara untuk menyampaikannya, yaitu dengan menangis. Jika bayi masih saja menangis setelah tidur siang, menyusu, bersendawa, dan berganti pakaian, sebaiknya  segera lepas semua pakaian bayi kemudian periksa kemungkinan gatal atau hal kecil lain yang mungkin menyebabkan bayi merasa tidak nyaman. Mungkin bedong atau kaos kakinya terlalu ketat.

Tumbuh gigi

Ketika usia bayi mengijak 4 bulan, bayi dapat mulai tumbuh gigi, dan ketika rasa sakit muncul, dijamin bayi akan lebih sering menangis. Selain menangis, tumbuh gigi bisa ditandai dengan muncul air liur berlebihan dan suka menggigit apapun yang bisa dijangkaunya. Biasanya bayi bisa kembali tenang dengan menghisap dot atau ibu jari. Boleh juga memijat gusi bayi, memberinya washlap bersih untuk digigit juga bisa menenangkannya.

Baca Juga  Cegah Keputihan Abnormal pada Remaja
Stimulasi berlebihan

Membuat bayi kesal dengan memberinya banyak setimulasi, seperti timangan berlebihan, gendong sana gendong sini, dan lainnya akan membuat bayi menangis. Mengajaknya berjalan-jalan dan menghirup udara segara dalam suasana tenang dan akrab bisa membantu menenangkan bayi. Jika bayi menangis di tengah suasana ribu seperti pesta atau hajatan, sebaiknya segera membawanya pulang dan bersantai bersama orang-orang yang dekat dan dicintainya.

Cari perhatian

Tak jarang bayi akan menangis ketika merasa kesepian, karena tidak digendong, atau karena tidak diayun terus menerus. Bayi yang seperti ini, biasanya akan menjadi diam dan bahagia ketika selalu berada dalam buaian, ayunan, atau gendongan. Manja. Mungkin kebanyakan orang akan berpikir demikian. Tapi yang harus diingat bahwa, ketika bayi berada pada masa periode perkembangan yang pesat, dia harus dirawat dengan hati yang penuh empati, sehingga mereka belajar untuk menjadi tenang.

Bagikan
Post tags:
Post a Comment