Dalam sebuah buku yang pernah saya baca ada sebuah kalimat yang cukup menggelitik saya, “Perempuan untuk apa berpendidikan tinggi-tinggi, nanti takutnya malah melawan suami”.
Wah cukup rumit bukan? Jika pandangan seperti ini terus dijadikan dasar dan diaminkan oleh banyak orang bakal repot nantinya.
Tapi benarkah pandangan tersebut? Apakah Islam melarang perempuan untuk berpendidikan tinggi? Saya kira tidak. Karena sebagaimana Asghar Ali Engineer ungkapkan dalam bukunya Tafsir Perempuan, bahwa Islam hadir untuk mengangkat derajat orang lemah seperti anak-anak dan perempuan.
Begitulah kiranya pandangan umum dalam ajaran Islam. Tentu melalui jalur pendidikan perempuan akan mengangkat derajat agar dapat terus bersaing dan menjadi lebih kompeten dalam bidangnya masing-masing.
Lalu bagaimana Al-Qur’an menjelaskan kondisi ini?
Terdapat potongan ayat dalam Q.S al-Mujadalah [58]:11, yang berbicara akan hal ini yang berbunyi
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Terjemah :
Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.
Ayat lainnya yang membicarakan hal ini terdapat dalam Q.S At-Taubah [9]:71
وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Terjemah :
Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Maha perkasa, Maha bijaksana.
QS. Al-Mujadalah secara terang-terangan membicarakan kedudukan orang yang berilmu. Yang mana Allah Swt., memberikan sambutan yang hangat kepada siapa pun baik laki-laki atau pun perempuan yang terus berusaha untuk menuntut ilmu.
Quraish Shihab dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ilmu dalam ayat tersebut tidaklah hanya ilmu agama saja, melainkan juga ilmu-ilmu yang memberikan manfaat. Juga dengan adanya ilmu mendorong tiap muslim untuk khasyah kepada Allah Swt. Khasyah sendiri memiliki arti rasa takut dan kagum kepada Allah, yang bertujuan untuk mendorong umat muslim untuk senantiasa belajar dan mengamalkan ilmu yang telah ia terima.
Bahkan Nabi Saw., terus berdoa agar selalu dihindarkan dari ilmu yang tidak memiliki manfaat di dalamnya.
Mengajak Perempuan untuk Meningkatkan Kualitas Diri
Selanjutnya, QS. At-Taubah secara terang-terangan memanggil laki-laki dan perempuan sebagai “penolong satu sama lain”. Dari sini cukup jelas pula bahwa Al-Qur’an mengajak perempuan dan laki-laki untuk sama-sama meningkatkan kualitas diri melalui peningkatan iman dan ilmu. Karena dalam ayat itu sendiri terdapat perintah untuk senantiasa untuk melakukan perbuatan yang ma’ruf (baik) dan mencegah perbuatan yang mungkar (buruk).
Quraish Shihab menjelaskan dalam tafsirnya
“ayat ini menjelaskan sebagian rahmat-Nya itu dengan menegaskan bahwa Allah menjanjikan dengan janji yang pasti kepada orang-orang mukmin yang mantap imannya, lelaki dan perempuan bahwa semua akan dianugerahi surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, yang mereka nikmati secara terus-menerus, kekal mereka di dalamnya, dan ada juga tempat-tempat yang bagus, yakni istana hunian di surga ‘Adn”
Begitulah kira-kira janji yang Allah berikan kepada manusia baik perempuan atau pun laki-laki yang terus berusaha untuk belajar.
Sampai di sini dapat kita pahami bahwa tidak ada perintah yang melarang perempuan untuk berpendidikan tinggi karena yang ada ialah ajakan untuk setiap muslim baik laki-laki atau pun perempuan untuk meningkatkan kualitas diri mereka. Salah satunya ialah melalui jalur pendidikan.
Pendidikan di sini bisa saja kita temukan di mana pun. Di era modern ini dengan kemudahan akses internet siapa saja bisa mempelajari apa pun. Tentu hal-hal yang bermanfaat sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, seperti melalui kursus daring atau apa pun bentuknya. Karena pendidikan ialah hak bagi setiap muslim dan wajib baginya untuk merealisasikannya.
